Kasus suap pajak PT GMP spesifik, Pengacara: Hakim harus hati-hati memutus perkaranya 

Elshinta
Senin, 13 Juni 2022 - 18:10 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Kasus suap pajak PT GMP spesifik, Pengacara: Hakim harus hati-hati memutus perkaranya 
Sumber foto: Supriyarto Rudatin/elshinta.com.

Elshinta.com - Kuasa Hukum konsultan pajak `foresight consulting` Ryan Ahmad Ronas, Doktor T Mangaranap Sirait, menilai perkara pajak sangat spesifik, karena dia juga termasuk Lex Spesialis seperti perkara tipikor. 

Doktor Mangaranap Sirait berharap agar majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta dapat melihat karakteristik perkaranya sebelum menjatuhkan putusan selanya.

“Kasus ini memang spesifik, apalagi kasus korupsi terkait pemeriksaan pajak. Jadi masing-masing sistim pidana itu seringkali melihat kasus ini sebagai masalah biasa, padahal ini lex spesialis. Jadi kami harap hakim pertimbangkan dengan baik perkara ini dan melihat karakteristik perkara sebelum memberi putusan,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Supriyarto Rudatin, Senin (13/6).

Menurutnya posisi konsultan pajak sangat dilematis, karena kalau tidak kooperatif bisa tidak dianggap sebagai konsultan dan diganti yang lain.

“Konsultan pajak ini kan dalam posisi dilematis, krn ada pasal di uu pajak, kalau konsultan pajak tidak koperatif itu bisa dianggap bukan konsultas dan bisa diganti,” katanya.

Doktor Mangaranap Sirait menilai dalam perkara yang menjerat klienya, dapat dikategorikan sebagai  korban pemerasan dari oknum DJP Gatsu, Angin Prayitno dan kawan kawan.

“Kalau di eksepsi kita sampaikan, kalau ada dua tiga perusahaan menyetor dengan pola yang sama itu bukan suap. Tapi memang dari awal perencanaan sudah ada rencana untuk mendapatkan sesuatu,” katanya.

Diberitakan, Dalam sidang lanjutan perkara suap pajak dengan terdakwa konsultan pajak Aulia Imran Magribi dan Ryan Ahmad Ronas, jaksa penuntut umum KPK menyatakan tetap pada dakwaan terkait perkara dugaan suap manipulasi pajak PT Gunung Madu Plantations (GMP) senilai Rp 15 miliar.

Jaksa Yoga Pratama dan tim menilai, materi dari nota keberatan atau eksepsi dari penasehat hukum para terdakwa telah memasuki pokok perkara dan harus dibuktikan di persidangan nantinya.

Atas pertimbangan tersebut, jaksa meminta agar majelis hakim tipikor menolak eksepsi tim penasehat terdakwa.

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum KPK, Aulia Imran Magribi dan Ryan Ahmad Ronas bersama dengan General Manajer PT Gunung Madu Plantations (GMP) Lim Poh Ching , diiduga telah menyuap pejabat pemeriksa pajak, Angin Prayitno dan kawan-kawan.

“Melakukan perbuatan, memberi atau menjanjikan sesuatu yaitu memberi uang yang keseluruhannya sebesar Rp.15 Miliar,” ujar Yoga.

Menurut jaksa, suap dari dua orang  selaku konsultan pajak foresight consulting tersebut diberikan atas manipulasi pajak perusahaan GMP kepada Tim Pemeriksa Pajak DJP Gatsu Kementrian Keuangan. 

Mereka yang disuap adalah, mantan direktur  pemeriksaan dan penagihan (Direktur P2) pada Direktorat Jenderal Pajak Tahun 2016-2019, Angin Prayitno Aji, Kasubit kerjasama dan dukungan pemeriksaan Dadan Ramdani, supervisor pemeriksa pajak Wawan Ridwan, ketua tim Alfred Simanjuntak, Yulmanizar dan Febrian selaku tim pemeriksa.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Jaksa Agung sebut akan bekerja sama dengan KPK tangani Surya Darmadi
Selasa, 16 Agustus 2022 - 07:01 WIB

Jaksa Agung sebut akan bekerja sama dengan KPK tangani Surya Darmadi

Jaksa Agung Republik Indonesia Sanitiar Burhanuddin mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama deng...
Komnas HAM temukan indikasi `obstruction of justice` di TKP Duren Tiga
Senin, 15 Agustus 2022 - 23:35 WIB

Komnas HAM temukan indikasi `obstruction of justice` di TKP Duren Tiga

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI mengatakan berdasarkan hasil pengecekan di tempat ...
Polisi selidiki rumah Ferdy Sambo di Magelang
Senin, 15 Agustus 2022 - 23:05 WIB

Polisi selidiki rumah Ferdy Sambo di Magelang

Tim kepolisian melakukan penyelidikan di rumah singgah milik mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Fe...
Jangan `ngeyel` permainkan hukum
Senin, 15 Agustus 2022 - 22:05 WIB

Jangan `ngeyel` permainkan hukum

Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, menjadi perhatian banyak pihak setelah Bupati Mukti Agung Wibowo di...
Bupati HSU nonaktif Abdul Wahid divonis 8 tahun penjara
Senin, 15 Agustus 2022 - 21:51 WIB

Bupati HSU nonaktif Abdul Wahid divonis 8 tahun penjara

Ketua Majelis Hakim Yusriansyah yang memimpin persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipik...
Komnas HAM periksa rumah dinas Ferdy Sambo
Senin, 15 Agustus 2022 - 20:35 WIB

Komnas HAM periksa rumah dinas Ferdy Sambo

Kepolisian Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) terbunuhn...
Sopir truk masuk jurang di Rejang Lebong ditemukan tewas
Senin, 15 Agustus 2022 - 18:48 WIB

Sopir truk masuk jurang di Rejang Lebong ditemukan tewas

Sopir truk bermuatan karet mentah yang mengalami kecelakaan tunggal dan masuk jurang di Dusun Gardu,...
Karantina Kupang musnahkan ratusan kilogram daging asal Timor Leste
Senin, 15 Agustus 2022 - 18:36 WIB

Karantina Kupang musnahkan ratusan kilogram daging asal Timor Leste

Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang memusnahkan 122 kilogram daging olahan berkuku belah asal T...
Puluhan ribu ekstasi Malaysia masuk dari pelabuhan sungai di Pekanbaru
Senin, 15 Agustus 2022 - 18:12 WIB

Puluhan ribu ekstasi Malaysia masuk dari pelabuhan sungai di Pekanbaru

Puluhan ribu pil ekstasi produksi Malaysia diduga bisa masuk ke Provinsi Riau melalui pelabuhan keci...
Jaksa Agung sebut akan tahan Surya Darmadi selama 20 hari
Senin, 15 Agustus 2022 - 18:00 WIB

Jaksa Agung sebut akan tahan Surya Darmadi selama 20 hari

Jaksa Agung Republik Indonesia Sanitiar Burhanuddin mengatakan bahwa pihaknya akan menahan Pemilik D...

InfodariAnda (IdA)