Jaga populasi sapi, Komisi B DPRD Lumajang ajukan kompensasi PMK
Wabah Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) pada ternak sapi di Kabupaten Lumajang Jawa Timur dikhawatirkan dapat mengancam turunnya populasi ribuan sapi yang ada sebagai daerah lumbung ternak.

Elshinta.com - Wabah Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) pada ternak sapi di Kabupaten Lumajang Jawa Timur dikhawatirkan dapat mengancam turunnya populasi ribuan sapi yang ada di Lumajang sebagai daerah lumbung ternak.
Selain itu Kabupaten Lumajang merupakan daerah yang memenuhi kebutuhan daging untuk regional Jawa Timur dan nasional
PMK yang menyerang ternak Komisi B, DPRD Kabupaten Lumajang mengusulkan kepada pemerintah setempat untuk mendapatkan kompensasi atas ternaknya yang mati
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi B DPRD Lumajang Suigsan kepada Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono, Kamis (9/6).
"Saya malah mengusulkan kepada pemerintah ada kompensasi bahwa kalau ini jadi pandemi," ucap Ketua DPD partai Golkar Lumajang.
Masih menurut Suigsan, meskipun bantuan yang diberikan pemerintah daerah jumlahnya tidak sepadan dari harga ternak yang mati, akan tetapi setidaknya telah mengurangi beban masyarakat dari dampak penyakit mulut dan kuku tersebut.
"Ganti rugi nilainya jika sudah tidak memenuhi harga sapi yang telah mati diharapkan dipahami masyarakat peternak", tuturnya.
DPRD dari daerah pemilihan Lumajang ll tersebut menyampaikan hingga hari ini korban sapi yang mati akibat serangan penyakit mulut dan kuku jumlahnya sudah banyak dan menyebar di 21 kecamatan, namun jumlah pasti dari perkembangan ternak sapi yang mati bersangkutan belum bisa menyebutkan.