MemoRI 03 Juli

3 Juli 1946: Usaha kudeta Persatuan Perjuangan

Elshinta
Penulis : Calista Aziza | Editor : Administrator
3 Juli 1946: Usaha kudeta Persatuan Perjuangan
Sutan Sjahrir bersama Agus Salim, Charles Tambu, Sumitro Djojohadikusumo dan Soedjatmoko dalam sidang Dewan Keamanan PBB di Lake Success, 1947. Renungan dan Perjuangan Bianglala

Elshinta.com - Hari ini 76 tahun yang lalu, upaya kudeta terhadap pemerintah yang sah di Indonesia pertama kali terjadi. Ketidakpuasan atas kepemimpinan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang dirasakan sekelompok tokoh pergerakan melatarbelakangi peristiwa ini. Tokoh-tokoh pergerakan seperti Tan Malaka, Achmad Soebardjo, dan Sukarni menilai Sutan Sjahrir terlalu senang berdiplomasi dan berkompromi dengan Belanda.

Pada 23 Maret 1946, tokoh pergerakan dari Persatuan Perjuangan, seperti Tan Malaka, Achmad soebardjo, dan Sukarni ditangkap dengan tuduhan akan melakukan penculikan terhadap para anggota kabinet Sjahrir. Pada 26 Juni 1946, tuduhan tersebut menjadi kenyataan. Sutan Sjahrir dan beberapa anggota kabinet yang lain diculik oleh orang yang tak dikenal.

Soekarno yang marah lalu berpidato pada 28 Juni 1946 dan menyatakan negara sedang dalam keadaan bahaya sehingga seluruh kekuasaan pemerintah diserahkan kembali kepada Presiden Republik Indonesia. Lewat radio, Soekarno mendesak pembebasan Sjahrir dan anggota kabinet yang lain. Hal ini berbuah hasil dengan dibebaskannya Sjahrir.

Namun upaya kudeta tetap terjadi dan puncaknya adalah 3 Juli 1946. Saat itu, Mayor Sudarsono dan beberapa orang menghadap Presiden Soekarno dan menyodorkan maklumat agar memberhentikan Kabinet Sjahrir II. Maklumat ini juga mendesak agar presiden menyerahkan pimpinan politik, sosial, dan ekonomi kepada Dewan Pimpinan Politik yang diusulkan diisi oleh Tan Malaka, Muhammad Yamin, Ahmad Subarjo, Boentaran Martoatmodjo, Budhyarto Martoatmodjo, Sukarni, Chaerul Saleh, Sudiro, Gatot, dan Iwa Kusuma Sumantri.

Maklumat tersebut ditolak oleh Soekarno dan ia memerintahkan penangkapan Mayor Sudarsono karena dianggap melakukan upaya makar dan kudeta. Pada akhirnya, Sudarsono dan Muhammad Yamin dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun penjara.

Belakangan semua tahanan ini dibebaskan oleh Soekarno melalui pemberian grasi pada 17 Agustus 1948 dan nama-nama mereka yang dahulu menjadi aktor kudeta saat ini sudah menjadi pahlawan nasional.

Sumber: tempo.co

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Pengamat: Waspadai eksploitasi politik identitas SARA di Pemilu 2024
Kamis, 11 Agustus 2022 - 23:23 WIB

Pengamat: Waspadai eksploitasi politik identitas SARA di Pemilu 2024

Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur, Dr Ahmad Atang mendorong...
Partai Buruh optimistis lolos verifikasi KPU
Kamis, 11 Agustus 2022 - 23:11 WIB

Partai Buruh optimistis lolos verifikasi KPU

Presiden Partai Buruh Said Iqbal optimistis Partai Buruh bakal lolos tahapan verifikasi persyaratan ...
DPR minta pemerintah siapkan rencana cadangan penyaluran BBM subsidi
Kamis, 11 Agustus 2022 - 21:47 WIB

DPR minta pemerintah siapkan rencana cadangan penyaluran BBM subsidi

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah menyiapkan rencana cadangan atau `contingency plan` me...
Tito komitmen perbaiki integritas di lingkungan Kemendagri
Kamis, 11 Agustus 2022 - 19:47 WIB

Tito komitmen perbaiki integritas di lingkungan Kemendagri

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berkomitmen untuk memperbaiki integritas di lingkunga...
Megawati sebut Bung Karno buat koridor strategis tiga matra TNI
Kamis, 11 Agustus 2022 - 18:59 WIB

Megawati sebut Bung Karno buat koridor strategis tiga matra TNI

Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri menyebut Bung Karno membuat koridor strategis dengan menem...
Ketua MPR imbau pejabat tidak `tipis telinga` bila dikritik
Kamis, 11 Agustus 2022 - 17:11 WIB

Ketua MPR imbau pejabat tidak `tipis telinga` bila dikritik

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengimbau pejabat negara tidak `tipis telinga` atau mudah marah apabil...
Moeldoko: Pemimpin Indonesia harus memiliki kapasitas tinggi
Kamis, 11 Agustus 2022 - 16:03 WIB

Moeldoko: Pemimpin Indonesia harus memiliki kapasitas tinggi

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan Indonesia memerlukan pemimpin yang memiliki kapasitas ...
Megawati setuju Ratu Kalinyamat dijadikan pahlawan nasional
Kamis, 11 Agustus 2022 - 14:56 WIB

Megawati setuju Ratu Kalinyamat dijadikan pahlawan nasional

Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri berpendapat Ratu Kalinyamat layak mendapat gelar pahlawan ...
Kasal: Megawati memiliki kepedulian terhadap kekuatan militer
Kamis, 11 Agustus 2022 - 12:24 WIB

Kasal: Megawati memiliki kepedulian terhadap kekuatan militer

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono menyebutkan, Presiden Kelima RI Megawat...
DKPP berhentikan tetap dua penyelenggara pemilu
Kamis, 11 Agustus 2022 - 07:23 WIB

DKPP berhentikan tetap dua penyelenggara pemilu

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada dua penyelenggar...

InfodariAnda (IdA)