Peneliti CIPS: Digitalisasi solusi UMKM berkembang dan naik kelas
Elshinta
Kamis, 23 Juni 2022 - 18:33 WIB |
Peneliti CIPS: Digitalisasi solusi UMKM berkembang dan naik kelas
Pelaku UMKM melayani delegasi yang memilih perhiasan saat ekshibisi digitalisasi sistem pembayaran untuk UMKM di Pameran IKM Bali Bangkit, Taman Werdhi Budaya Art Centre, Denpasar, Bali, Jumat (13/5/2022). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/pras.

Elshinta.com - Associate Researcher Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Krisna Gupta menyatakan digitalisasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berkembang dan naik kelas.

Setelah melewati fase sulit selama pandemi, UMKM diharapkan bisa memperluas skala usahanya dengan memanfaatkan digitalisasi.

“UMKM perlu terus didorong untuk menggunakan platform digital untuk memperluas jangkauan usahanya. Digitalisasi dapat membantu menghemat anggaran untuk pemasaran, menjangkau pasar yang lebih luas dan membuka peluang untuk mengembangkan produknya,” kata Krisna lewat keterangannya di Jakarta, Kamis.

Menurut Krisna, pandemi COVID-19 sudah mempercepat transformasi digital di Indonesia, termasuk bagi UMKM. Kebijakan pembatasan sosial serta perubahan pola konsumsi masyarakat memaksa UMKM untuk mengubah operasional usaha dengan menggunakan platform digital untuk pemasaran.

Penelitian CIPS menunjukkan jumlah pengguna internet di Indonesia setiap tahun selalu tumbuh. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dirilis pada Juni 2022, tingkat penetrasi internet sudah mencapai 77,02 persen dan hampir 211 juta pengguna.

Penetrasi yang tinggi itu tentu perlu dimanfaatkan dengan baik karena pandemi memang memberikan akselerasi terhadap proses digitalisasi di semua sektor.

Sayangnya pengetahuan teknologi yang masih rendah, keterbatasan infrastruktur, dan tenaga kerja yang kurang terampil dalam menggunakan teknologi masih menjadi kendala digitalisasi UMKM, sebut penelitian CIPS.

“Keragaman jenis UMKM juga membutuhkan intervensi yang tidak seragam supaya hasil yang diharapkan bisa tercapai,” tambahnya.

Penelitian CIPS merekomendasikan perlunya basis data yang andal dan diperbarui secara berkala untuk memetakan banyak bentuk UMKM untuk memberikan intervensi yang tepat.

Untuk mengatasi hal ini, kementerian dan lembaga pemerintah harus bekerja sama dengan pemangku kepentingan swasta dan mengadopsi koregulasi atau pengaturan bersama, di mana ada pembagian tanggung jawab antara negara dan pemangku kepentingan swasta berbasis luas baik dalam pembuatan kebijakan maupun penegakannya.

Mengenali berbagai jenis dan kebutuhan UMKM sangat penting untuk intervensi kebijakan yang optimal dan tepat sasaran. Hal ini juga perlu didukung adanya basis data yang akurat.

Tetapi agar hal itu efektif, lanjut Krisna, pihak swasta seperti penyedia pasar online atau asosiasi bisnis harus terlibat dalam pembuatan dan penegakan kebijakan dengan menggunakan pendekatan co-regulation atau pengaturan bersama.

Pemangku kepentingan publik dan swasta dinilai perlu saling melengkapi satu sama lain untuk meningkatkan akurasi basis data UMKM.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
41 Pelaku UMKM Lombok Tengah siap tawarkan produk unggulan di MXGP
Kamis, 23 Juni 2022 - 19:21 WIB
Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menyatakan, sebanyak 41 pelaku UMKM ikut...
Peneliti CIPS: Digitalisasi solusi UMKM berkembang dan naik kelas
Kamis, 23 Juni 2022 - 18:33 WIB
Associate Researcher Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Krisna Gupta menyatakan digitalis...
Pemprov Jateng gandeng lokapasar edukasi UMKM untuk `go digital`
Jumat, 17 Juni 2022 - 23:07 WIB
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng salah satu lokapasar (e-commerce) di Tanah Air untuk m...
Pj Gubernur Papua Barat minta kepala daerah promosikan produk unggulan
Selasa, 14 Juni 2022 - 06:15 WIB
Pejabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw meminta para kepala daerah di wilayahnya agar mempromo...
Fasilitas pemasaran tingkatkan daya saing produk kerajinan UMKM di Bali 
Jumat, 27 Mei 2022 - 14:58 WIB
Koperasi dan UKM bersama PT Oriental Indrakila Persada (IOP) telah menandatangani nota kesepahaman a...
PLN ajak masyarakat beli produk UMKM di marketplace PLN mobile
Rabu, 18 Mei 2022 - 11:57 WIB
PT PLN (Persero) mendukung penuh pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui perluas...
Pemkot Medan kembali gelar beranda kreatif di halaman kantor wali kota
Minggu, 15 Mei 2022 - 21:59 WIB
Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara, kembali menggelar Beranda Kreatif Medan dengan menerapkan pro...
Delegasi G20 kunjungi pameran UMKM dan coba gunakan QRIS di Denpasar
Jumat, 13 Mei 2022 - 22:09 WIB
Peserta seminar internasional \\\"Digital Transformation for Financial Inclusion of Women, Youth, an...
180 UMKM terlibat dalam pameran UMKM di Labuan Bajo
Minggu, 08 Mei 2022 - 16:35 WIB
Sebanyak 180 pelaku UMKM terlibat dalam pameran UMKM yang diselenggarakan oleh DPD Asosiasi Seniman ...
Nestle hadirkan inovasi bantu UMKM Indonesia lakukan pemasaran kreatif
Minggu, 24 April 2022 - 10:57 WIB
Nestle Indonesia menghadirkan inovasi dalam hal teknologi digital untuk membantu Usaha Mikro Kecil d...
InfodariAnda (IdA)