Komnas HAM: Masih banyak aduan pelanggaran hak atas tempat tinggal
Elshinta
Kamis, 23 Juni 2022 - 15:40 WIB |
Komnas HAM: Masih banyak aduan pelanggaran hak atas tempat tinggal
Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM RI Sandra Moniaga memimpin konsultasi publik penyusunan SNP tentang hak atas tempat tinggal yang layak yang diselenggarakan 22-23 Juni 2022 di Kota Medan, Sumatera Utara. ANTARA/HO-Humas Komnas HAM

Elshinta.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI mengatakan hingga saat ini masih banyak pengaduan yang masuk ke lembaga tersebut terkait pelanggaran hak atas tempat tinggal yang layak.

"Atas dasar itu, Komnas HAM menyusun Standar Norma Pengaturan tentang hak atas tempat tinggal yang layak," kata Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM RI Sandra Moniaga melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Selain itu, urgensi penyusunan SNP tentang hak atas tempat tinggal yang layak juga dilatarbelakangi masih ditemukan-nya peraturan maupun kebijakan di tingkat pusat dan daerah yang bersifat diskriminatif.

Berdasarkan hal tersebut, Komnas HAM menyusun SNP sebagai pedoman bagi aparat negara untuk memastikan tidak ada kebijakan serta tindakan pembatasan atau pelanggaran HAM, jelas dia.

Komnas HAM saat ini sedang melakukan konsultasi publik penyusunan SNP tentang hak atas tempat tinggal yang layak yang diselenggarakan 22 hingga 23 Juni 2022 di Kota Medan, Sumatera Utara.

Pelaksanaan konsultasi publik bertujuan membuka hak masyarakat agar ikut serta berpartisipasi dalam penyusunan SNP. Termasuk meminta masukan demi perbaikan materi muatan SNP.

Ia menambahkan publik masih bisa memberikan masukan draf SNP tentang hak atas tempat tinggal yang layak sampai dengan 10 Juli 2022. Hingga saat ini, Komnas HAM telah menerbitkan sembilan SNP yang bisa diunduh di laman www.komnasham.go.id

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KPK konfirmasi pegawai Pertamina soal mekanisme awal pengadaan LNG
Rabu, 29 Juni 2022 - 18:56 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi empat saksi mengenai mekanisme awal dilakukannya pe...
KPK telusuri sumber uang suap untuk Wali Kota Ambon
Rabu, 29 Juni 2022 - 18:21 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri sumber uang untuk tersangka Wali Kota Ambon Richard Lo...
Mahfud MD tegaskan penanganan kasus Indosurya tidak akan dihentikan
Rabu, 29 Juni 2022 - 16:25 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menegaskan penanganan kasus pen...
BSSN bentuk tim tanggap insiden siber di Lampung
Rabu, 29 Juni 2022 - 16:08 WIB
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) membentuk tim tanggap insiden siber di Provinsi Lampung guna mem...
Kejari Jakpus limpahkan tahap dua terkait dugaan korupsi Kemendikbud
Rabu, 29 Juni 2022 - 07:51 WIB
Penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat melimpahkan tahap dua (P21) terk...
Sopir tewaskan empat penumpang divonis 13 tahun
Rabu, 29 Juni 2022 - 07:39 WIB
Karto Manalu (40) sopir angkot Wampu Mini trayek 123 yang terlibat kecelakaan maut ditabrak kereta a...
Kejati Bali terima uang dana kredit fiktif dari dua tersangka korupsi
Selasa, 28 Juni 2022 - 23:31 WIB
Kejaksaan Tinggi Bali menerima uang sejumlah Rp1.150.000.000 dari keluarga dua tersangka korupsi dan...
Kurir 25 kg sabu dituntut hukuman mati di PN Medan
Selasa, 28 Juni 2022 - 21:01 WIB
Terdakwa IS, kurir yang membawa narkotika jenis sabu seberat 25 kg dari Kota Tajung Balai menuju Kot...
Polisi tetapkan ketua koperasi di Sumbawa tersangka penipuan dana PEN
Selasa, 28 Juni 2022 - 18:44 WIB
Penyidik Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menetapkan Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Rinjani C...
KPK dapat informasi ada pihak pengaruhi saksi dalam kasus dana PEN
Selasa, 28 Juni 2022 - 18:20 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperoleh informasi ada dugaan pihak-pihak tertentu yang sengaja...
InfodariAnda (IdA)