Israel akan selidiki peluru yang tewaskan jurnalis Al Jazeera

Elshinta
Minggu, 03 Juli 2022 - 20:35 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Israel akan selidiki peluru yang tewaskan jurnalis Al Jazeera
Seorang wanita berjalan melewati grafiti dilukis sebagai penghormatan bagi jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh, yang ditembak mati selama serangan militer Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat, di Nazareth, Israel, Senin (16/5/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Ammar Awad/FOC/djo

Elshinta.com - Israel pada Minggu mengatakan akan menyelidiki sebuah peluru yang menewaskan jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh, untuk memastikan apakah salah satu tentaranya yang menembak warga Palestina-Amerika itu.

Israel juga mengatakan seorang pemantau dari Amerika Serikat akan berada di lokasi saat pemeriksaan berlangsung, yang hasilnya kemungkinan akan muncul dalam beberapa jam.

Palestina, yang pada Sabtu (2/7) menyerahkan peluru tersebut kepada seorang koordinator dari AS, mengatakan mereka diberi jaminan bahwa Israel tidak akan ikut serta dalam uji balistik itu.

Washington belum berkomentar. Amerika Serikat sedang merayakan hari libur 4 Juli.

Shireen Abu Akleh tewas pada 11 Mei ketika Israel melakukan penggerebekan di Tepi Barat yang didudukinya.

Perselisihan antara Israel dan Palestina soal keadaan saat penembakan telah membayangi rencana lawatan Presiden AS Joe Biden bulan ini.

Palestina menuduh militer Israel membunuh Abu Akleh dengan sengaja.

Tuduhan itu dibantah Israel, yang mengatakan bahwa Akleh kemungkinan terkena tembakan tentara secara tidak sengaja atau oleh warga bersenjata Palestina yang bentrok dengan pasukannya.

"Tes (balistik) itu bukan akan dijalankan oleh Amerika. Tesnya akan dilaksanakan oleh Israel, seorang warga Amerika akan berada di sana untuk menyaksikan proses itu," kata juru bicara militer Israel Brigadir Jenderal Ran Kochav.

"Dalam beberapa hari atau beberapa jam mendatang akan jelas apakah sebenarnya kami yang membunuh dia, tanpa disengaja, atau apakah orang bersenjata di pihak Palestina," kata jubir tersebut kepada Army Radio.

"Kalau kami yang membunuhnya, kami akan bertanggung jawab dan menyesalkan apa yang telah terjadi."

Akram Al-Khatib, jaksa penuntut umum untuk Otoritas Palestina, mengatakan penyelidikan itu akan dilangsungkan di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem.

"Kami mendapat jaminan dari koordinator Amerika tersebut bahwa pemeriksaan itu akan dilaksanakan oleh mereka dan bahwa pihak Israel tidak akan mengambil bagian," kata Al-Khatib kepada radio Voice of Palestina.

Al-Khatib juga memperkirakan bahwa hasil penyelidikan sudah akan diketahui pada Minggu.

Presiden Biden dijadwalkan melakukan pertemuan secara terpisah dengan para pemimpin Palestina dan Israel pada 13-16 Juli.

Kasus Abu Akleh akan menjadi ujian diplomatik dan dalam negeri bagi Perdana Menteri Yair Lapid, yang baru menjabat.

Wakil Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel Yoav Segalovitz mengatakan Lapid sudah terlibat dalam "pengaturan ketibaan dan pemindahan peluru ini".

"Tes balistik akan memakan waktu beberapa hari, bersama beberapa ahli, untuk memastikan bahwa penilaian dilakukan secara ketat," kata Segalovitz kepada Army Radio.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Dukungan pemerintah berhasil bantu UKM Jepang lewati pandemi
Rabu, 01 Februari 2023 - 08:47 WIB

Dukungan pemerintah berhasil bantu UKM Jepang lewati pandemi

Elshinta.com, Sejumlah dukungan untuk penanganan dampak COVID-19 berhasil membantu Usaha Kecil dan M...
China serukan Israel tahan diri
Selasa, 31 Januari 2023 - 06:45 WIB

China serukan Israel tahan diri

Elshinta.com, China menyerukan kepada semua pihak, khususnya Israel, untuk mencegah situasi konflik ...
Beijing tolak kesepakatan pembatasan akses ekspor semikonduktor
Selasa, 31 Januari 2023 - 06:15 WIB

Beijing tolak kesepakatan pembatasan akses ekspor semikonduktor

Elshinta.com, Kementerian Luar Negeri China (MFA) menentang kesepakatan yang dicapai Amerika Serikat...
Nissan tarik kembali 520.000 mobil karena kesalahan pada mesin
Senin, 30 Januari 2023 - 09:11 WIB

Nissan tarik kembali 520.000 mobil karena kesalahan pada mesin

Elshinta.com, Nissan Motor Co. pada Jumat (27/1) mengajukan kepada pemerintah Jepang penarikan kemba...
Mahasiswa Yamanashi Gakuin University kenalkan produk Indonesia ke warga Jepang
Selasa, 24 Januari 2023 - 15:05 WIB

Mahasiswa Yamanashi Gakuin University kenalkan produk Indonesia ke warga Jepang

Elshinta.com, Wakil Duta Besar Republik Indonesia John Tjahjanto Boestami menerima kehadiran 19 maha...
Empat orang tewas dalam kebakaran di kompleks apartemen Kobe di Jepang
Senin, 23 Januari 2023 - 13:11 WIB

Empat orang tewas dalam kebakaran di kompleks apartemen Kobe di Jepang

Elshinta.com, Empat orang tewas dan tiga lainnya dikhawatirkan juga tewas dalam kebakaran yang terja...
Pererat kerjasama, logo `65 Tahun RI-Jepang` diluncurkan 
Minggu, 22 Januari 2023 - 15:58 WIB

Pererat kerjasama, logo `65 Tahun RI-Jepang` diluncurkan 

Elshinta.com, Tepat 65 tahun yang lalu hubungan diplomatik Indonesia-Jepang resmi dibuka pada 20 Ja...
Menlu baru China kontak Menlu Retno
Minggu, 22 Januari 2023 - 06:45 WIB

Menlu baru China kontak Menlu Retno

Elshinta.com, Menteri Luar Negeri China Qin Gang melakukan percakapan via telepon dari Beijing denga...
China tegaskan dukungan untuk Iran dalam isu nuklir
Sabtu, 21 Januari 2023 - 20:45 WIB

China tegaskan dukungan untuk Iran dalam isu nuklir

Elshinta.com, China telah menegaskan kembali dukungannya kepada Iran dalam isu nuklir, serta mendesa...
Museum Anpanman Jepang bangkitkan nostalgia generasi 90-an
Sabtu, 21 Januari 2023 - 18:29 WIB

Museum Anpanman Jepang bangkitkan nostalgia generasi 90-an

Elshinta.com, Museum Anak Anpanman, yakni tokoh anime pahlawan berkepala roti, turut membangkitkan n...

InfodariAnda (IdA)