Pelapak kambing kurban di Sukoharjo tidak terdampak PMK
Penyakit mulut dan kuku (PMK) tidak berpengaruh pada penjualan kambing untuk kurban di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Bahkan permintaan naik sekitar 30 persen dibanding tahun sebelumnya.

Elshinta.com - Penyakit mulut dan kuku (PMK) tidak berpengaruh pada penjualan kambing untuk kurban di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Bahkan permintaan naik sekitar 30 persen dibanding tahun sebelumnya. Demikian halnya harga jual hewan kurban juga tetap tinggi.
Pelapak hewan kurban di Kelurahan/Kecamatan Sukoharjo, Sumarno mengaku PMK tidak berdampak pada penurunan permintaan kambing kurban. Bahkan dengan pelonggaran aturan berkegiatan berkaitan dengan pandemi Covid-19, permintaan kambing kurban justru mengalami kenaikan. Ditambah dengan adanya kebijakan penutupan pasar hewan untuk pengendalian PMK, pedagangan rata-rata diburu pembeli. sesuai dengan anjuran dari pemerintah daerah agar pembeli hewan kurban datang langsung ke penjual lokal.
"Pasar hewan ditutup, pembeli yang mendatangi pedagang," kata Sumarno seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Sabtu (9/7).
Menurut dia, kambing-kambing kurban ini masih didatangkan dari peternak asal Pracimantoro dan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. Memang ada aturan larangan mendatangkan ternak dari luar daerah, terutama transaksi di pasar hewan. Tetapi hal tersebut kurang efektif di lapangan. Dia tetap mencari dagangan ke peternakan langganan dengan catatan kambing-kambing tersebut sehat.
"Cari dagangan di peternakan langganan, tetapi tetap dipastikan sudah diperiksa oleh tim kesehatan hewan setempat. Di Sukoharjo diperiksa lagi oleh tim kesehatan hewan kabupaten," jelasnya.
Dikatakan Sumarno, stok kambing kurban tahun ini disediakan 150 ekor dengan kisaran harga antara Rp2.750.000 - Rp4.250.000 per ekor tergantung ukuran besar kecil hewan. Untuk jenis hanya menyediakan kambing jawa atau peranakan saja. Hingga H-2 Idul Adha ini 80 persen dagangannya sudah terjual. Kambing dengan harga sedang Rp3 jutaan yang paling ramai diburu pembeli.
"Pembeli datang langsung memilih dan dititipkan dahulu, nanti diambil pada hari H pemotongan," tutupnya.