Thailand semakin dekat izinkan pernikahan sesama jenis

Elshinta
Kamis, 16 Juni 2022 - 07:59 WIB |
Thailand semakin dekat izinkan pernikahan sesama jenis
Ilustrasi - Pasangan homoseksual bergandengan tangan dalam upacara pernikahan di pusat kota Roma (21/5/2005). ANTARA/REUTERS/Max Rossi/aa. (REUTERS/MAX ROSSI)

Elshinta.com - Thailand bergerak selangkah lebih dekat untuk menjadi negara kedua di Asia yang melegalkan pernikahan sesama jenis, setelah para anggota parlemennya meloloskan pembacaan pertama empat RUU berbeda mengenai pengesahan pernikahan sesama jenis.

Keempat RUU yang disetujui pada Rabu masing-masing berusaha untuk memberikan pasangan sesama jenis hak hukum yang hampir sama dengan pasangan heteroseksual.

Dua minggu lalu, kabinet mengesahkan dua RUU yang akan membuat undang-undang kemitraan sipil sesama jenis. RUU kemitraan sipil yang diusulkan oleh Partai Demokrat juga disetujui.

RUU pernikahan setara yang lebih liberal dari partai oposisi Move Forward juga disahkan, meskipun ada upaya pemerintah untuk membatalkannya. Rancangan itu berusaha untuk menggantikan istilah gender dalam undang-undang yang ada dan membuat pernikahan berlaku untuk semua orang.

"Ini adalah pertanda yang sangat baik. Harus ada standar yang sama untuk semua jenis kelamin, apakah itu serikat sipil atau pernikahan," kata Chumaporn "Waddao" Taengkliang, dari Koalisi Pelangi untuk Kesetaraan Pernikahan, mengacu pada persetujuan RUU tersebut.

Aktivis LGBT Thailand telah mengkritik dua RUU yang didukung pemerintah, dengan alasan tidak perlunya undang-undang khusus untuk pasangan sesama jenis. Mereka menuntut hanya amandemen untuk membuat undang-undang yang ada lebih inklusif.

Keempat RUU tersebut akan dibahas oleh komite beranggotakan 25 orang, yang akan memutuskan apakah akan mengirim salah satu dari RUU tersebut, atau rancangan konsolidasi, ke parlemen untuk dua pembacaan lagi, sebelum senat kemudian mendapat persetujuan kerajaan.

Thailand yang memiliki salah satu komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang paling terbuka dan terlihat di Asia, menambah citra toleransi dan daya tariknya sebagai tujuan liburan liberal bagi turis asing.

Tetapi para aktivis mengatakan undang-undang dan institusi Thailand belum mencerminkan perubahan sikap sosial dan masih mendiskriminasikan orang-orang LGBT dan pasangan sesama jenis.

Mahkamah Konstitusi tahun lalu memutuskan undang-undang pernikahan Thailand saat ini, yang hanya mengakui pasangan heteroseksual, adalah konstitusional, tetapi undang-undang yang direkomendasikan diperluas untuk memastikan hak-hak jenis kelamin lain.

Pengesahan RUU tersebut menyusul diselenggarakannya Pride Parade secara resmi di Thailand pekan lalu, di mana ribuan orang mengibarkan bendera pelangi dan menyerukan reformasi liberal.

Sejauh ini di Asia, hanya Taiwan yang melegalkan hubungan sesama jenis.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
India berharap Indonesia mampu atasi semua isu di ASEAN
Selasa, 16 Agustus 2022 - 16:10 WIB

India berharap Indonesia mampu atasi semua isu di ASEAN

India mendukung keketuaan Indonesia di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada 2023 pad...
Mahasiswa KKN Muhammadiyah gelar lomba HUT ke-77 RI di Kuala Lumpur
Senin, 15 Agustus 2022 - 08:01 WIB

Mahasiswa KKN Muhammadiyah gelar lomba HUT ke-77 RI di Kuala Lumpur

Mahasiswa yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Mal...
KBRI Bandar Seri Begawan peringati HUT RI dengan pemeriksaan gratis
Senin, 15 Agustus 2022 - 07:45 WIB

KBRI Bandar Seri Begawan peringati HUT RI dengan pemeriksaan gratis

Kedutaan RI di Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan secara...
Warga Malaysia dan Singapura ikut meriahkan lomba sampan layar
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 15:25 WIB

Warga Malaysia dan Singapura ikut meriahkan lomba sampan layar

Warga Negara Malaysia dan Singapura diperkirakan akan ikut memeriahkan perlombaan sampan layar yang ...
RI dan Malaysia perkuat kerja sama pertahanan
Selasa, 09 Agustus 2022 - 21:29 WIB

RI dan Malaysia perkuat kerja sama pertahanan

Pemerintah Indonesia dan Malaysia memperkuat kerja sama di bidang pertahanan lewat penandatanganan y...
Kemlu: Kondisi WNI di Taiwan aman setelah kunjungan Pelosi
Jumat, 05 Agustus 2022 - 16:43 WIB

Kemlu: Kondisi WNI di Taiwan aman setelah kunjungan Pelosi

Kementerian Luar Negeri memastikan sekitar 300 ribu WNI di Taiwan aman, menyusul kunjungan Ketua DPR...
Kemlu tangani kasus enam ABK WNI yang telantar di Filipina
Jumat, 05 Agustus 2022 - 13:40 WIB

Kemlu tangani kasus enam ABK WNI yang telantar di Filipina

Kementerian Luar Negeri menangani kasus enam WNI anak buah kapal (ABK) MV Sky Fortune yang telantar ...
Lima negara ASEAN kutuk eksekusi mati aktivis Myanmar
Senin, 01 Agustus 2022 - 12:59 WIB

Lima negara ASEAN kutuk eksekusi mati aktivis Myanmar

Lima perwakilan negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Komisi HAM Antarpemerintah...
Puing-puing roket Long March 5B milik China jatuh di Laut Sulu
Minggu, 31 Juli 2022 - 20:45 WIB

Puing-puing roket Long March 5B milik China jatuh di Laut Sulu

Badan Antariksa Malaysia (MYSA) mendeteksi puing-puing roket Long March 5B milik China yang berjatuh...
RI dan Malaysia sepakat kembali buka penempatan PMI pada Agustus 2022
Kamis, 28 Juli 2022 - 19:35 WIB

RI dan Malaysia sepakat kembali buka penempatan PMI pada Agustus 2022

Pemerintah Indonesia dan Malaysia telah menandatangani penyataan bersama dan berencana membuka kemb...

InfodariAnda (IdA)