Anak-anak Kongo temukan keluarga yang hilang di tengah konflik

Elshinta
Minggu, 10 Juli 2022 - 00:01 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Anak-anak Kongo temukan keluarga yang hilang di tengah konflik
Jason, yang terpisah dari keluarganya selama konflik berkepanjangan di Kongo, disambut oleh neneknya setelah Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyatukan mereka kembali di Manono, Republik Demokratik Kongo, 6 Juli, 2022. (ANTARA/Reuters/Benoit Nyemba/as)

Elshinta.com - Jason Kandeke dan saudara perempuannya Esther keluar dari kendaraan dan bergegas memeluk paman dan nenek mereka yang menangis.

Momen itu adalah pertemuan pertama mereka sejak para petempur Kongo membunuh orang tua anak-anak itu enam tahun lalu.

Para milisi merazia desa mereka di Mingele, Republik Demokratik Kongo bagian selatan, sebuah wilayah di mana kelompok-kelompok militan berperang selama bertahun-tahun untuk memperebutkan lahan dan sumber daya.

Jason, kini 12 tahun, dan Esther, 14 tahun, melarikan diri ke desa lain di mana mereka diselamatkan. Awal tahun ini orang-orang yang melindungi mereka juga terbunuh dalam sebuah serangan.

Seorang teman mengabarkan kondisi mereka ke Palang Merah, yang kemudian berusaha mencari sang paman, Jean Ilunga Kandeke, di kota Manono yang jaraknya ratusan kilometer dari Mingele.

Pekan ini kedua anak itu terbang dengan pesawat bersama anak-anak lain ke rumah mereka yang baru. Para tetangga berkerumun ketika mereka tiba di depan pintu.

"Saya senang sekali berada di rumah bersama keluarga saya yang sebenarnya. Berat rasanya kehilangan kedua orang tua dan sekarang saya sangat senang bersama paman sendiri. Saya ingin bersekolah, belajar, menjadi anak yang normal," kata Jason.

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengatakan pihaknya memesan 11 penerbangan pada 6-8 Juli di provinsi Tanganyika, Katanga Atas, Kivu Utara, Kasai Timur dan Kinshasa.

Sebanyak 83 anak berusia 5-19 tahun dipertemukan dengan kerabat mereka pekan ini, setelah bertahun-tahun terpisah.

"Tugas ini memerlukan waktu cukup lama, tetapi ini sangat penting dan tak ternilai, memungkinkan kami memberi jawaban kepada orang-orang yang hidup dalam penderitaan," kata Florence Anselmo, kepala Badan Penelusuran Pusat ICRC.

Jumlah anak yang berpisah dari keluarga mereka terus meningkat, khususnya di provinsi Kivu Utara di mana kelompok pemberontak M23 beberapa kali melancarkan serangan dalam beberapa bulan terakhir, kata ICRC.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
KBRI Addis Ababa promosikan eceng gondok dan tempe di Ethiopia
Rabu, 28 September 2022 - 08:01 WIB

KBRI Addis Ababa promosikan eceng gondok dan tempe di Ethiopia

Elshinta.com, Kedutaan Besar RI di Addis Ababa mempromosikan produk berbahan eceng gondok dan tempe ...
Anak-anak Kongo temukan keluarga yang hilang di tengah konflik
Minggu, 10 Juli 2022 - 00:01 WIB

Anak-anak Kongo temukan keluarga yang hilang di tengah konflik

Jason Kandeke dan saudara perempuannya Esther keluar dari kendaraan dan bergegas memeluk paman dan n...
Harta karun ditemukan di makam Mesir kuno
Rabu, 01 Juni 2022 - 11:39 WIB

Harta karun ditemukan di makam Mesir kuno

Arkeolog di Mesir menemukan peti berisi mumi dan sejumlah harta karun yang berasal dari Mesir kuno.
Puluhan kasus cacar monyet bermunculan di Nigeria
Senin, 30 Mei 2022 - 09:38 WIB

Puluhan kasus cacar monyet bermunculan di Nigeria

Otoritas Nigeria memastikan kemunculan 21 kasus cacar monyet sejak awal tahun ini dan satu pasien di...
Kasus COVID-19 di Afrika capai 11,44 juta
Senin, 02 Mei 2022 - 17:11 WIB

Kasus COVID-19 di Afrika capai 11,44 juta

Kasus terkonfirmasi COVID-19 di Afrika mencapai 11.446.107 hingga 1 Mei, menurut Pusat Pencegahan da...
Sekolah di Australia akan PTM total mulai 31 Januari
Minggu, 30 Januari 2022 - 22:17 WIB

Sekolah di Australia akan PTM total mulai 31 Januari

Ribuan murid di Australia akan kembali ke sekolah untuk mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) sete...
Studi: Risiko rawat inap Omicron di Afsel lebih rendah dibanding Delta
Rabu, 22 Desember 2021 - 23:23 WIB

Studi: Risiko rawat inap Omicron di Afsel lebih rendah dibanding Delta

Sebuah penelitian di Afrika Selatan menunjukkan rendahnya risiko rawat inap dan penyakit parah pada ...
Produk unggulan Indonesia dipamerkan di Senegal
Rabu, 08 Desember 2021 - 12:59 WIB

Produk unggulan Indonesia dipamerkan di Senegal

Berbagai produk unggulan Indonesia seperti pesawat terbang CN 235, pupuk, farmasi, makanan dan minum...
Omicron dijumpai di lima dari sembilan provinsi Afrika Selatan
Kamis, 02 Desember 2021 - 11:49 WIB

Omicron dijumpai di lima dari sembilan provinsi Afrika Selatan

Varian virus corona Omicron dijumpai di lima dari sembilan provinsi di Afrika Selatan dan menyumbang...
Indonesia raih Penghargaan Deal Watch Award di Jepang
Kamis, 18 November 2021 - 08:59 WIB

Indonesia raih Penghargaan Deal Watch Award di Jepang

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Jepang merangkap Negara Fed...

InfodariAnda (IdA)