Warga Sukawangi Bogor demo kantor desa tuntut kejelasan program PTSL

Elshinta
Rabu, 08 Juni 2022 - 22:59 WIB |
Warga Sukawangi Bogor demo kantor desa tuntut kejelasan program PTSL
Sejumlah warga melakukan aksi demo di Kantor Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/6/2022). ANTARA/M Fikri Setiawan

Elshinta.com - Ratusan warga Desa Sukawangi, Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggelar unjuk rasa di kantor desa menuntut kejelasan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

"Tujuan kami ingin menyampaikan aspirasi kepada pemimpin kami yang terdekat di wilayah tapin tak ada (kepala desanya). Alasannya kami tidak tahu," ungkap warga peserta demo, Syaefudin, di sela-sela aksi unjuk rasa, Rabu.

Menurutnya, ratusan warga yang berdemo mewakili ribuan warga yang tanahnya sudah diukur oleh pihak desa dan perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN), tapi sertifikatnya tak kunjung berubah menjadi sertifikat tanah.

"Kami membutuhkan keadilan, kenapa yang di Sukawangi lahan dan tanahnya tidak bisa menjadi sertifikat. Kami ingin mempertanyakan program (PTSL) itu yang dikeluarkan oleh Presiden. Kami merasa tidak dimanusiakan sebagai masyarakat," kata Syaefudin.

Syaefudin juga mengaku ingin mengonfirmasi kepada pihak desa mengenai informasi sebagian besar lahan di Sukawangi tidak bisa disertifikatkan karena masuk dalam kawasan hijau.

Belum keluar
Sementara, Kepala Desa Sukawangi, Budiyanto saat dihubungi wartawan, meminta warga bersabar karena proses PTSL membutuhkan waktu. Ia memastikan sekitar 1.500 bidang tanah yang sudah diukur bisa disertifikatkan melalui program PTSL.

"Dari semua desa belum ada sertifikat yang keluar. Tidak ada yang tidak bisa diterbitkan asal ada nomor NIB. Kalau sertifikat di Sukawangi ada 1.500an yang sudah ukur bidang," kata Budiyanto.

Menurutnya, proses PTSL sendiri terkendala lambatnya pengumpulan berkas-berkas persyaratan oleh warga.

"Ya lamanya itu kembali ke masyarakat, diminta KTP tidak ada, diminta segel jual beli tidak ada. Permasalahannya itu," keluhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Perawkilan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Andi Sugandi, menegaskan bahwa hanya sebagian kecil tanah di Desa Sukawangi yang bisa disertifikatkan.

Pasalnya, bidang tanah di desa tersebut mayoritas masih milik Perhutani sehingga hanya bidang tanah di luar kepemilikan Perhutani yang pengajuan PTSL-nya bisa diproses.

"Kalau yang saya tangkap ini, yang demo di sana, itu kan tanah-tanah yang masih Kehutanan. Kalau Kehutanan kita tidak bisa terbitkan sertifikat, sebelum ada pelepasan dari Perhutani. Ada yang bisa diproses, kalau yang di luar Kehutanan kita masih berproses," terang Andi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Espargaro siap tarung di Red Bull Ring meski kaki masih cedera
Jumat, 19 Agustus 2022 - 07:31 WIB

Espargaro siap tarung di Red Bull Ring meski kaki masih cedera

Aleix Espargaro akan masih harus menahan rasa sakit di kakinya yang mengalami retak tulang ketika me...
Pemerintah impor 14 juta dosis vaksin PMK cegah penularan lebih luas
Jumat, 19 Agustus 2022 - 06:31 WIB

Pemerintah impor 14 juta dosis vaksin PMK cegah penularan lebih luas

Pemerintah akan mengimpor 14 juta dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) sebagai upaya mencegah ...
Menkumhan kukuhkan Farel Prayogyo duta kekayaan intelektual pelajar
Kamis, 18 Agustus 2022 - 23:35 WIB

Menkumhan kukuhkan Farel Prayogyo duta kekayaan intelektual pelajar

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Yasonna Hamonangan Laoly mengukuhkan penyanyi cil...
Dishub Kalteng upayakan hadirnya maskapai baru di Bandara Tjilik Riwut
Kamis, 18 Agustus 2022 - 21:09 WIB

Dishub Kalteng upayakan hadirnya maskapai baru di Bandara Tjilik Riwut

Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah berupaya menghadirkan maskapai baru di Bandara Tjilik R...
Badan Pangan Nasional mencatat 74 daerah rentan rawan pangan
Kamis, 18 Agustus 2022 - 20:21 WIB

Badan Pangan Nasional mencatat 74 daerah rentan rawan pangan

Badan Pangan Nasional (BPN) mencatat sebanyak 74 kabupaten/kota atau 14 persen dari jumlah daerah ma...
Ribuan masyarakat Karanganyar antusias saksikan Karnaval HUT RI
Kamis, 18 Agustus 2022 - 20:11 WIB

Ribuan masyarakat Karanganyar antusias saksikan Karnaval HUT RI

Ribuan masyarakat dengan antusias memadati sepanjang di Jalan Lawu Kabupaten Karanganyar Provinsi Ja...
Anak usaha Antam Gag Nikel luncurkan buku sejarah perjalanan bisnis
Kamis, 18 Agustus 2022 - 19:57 WIB

Anak usaha Antam Gag Nikel luncurkan buku sejarah perjalanan bisnis

PT Gag Nikel, anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), meluncurkan buku mengenai sejarah dan perjalan...
Pemkab Magelang siap sukseskan G20 di Borobudur
Kamis, 18 Agustus 2022 - 19:45 WIB

Pemkab Magelang siap sukseskan G20 di Borobudur

Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, siap mendukung dan menyukseskan kegiatan pertemuan forum...
Jenis SPT Pajak yang bisa dilaporkan melalui Efiling Online
Kamis, 18 Agustus 2022 - 19:01 WIB

Jenis SPT Pajak yang bisa dilaporkan melalui Efiling Online

Kemajuan teknologi membawa dampak positif karena banyak hal yang dulunya dilakukan secara manual sek...
Pawai alegoris HUT RI di Bukittinggi meriah setelah dua tahun absen
Kamis, 18 Agustus 2022 - 17:57 WIB

Pawai alegoris HUT RI di Bukittinggi meriah setelah dua tahun absen

Ribuan warga tumpah ruah ke jalan menyaksikan kemeriahan acara Pawai Alegoris HUT ke-77 RI yang dise...

InfodariAnda (IdA)