Top
Begin typing your search above and press return to search.

Produksi susu sapi perah di Kabupaten Semarang meningkat

Penyakit mulut dan kuku (PMK) berdampak pada merosotnya produksi susu sapi perah di tingkat peternak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Produksi susu sapi perah di Kabupaten Semarang meningkat
X
Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Penyakit mulut dan kuku (PMK) berdampak pada merosotnya produksi susu sapi perah di tingkat peternak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Sedangkan tingkat kesembuhan hewan ternak yang terjangkit PMK mulai meningkat. Hal ini dikatakan Bupati Semarang, Ngesti Nugraha.

Menurutnya, peternak sangat terdampak atas PMK saat ini. Seperti peternak sapi potong yang hewan ternaknya menjadi kurus karena susah makan dan sapi perah turun drastik produksi susunya yang biasa dalam satu hari untuk satu ekor sapi bisa menghasilkan produksi susu 15 liter turun menjadi hanya 1 liter.

"Namun demikian seiring meningkatnya kesembuhan bagi hewan ternak produksi susu saat ini mulai naik 3 liter per hari untuk satu ekor sapi perah," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Senin (20/6).

Ngesti meminta berbagai pihak seperti penyuluh, tim medis dan dokter hewan untuk memberikan edukasi kepada peternak agar PMK dapat ditekan tidak menyebar.

"Kesembuhan bagi hewan ternak yang terjangkit PMK juga diharapkan dapat ditingkatkan agar sumber pendapatan peternak sapi potong dan peternak sapi perah dapat kembali membaik," harapnya.

Pemkab Semarang lanjutnya juga sudah menyalurkan bantuan obat-obatan kepada peternak dalam upaya penyembuhan hewan ternak yang terjangkit PMK.

"Sudah disalurkan obat-obatan dan disinfektan untuk penyemprotan kandang sapi," tandasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire