Kemenko PMK sambut baik usulan cuti melahirkan enam bulan

Elshinta
Sabtu, 02 Juli 2022 - 18:11 WIB |
Kemenko PMK sambut baik usulan cuti melahirkan enam bulan
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri saat wawancara virtual bersama ANTARA. ANTARA/Wuryanti Puspitasari.

Elshinta.com - Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyambut baik usulan cuti melahirkan selama enam bulan yang tertulis dalam Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) guna mewujudkan generasi unggul dan berkualitas.

"RUU KIA sangat bermanfaat dan berdampak positif utamanya dari mulai mempersiapkan kelahiran, pemulihan kesehatan ibu, dan pemberian ASI bagi sang bayi secara eksklusif," kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri ketika dihubungi Antara di Jakarta, Sabtu.

Femmy Eka Kartika Putri menambahkan dengan pemberian ASI eksklusif maka diharapkan akan mencegah terjadinya masalah kekerdilan atau stunting.

"Pemberian ASI eksklusif mampu mengoptimalkan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi, selain itu juga secara tidak langsung dapat mempertahankan produktivitas dan berdampak positif untuk ketahanan keluarga," katanya.

Pemberian ASI eksklusif enam bulan, kata dia, diharapkan juga dapat mendukung program percepatan penurunan prevalensi stunting.

"Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa pemberian ASI eksklusif kepada bayi dapat memberikan berbagai manfaat seperti meningkatkan ketahanan tubuh bayi serta membantu perkembangan otak dan fisik bayi," katanya.

Femmy menambahkan masa cuti enam bulan juga akan membuat ibu memiliki waktu lebih banyak untuk melakukan stimulasi pada anak mereka, mengingat stimulasi sejak usia dini memiliki manfaat sangat banyak untuk mendukung proses tumbuh kembang.

RUU KIA, tambah dia, juga akan mendukung program peningkatan kesetaraan gender khususnya dalam hal pengasuhan anak.

Dalam draf RUU KIA pasal 6 ayat (2) disebutkan bahwa suami berhak mendapatkan cuti pendampingan paling lama 40 hari kerja.

"Hal ini tentu akan semakin mempertegas pesan bahwa pengasuhan anak merupakan tugas bersama, baik itu oleh istri maupun suami," katanya.

Dia menambahkan, usulan cuti melahirkan enam bulan dalam RUU KIA merupakan salah satu bentuk upaya dalam meningkatkan kesejahteraan dan pemenuhan hak-hak pekerja perempuan.

"Setelah melahirkan, perempuan biasanya mengalami perubahan pada tubuh, mulai dari nifas yang lamanya masing-masing perempuan dapat berbeda-beda. Sampai dengan perubahan bentuk tubuh seperti perut membuncit, kaki membengkak dan kulit wajah yang kusam dan berjerawat," katanya.

Secara psikologis, kata dia, masa cuti selama enam bulan akan memberikan waktu yang lebih banyak kepada perempuan untuk melakukan berbagai penyesuaian dan beradaptasi dengan perubahan biologis maupun psikologis.

"Terlebih lagi dalam kondisi tersebut perempuan rentan untuk mengalami permasalahan psikologis seperti sindrom 'baby blues' hingga depresi pascamelahirkan yang dapat berlangsung cukup lama," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Presiden tegaskan perlindungan hukum rakyat harus terus diperkuat
Selasa, 16 Agustus 2022 - 13:55 WIB

Presiden tegaskan perlindungan hukum rakyat harus terus diperkuat

Presiden RI Joko Widodo menegaskan perlindungan hukum, sosial, politik dan ekonomi untuk rakyat haru...
Semarak HUT ke-77 RI, Polda Jatim gelar Gebyar Nusantara Gemilang Jawa Timur 2022
Selasa, 16 Agustus 2022 - 13:25 WIB

Semarak HUT ke-77 RI, Polda Jatim gelar Gebyar Nusantara Gemilang Jawa Timur 2022

Malam puncak Gebyar Nusantara Gemilang Jawa Timur 2022 yang digelar oleh Polda Jatim berlangsung mer...
Presiden jelaskan baju adat asal Babel bermakna kesejukan dan harapan
Selasa, 16 Agustus 2022 - 13:06 WIB

Presiden jelaskan baju adat asal Babel bermakna kesejukan dan harapan

Presiden Joko Widodo mengenakan busana adat bernama Paksian yang berasal dari Provinsi Bangka Belitu...
BMKG sebut Bengkulu waspada bencana hidrometeorologi
Selasa, 16 Agustus 2022 - 12:38 WIB

BMKG sebut Bengkulu waspada bencana hidrometeorologi

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Fatmawati Bengkulu menyebutkan bahwa har...
Presiden tegaskan lima agenda besar nasional tidak boleh terhenti
Selasa, 16 Agustus 2022 - 12:14 WIB

Presiden tegaskan lima agenda besar nasional tidak boleh terhenti

Presiden RI Joko Widodo menegaskan ada lima agenda besar nasional yang tidak boleh berhenti meskipun...
Bupati minta kepala desa tingkatkan pelayanan dan amanah kelola keuangan
Selasa, 16 Agustus 2022 - 11:45 WIB

Bupati minta kepala desa tingkatkan pelayanan dan amanah kelola keuangan

Bupati Bandung H.M Dadang Supriatna menginstruksikan para kepala desa untuk meningkatkan pelayanan t...
Kapolda Aceh: Pupuk perdamaian dengan kesejahteraan
Selasa, 16 Agustus 2022 - 10:56 WIB

Kapolda Aceh: Pupuk perdamaian dengan kesejahteraan

Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar mengajak seluruh pihak untuk memupuk dan menjaga perdamaian Aceh yan...
Jasa Marga: Mobilisasi masyarakat jadi katalis positif jalan tol
Selasa, 16 Agustus 2022 - 09:11 WIB

Jasa Marga: Mobilisasi masyarakat jadi katalis positif jalan tol

PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyebutkan mobilisasi masyarakat akan menjadi katalis positif terhadap ...
APEKSI usul penghapusan tenaga honorer bertahap mulai 2023
Selasa, 16 Agustus 2022 - 08:59 WIB

APEKSI usul penghapusan tenaga honorer bertahap mulai 2023

Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) mengusulkan Pemerintah Pusat membuat tahap...
KAI hadirkan `livery` dan ornamen HUT RI
Selasa, 16 Agustus 2022 - 08:35 WIB

KAI hadirkan `livery` dan ornamen HUT RI

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memasang livery khusus pada lokomotif kereta dan ornamen HUT RI ...

InfodariAnda (IdA)