Sepak bola Eropa, kompetisi olahraga tersibuk di dunia

Elshinta
Minggu, 12 Juni 2022 - 06:01 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Sepak bola Eropa, kompetisi olahraga tersibuk di dunia
Pemain Denmark Andreas Christensen berduel dengan pemain Kroasia Sime Vrsaljko dalam pertandingan Grup A UEFA Nations League antara Denmark dan Kroasia di Parken, Kopenhagen, Denmark, 10 Juni 2022. Liselotte Sabroe/Ritzau Scanpix via REUTERS (via REUTERS/RITZAU SCANPIX)

Elshinta.com - Di dunia ini tak ada kompetisi olahraga yang sesibuk kompetisi sepak bola di Eropa. Di sini, turnamen demi turnamen hadir bergantian diadakan. Dari kompetisi klub, sampai kompetisi tingkat negara.

Tahun ini, setelah rata-rata menyelesaikan kompetisi liga Mei lalu, negara-negara Eropa melanjutkan kompetisi ke tingkat negara dalam UEFA Nations League, sekalipun tak semua pemain klub mengikutinya.

Nations League adalah kompetisi unik yang melengkapi Kejuaraan Eropa atau Piala Eropa atau EURO yang diadakan setiap empat tahun sekali atau setiap tahun setelah Piala Dunia.

Tapi turnamen kontinental seperti EURO dimiliki oleh semua kawasan, baik Asia, Afrika, Amerika Selatan maupun CONCACAF. Bahkan sejak 2021 ada Piala Arab.

Namun sistem Nations League yang mulai dikompetisikan pada 2018 berbeda dari Piala Dunia dan Piala Eropa karena diadakan dalam sistem musim seperti terjadi pada tingkat klub.

UEFA Nations League biasanya dimainkan dari September hingga November tahun genap, dan Juni tahun ganjil berikutnya. Untuk itu, boleh dibilang juara Nations League dinobatkan setiap dua tahun.

Tapi musim 2022–2023 berbeda karena dimainkan Juni ini setelah kompetisi klub musim itu bakal dimainkan dari Juni sampai September 2022 mengingat Piala Dunia FIFA 2022 yang digelar di Qatar mesti dimainkan akhir tahun guna menghindari cuaca terik saat musim panas di Timur Tengah.

Amerika utara, tengah dan Karibia atau CONCACAF menjadi satu-satunya kawasan lain yang menggelar Nations League, sedangkan Amerika Selatan malah berencana menggabungkan diri dengan UEFA Nations League mulai musim 2024/2025.

Nations League bukan kompetisi terakhir bagi Eropa karena mulai 2022 benua ini menggelar pula turnamen CONMEBOL–UEFA Cup of Champions atau finalissima.

Karena ini antara dua juara kawasan yang dihidupkan kembali setelah sempat digelar pada 1985 dan 1993, maka turnamen ini hanya diikuti juara Eropa dan juara Amerika Selatan.

Di luar itu Eropa masih memiliki turnamen-turnamen junior, mulai Piala Eropa U-17 sampai Piala Eropa U-21 yang tak kalah menariknya dari turnamen senior karena diikuti talenta-talenta muda yang tak jarang sudah berpredikat bintang seperti gelandang timnas Spanyol, Pedri, yang pada EURO 2020 tahun lalu dinobatkan sebagai pemain muda terbaik.

Kualitas semakin baik
Pada tingkat klub, lain lagi. Eropa memiliki kompetisi yang juga lebih banyak dibandingkan dengan kawasan lain.

Di luar kompetisi liga dan piala yang rata-rata setiap negara mempunyai dua kompetisi piala seperti Liga Inggris yang memiliki Piala FA dan Piala Liga, masih ada empat kompetisi tingkat Eropa yang diorganisir badan sepak bola Eropa, UEFA.

Kompetisi kontinental pertama adalah Liga Champions yang mulai diadakan pada 1955 dalam nama Piala Eropa Klub atau Piala Champions sampai kemudian menjadi Liga Champions sejak 1992.

Saat ini ada 37 liga profesional sepak bola di seluruh Eropa, yang menghimpun 1.000 klub dari 31 negara.

Tapi tak semua liga berhak bertanding dalam Liga Champions. Sebaliknya dari 32 tim yang berkompetisi dalam Liga Champions, hanya beberapa liga yang bisa mengikutnya dan itu pun jatahnya berbeda-beda, tergantung koefisien liga.

Semakin tinggi koefisien sebuah liga sepak bola, semakin banyak tim yang berhak mengikuti Liga Champions. Sebaliknya, semakin kecil koefisien liga, semakin sedikit tim yang bisa berkompetisi dalam Liga Champions.

Oleh karena itu, Liga Inggris yang berkoefisien tinggi memiliki perwakilan klub lebih banyak dibandingkan misalnya Rusia yang memiliki koefisien liga lebih rendah.

Kompetisi kontinental kedua adalah Liga Europa yang sebelum 2009 dinamai Piala UEFA dan awalnya kompetisi kontinental strata ketiga sejak pertama diadakan pada 1971.

Yang ketiga, Liga Conference Europa yang baru diadakan pada 2021. Sedangkan yang keempat adalah Piala Super Eropa yang mempertemukan juara Liga Champions dengan juara Liga Europa.

Tak ada kompetisi yang diadakan seberjenjang seperti terjadi di Eropa. Tapi justru berkat kompetisi yang super-intensif ini, kualitas sepak bola Eropa semakin baik dari waktu ke waktu.

Mereka sulit diruntuhkan, sekalipun kawasan seperti Afrika mencapai kemajuan yang signifikan dalam kualitas sepakbolanya.

Itu pula yang membuat Eropa mendominasi Piala Dunia FIFA yang adalah turnamen sepak bola paling akbar dan perhelatan olahraga kedua terbesar setelah Olimpiade.

Profesionalisme total
Dari 21 trofi Piala Dunia sejak edisi pertama 1930, 12 di antaranya direbut oleh negara-negara Eropa. Sembilan lainnya digondol negara-negara Amerika Selatan.

Dari delapan negara yang menjuarai Piala Dunia itu, lima di antaranya dari Eropa, sedangkan tiga lainnya dari Amerika Selatan.

Eropa juga mendominasi tim yang menjadi runner up Piala Dunia dari masa ke masa. Delapan negara Eropa 16 kali menjadi runner up Piala Dunia, sedangkan dari Amerika Selatan hanya ada dua negara yang menjadi runner up.

Di samping karena peserta Eropa jauh lebih banyak dibandingkan dengan negara-negara lain mengingat koefisien dan peringkatnya yang rata-rata tinggi, prestasi tinggi sepak bola Eropa juga buah dari begitu banyaknya kompetisi sepak bola di benua ini.

Dan buahnya itu tak saja dinikmati Eropa, karena kawasan-kawasan lain di dunia juga mencicipinya. Ini terjadi karena talenta-talenta terbaik semua kawasan turut dibesarkan oleh liga-liga Eropa mengingat benua ini menjadi ajang bertarung para pesepakbola terbaik dari lima benua.

Piala Dunia 2022 bisa jadi tetap menjadi arena unjuk gigi tim-tim Eropa, selain tim-tim Amerika Selatan.

Yang menarik adalah apakah Qatar akan melahirkan juara dunia muka baru? Pertanyaan ini selalu diajukan setiap Piala Dunia, dan selalu pula tim-tim Eropa yang menjadi calon-calon terkuatnya. Belanda, Portugal dan Belgia adalah yang paling sering disebut.

Hal utama yang bisa dipetik dari begitu ketatnya kompetisi sepak bola Eropa adalah hubungannya yang tegak lurus dengan kian tingginya prestasi dan makin bagusnya kualitas olahraga.

Hal lainnya yang menarik adalah kaitannya dengan aspek industrialnya yang faktanya terus membesar dari masa ke masa, sekalipun hampir dua tahun ini diganggu oleh pandemi COVID-19.

Meminjam data Deloitte, pada 2019, kapitalisasi pasar sepak bola Eropa mencapai 28,4 miliar euro. Namun pada musim 2019/2020 mengalami kontraksi 13 persen.

Tapi tumbuh kembali satu musim kemudian yang menurut Deloitte menangguk total pendapatan 8,2 miliar euro yang 111 juta euro di antaranya dari pendapatan pertandingan atau matchday. 8,1 miliar euro lainnya dari hak siar dan komersial.

Semua itu gambaran bahwa kompetisi yang semakin sengit dan semakin sibuk, telah menciptakan dampak positif ikutan yang melebihi spektrum olahraganya sendiri.

Ini patut ditiru, tapi memang sulit mengingat butuh profesionalisme total dalam segala hal yang belum tentu bisa dilakukan di kawasan lain.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Delapan tim lolos otomatis 16 besar, 8 tim terpaksa playoff
Jumat, 04 November 2022 - 08:11 WIB

Delapan tim lolos otomatis 16 besar, 8 tim terpaksa playoff

Elshinta.com, Real Betis, St-Gilloise, Freiburg, Real Sociedad, Frenecvaros, Feyenord, Arsenal dan F...
Tierney tuntun Arsenal ke 16 besar usai taklukkan Zurich 1-0
Jumat, 04 November 2022 - 08:01 WIB

Tierney tuntun Arsenal ke 16 besar usai taklukkan Zurich 1-0

Elshinta.com, Gol Kieran Tierney membuat Arsenal membukukan kemenangan penting 1-0 atas FC Zurich da...
Hasil Grup A-D Liga Europa: Arsenal, Fenerbahce juga ke 16 besar
Jumat, 04 November 2022 - 07:45 WIB

Hasil Grup A-D Liga Europa: Arsenal, Fenerbahce juga ke 16 besar

Elshinta.com, Arsenal dan Fenerbahce menyusul Real Betis dan Union Saint-Gilloise serta empat juara ...
Hasil pertandingan Liga Europa lainnya: Sociedad menang
Jumat, 28 Oktober 2022 - 08:11 WIB

Hasil pertandingan Liga Europa lainnya: Sociedad menang

Elshinta.com, Real Sociedad kokoh di puncak klasemen dengan 15 poin setelah mencatat kemenangan keli...
AS Roma raih kemenangan tipis 2-1 atas HJK Helsinki
Jumat, 28 Oktober 2022 - 08:01 WIB

AS Roma raih kemenangan tipis 2-1 atas HJK Helsinki

Elshinta.com, AS Roma berhasil mengamankan tiga poin usai menang tipis 2-1 atas HJK Helsinki dalam m...
Union St.-Gilloise dan Real Betis lolos ke 16 besar Liga Europa
Jumat, 28 Oktober 2022 - 07:15 WIB

Union St.-Gilloise dan Real Betis lolos ke 16 besar Liga Europa

Elshinta.com, Union St.-Gilloise dan Real Betis memastikan lolos ke 16 besar Liga Europa setelah men...
PSV Eindhoven tekuk Arsenal dua gol tanpa balas
Jumat, 28 Oktober 2022 - 07:01 WIB

PSV Eindhoven tekuk Arsenal dua gol tanpa balas

Elshinta.com, PSV Eindhovenl menaklukkan Arsenal 2-0 dalam pertandinga kelima Grup A Liga Europa di ...
Arsenal menang tipis 1-0 lawan Bodo/Glimt
Jumat, 14 Oktober 2022 - 07:01 WIB

Arsenal menang tipis 1-0 lawan Bodo/Glimt

Elshinta.com, Arsenal hanya mampu menang tipis 1-0 saat bertandang ke Bodo/Glimt dalam lanjutan Grup...
Manchester United menang susah payah 1-0 atas Omonia Nicosia
Jumat, 14 Oktober 2022 - 06:45 WIB

Manchester United menang susah payah 1-0 atas Omonia Nicosia

Elshinta.com, Manchester United susah payah mengalahkan Omonia Nicosia dengan skor 1-0 dalam matchda...
AS Roma bermain imbang 1-1 lawan Real Betis
Jumat, 14 Oktober 2022 - 06:31 WIB

AS Roma bermain imbang 1-1 lawan Real Betis

Elshinta.com, AS Roma harus berbagi satu poin lawan Real Betis setelah bermain imbang 1-1 di matchda...

InfodariAnda (IdA)