Nelayan Indramayu tuntut pemerintah revisi PP no 85 Tahun 2021

Elshinta
Jumat, 10 Juni 2022 - 06:31 WIB |
Nelayan Indramayu tuntut pemerintah revisi PP no 85 Tahun 2021
Sejumlah pengunjukrasa yang tergabung dalam Front Nelayan Bersatu melakukan aksi Keprihatinan di depan gedung DPRD Indramayu, Jawa Barat, Kamis (9/6/2022). (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/YU)

Elshinta.com - Front Nelayan Bersatu (FNB) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, meminta Pemerintah Pusat untuk merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2021 tentang Jenis dan Tarif Atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dikarenakan memberatkan para nelayan, apa lagi harga ikan saat ini cenderung murah.

"Kami meminta pemerintah bisa merevisi PP nomor 85 tahun 2021," kata perwakilan dari FNB Kabupaten Indramayu Kajidin di Indramayu, Kamis.

Ia mengatakan dengan adanya PP tersebut, memberatkan nelayan dan pelaku usaha perikanan tangkap dari berbagai daerah, begitu juga nasib nelayan Indramayu.

Aturan yang harus direvisi lanjut Kajidin, yaitu indeks tarif PNBP pasca-produksi untuk ukuran kapal lebih dari 60 GT adalah 2 persen serta kapal ukuran antara lebih dari 60 GT dan kurang dari 1.000 GT adalah 3 persen.

Selain itu para nelayan juga, menolak masuknya kapal asing dan eks asing ke wilayah pengelolaan perikanan (WPP) Indonesia.

"Kalau tidak direvisi, kebijakan tersebut memberatkan nelayan dan pelaku usaha perikanan tangkap," ujarnya

Selain PP tersebut, pihaknya juga berharap, agar pemerintah bisa lebih menekan harga solar bagi nelayan, karena saat ini harga solar mencapai Rp16.900 per liter, tidak sebanding dengan harga ikan yang anjlok.

Untuk itu, para nelayan mengusulkan adanya harga BBM industri khusus untuk kapal nelayan di atas 30 GT dengan harga maksimal Rp9 ribu per liter

"Kami juga meminta alokasi tambahan BBM bersubsidi jenis solar untuk nelayan ukuran maksimal 30 GT dan pertalite bersubsidi untuk kapal di bawah 5 GT," katanya.

Karena dengan harga solar yang mahal, membuat pendapatan para nelayan menurun, apa lagi saat ini harga ikan sedang anjlok, di mana per kilogram, hanya dihargai Rp15 ribu.

Ia memastikan, ketika tuntutan tersebut tidak didengarkan oleh Pemerintah Pusat, maka nelayan Pantai Utara (Pantura) akan melakukan aksi di Istana Negara.

"Kalau lewat kawan-kawan media aspirasi kami tetap juga tidak tersampaikan sampai dengan batas waktu tertentu, mohon maaf, sesuai kesepakatan awal per 1 Juni kemarin, bahwa kita akan datang ke Istana Negara dengan massa lebih banyak, bukan lagi ribuan orang tapi puluhan ribu," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
BMKG: Waspadai seluruh wilayah NTT berstatus sangat mudah terbakar
Jumat, 19 Agustus 2022 - 09:11 WIB

BMKG: Waspadai seluruh wilayah NTT berstatus sangat mudah terbakar

Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masy...
Telkom bangun pusat data di IKN
Jumat, 19 Agustus 2022 - 08:59 WIB

Telkom bangun pusat data di IKN

Direktur Utama Ririek Adriansyah dan Komisaris Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Bambang Brodjoneg...
Espargaro siap tarung di Red Bull Ring meski kaki masih cedera
Jumat, 19 Agustus 2022 - 07:31 WIB

Espargaro siap tarung di Red Bull Ring meski kaki masih cedera

Aleix Espargaro akan masih harus menahan rasa sakit di kakinya yang mengalami retak tulang ketika me...
Pemerintah impor 14 juta dosis vaksin PMK cegah penularan lebih luas
Jumat, 19 Agustus 2022 - 06:31 WIB

Pemerintah impor 14 juta dosis vaksin PMK cegah penularan lebih luas

Pemerintah akan mengimpor 14 juta dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) sebagai upaya mencegah ...
Menkumhan kukuhkan Farel Prayogyo duta kekayaan intelektual pelajar
Kamis, 18 Agustus 2022 - 23:35 WIB

Menkumhan kukuhkan Farel Prayogyo duta kekayaan intelektual pelajar

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Yasonna Hamonangan Laoly mengukuhkan penyanyi cil...
Dishub Kalteng upayakan hadirnya maskapai baru di Bandara Tjilik Riwut
Kamis, 18 Agustus 2022 - 21:09 WIB

Dishub Kalteng upayakan hadirnya maskapai baru di Bandara Tjilik Riwut

Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah berupaya menghadirkan maskapai baru di Bandara Tjilik R...
Badan Pangan Nasional mencatat 74 daerah rentan rawan pangan
Kamis, 18 Agustus 2022 - 20:21 WIB

Badan Pangan Nasional mencatat 74 daerah rentan rawan pangan

Badan Pangan Nasional (BPN) mencatat sebanyak 74 kabupaten/kota atau 14 persen dari jumlah daerah ma...
Ribuan masyarakat Karanganyar antusias saksikan Karnaval HUT RI
Kamis, 18 Agustus 2022 - 20:11 WIB

Ribuan masyarakat Karanganyar antusias saksikan Karnaval HUT RI

Ribuan masyarakat dengan antusias memadati sepanjang di Jalan Lawu Kabupaten Karanganyar Provinsi Ja...
Anak usaha Antam Gag Nikel luncurkan buku sejarah perjalanan bisnis
Kamis, 18 Agustus 2022 - 19:57 WIB

Anak usaha Antam Gag Nikel luncurkan buku sejarah perjalanan bisnis

PT Gag Nikel, anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), meluncurkan buku mengenai sejarah dan perjalan...
Pemkab Magelang siap sukseskan G20 di Borobudur
Kamis, 18 Agustus 2022 - 19:45 WIB

Pemkab Magelang siap sukseskan G20 di Borobudur

Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, siap mendukung dan menyukseskan kegiatan pertemuan forum...

InfodariAnda (IdA)