Kemlu RI: Pembebasan majikan Adelina di Malaysia lukai rasa keadilan

Elshinta
Sabtu, 25 Juni 2022 - 21:45 WIB |
Kemlu RI: Pembebasan majikan Adelina di Malaysia lukai rasa keadilan
Arsip - S Ambika (kanan), majikan Adelina Lisao, asisten rumah tangga asal Kupang Nusa Tenggara Timur yang meninggal akibat penyiksaan, berjalan didampingi petugas menuju ruang sidang Mahkamah Banding di Putrajaya, Malaysia, 14 Januari 2020. (ANTARA/Agus Setiawan/pd)

Elshinta.com - Kementerian Luar Negeri RI mengatakan putusan Mahkamah Persekutuan Malaysia yang menguatkan putusan pengadilan banding untuk membebaskan majikan Adelina, seorang tenaga kerja asal Indonesia yang meninggal akibat penyiksaan majikannya, Ambika, mengecewakan dan melukai rasa keadilan.

“Putusan ini tentu sangat mengecewakan dan melukai rasa keadilan masyarakat Indonesia,” kata Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Judha Nugraha dalam pernyataan melalui pesan singkat, Sabtu.

Menurut dia, penuntutan dalam kasus tersebut dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), sesuai dengan hukum yang berlaku di Malaysia.

KBRI Kuala Lumpur dan Konsulat Jenderal RI di Penang juga telah menunjuk pengacara (retainer lawyer) untuk memantau proses persidangan.

Judha mengatakan bahwa dari hasil pengamatan persidangan, terlihat bahwa JPU tidak cermat dan tak serius dalam menangani kasus Adelina.

“Berbagai upaya telah dilakukan sejak awal oleh Pemerintah RI untuk memberikan keadilan bagi Adelina dan keluarganya. Di Indonesia, berkat kerja sama dengan Kepolisian dan Pemerintah Daerah NTT, tiga orang perekrut mendiang Adelina telah ditangkap,” tambah Judha.

Dengan keluarnya putusan tersebut, perjuangan mendapatkan keadilan bagi Adelina Sau melalui jalur hukum telah berakhir.

Meski demikian, kata Judha, pemerintah akan tetap menempuh jalur lain, yakni jalur perdata.

Dia menambahkan bahwa tuntutan perdata harus diajukan oleh ahli waris Adelina, namun pemerintah akan mengawal prosesnya, jika tuntutan diajukan, melalui KBRI Kuala Lumpur dan KJRI Penang, termasuk menyediakan jasa pengacara.

Adelina Lisao, yang bekerja sebagai asisten rumah tangga, meninggal pada 2018 setelah mengalami penyiksaan yang diduga dilakukan oleh majikannya, Ambika.

Hakim Mahkamah Persekutuan memutuskan pada Kamis untuk menolak banding yang diajukan jaksa atas putusan Pengadilan Tinggi pada April 2019 yang dikuatkan Mahkamah Banding Malaysia pada September 2020 terkait pembebasan Ambika, terdakwa dalam kasus tersebut.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
India berharap Indonesia mampu atasi semua isu di ASEAN
Selasa, 16 Agustus 2022 - 16:10 WIB

India berharap Indonesia mampu atasi semua isu di ASEAN

India mendukung keketuaan Indonesia di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada 2023 pad...
Mahasiswa KKN Muhammadiyah gelar lomba HUT ke-77 RI di Kuala Lumpur
Senin, 15 Agustus 2022 - 08:01 WIB

Mahasiswa KKN Muhammadiyah gelar lomba HUT ke-77 RI di Kuala Lumpur

Mahasiswa yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Mal...
KBRI Bandar Seri Begawan peringati HUT RI dengan pemeriksaan gratis
Senin, 15 Agustus 2022 - 07:45 WIB

KBRI Bandar Seri Begawan peringati HUT RI dengan pemeriksaan gratis

Kedutaan RI di Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan secara...
Warga Malaysia dan Singapura ikut meriahkan lomba sampan layar
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 15:25 WIB

Warga Malaysia dan Singapura ikut meriahkan lomba sampan layar

Warga Negara Malaysia dan Singapura diperkirakan akan ikut memeriahkan perlombaan sampan layar yang ...
RI dan Malaysia perkuat kerja sama pertahanan
Selasa, 09 Agustus 2022 - 21:29 WIB

RI dan Malaysia perkuat kerja sama pertahanan

Pemerintah Indonesia dan Malaysia memperkuat kerja sama di bidang pertahanan lewat penandatanganan y...
Kemlu: Kondisi WNI di Taiwan aman setelah kunjungan Pelosi
Jumat, 05 Agustus 2022 - 16:43 WIB

Kemlu: Kondisi WNI di Taiwan aman setelah kunjungan Pelosi

Kementerian Luar Negeri memastikan sekitar 300 ribu WNI di Taiwan aman, menyusul kunjungan Ketua DPR...
Kemlu tangani kasus enam ABK WNI yang telantar di Filipina
Jumat, 05 Agustus 2022 - 13:40 WIB

Kemlu tangani kasus enam ABK WNI yang telantar di Filipina

Kementerian Luar Negeri menangani kasus enam WNI anak buah kapal (ABK) MV Sky Fortune yang telantar ...
Lima negara ASEAN kutuk eksekusi mati aktivis Myanmar
Senin, 01 Agustus 2022 - 12:59 WIB

Lima negara ASEAN kutuk eksekusi mati aktivis Myanmar

Lima perwakilan negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Komisi HAM Antarpemerintah...
Puing-puing roket Long March 5B milik China jatuh di Laut Sulu
Minggu, 31 Juli 2022 - 20:45 WIB

Puing-puing roket Long March 5B milik China jatuh di Laut Sulu

Badan Antariksa Malaysia (MYSA) mendeteksi puing-puing roket Long March 5B milik China yang berjatuh...
RI dan Malaysia sepakat kembali buka penempatan PMI pada Agustus 2022
Kamis, 28 Juli 2022 - 19:35 WIB

RI dan Malaysia sepakat kembali buka penempatan PMI pada Agustus 2022

Pemerintah Indonesia dan Malaysia telah menandatangani penyataan bersama dan berencana membuka kemb...

InfodariAnda (IdA)