Top
Begin typing your search above and press return to search.

Dircegah Densus 88 ingatkan bahaya media sosial sebagai pintu menuju gerakan radikal

Tentu saja ikrar yang dilakukan sebagai salah satu bentuk serta komitmen FISIP pasca ditangkapnya Ilham Alfarizi, mahasiswa semester VI Fakultas FISIP Jurusan Hukum Internasional oleh Tim Densus 88 karena menghimpun dana untuk ISIS dan diduga melakukan amaliah dengan sasaran fasilitas umum dan kantor kepolisian, Febuari 2022 lalu.

Dircegah Densus 88 ingatkan bahaya media sosial sebagai pintu menuju gerakan radikal
X
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - “Kami seluruh masyarakat dan mahasiswa Universitas Brawijaya menolak paham intoleran, radikalisme dan terorisme di Universitas Brawijaya. NKRI Harga Mati,” ikrar Presiden Eksekutif Mahasiswa, Muhammad Nurcholis Mahendra di aula Nuswantara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ( FISIP) Universitas Brawijaya Malang.

Sebelum deklarasi sejumlah tokoh diantaranya Rektor Universitas Brawijaya, Prof Widodo S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc, Dekan FISIP UB, Dr Sholih Muadi SH., M.Si, Direktur Pencegahan Densus 88 Kombes Tubagus Ami Prindani, Kapolresta Malang Kota Kombes Budi Hermanto, Kapolres Kabupaten Malang , AKBP .Firly Hidayat membubuhkan tanda tangan di poster bertuliskan penandatamganan bersama dalam menolak intoleran, radikalisme dan terorisme di Universitas Brawijaya Malang yang dibawa mahasiswa.

Tentu saja ikrar yang dilakukan sebagai salah satu bentuk serta komitmen FISIP pasca ditangkapnya Ilham Alfarizi, mahasiswa semester VI Fakultas FISIP Jurusan Hukum Internasional oleh Tim Densus 88 karena menghimpun dana untuk ISIS dan diduga melakukan amaliah dengan sasaran fasilitas umum dan kantor kepolisian, Febuari 2022 lalu.

Direktur Pencegahan Densus 88, Kombes Pol Tubagus Ami Prindani mengungkapkan Universitas Brawijaya bisa menjadi kampus pertama yang melakukan kerjasama dengan Densus 88 terutama dalam aspek pencegahan.

“Sekarang kami masih pembahasan dulu karena nanti ada bahasa kalimat yang kami perbaiki. Tapi jika FISIP akan menularkan ke fakultas-fakultas lain di UB. Maka kami jika ini sukses akan membawa konsep kerjasama ke kampus-kampus yang lain,” tegasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Sabtu (2/7).

Terkait ditangkapnya mahasiswa UB oleh Densus 88, Tubagus Ami Prindani mengungkapkan ada kemungkinan yang bersangkutan terpapar dan ikut jaringan terorisme dari media sosial.

“Semula ia ingin memperdalam agama namun kemudian ditarik ke jaringan ISIS, dan teroris ini selalu melakukan berbagai cara untuk mencari dan merekrut anggota, bisa melalui unit kegiatan kemahasiswan, remaja masjid, kajian-kajian tertentu serta pecinta alam,“ jelasnya.

Sementara itu, Rektor UB, Prof Widodo S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc mengapresiasi deklarasi tersebut. Dia menegaskan UB akan fokus membantu Densus 88 khususnya pada aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi seperti penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Di kampus tentu kami akan fokus pada pendidikan karakter mahasiswa. Bentuknya banyak bisa masuk kurikulum atau pembekalan kehidupan sehari hari dan terutama cara berpikir,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dekan FISIP UB, Dr Sholih Muadi SH M.Si menjelaskan mencegah radikalisme ini bisa nanti dimasukkan kurikulum kuliah non sks. “Tentu jika dimasukkan SKS akan sangat banyak variabelnya,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Bhudi Hermanto yang menekankan akan pentingnya kesatuan dan persatuan sebagai cara untuk membentengi diri dari masuknya gerakan radikalisme.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire