Prancis: beberapa pekan untuk selamatkan kesepakatan nuklir Iran

Elshinta
Rabu, 13 Juli 2022 - 11:47 WIB |
Prancis: beberapa pekan untuk selamatkan kesepakatan nuklir Iran
Dokumentasi - Suasana pembangunan kembali reaktor nuklir air berat di Kota Arak, Iran, Senin (23/12/2019) (West Asian News Agency via REUTERS)

Elshinta.com - Menteri luar negeri baru Prancis Catherine Colonna pada Selasa (12/7) mengatakan bahwa hanya tinggal beberapa pekan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dengan negara-negara kekuatan dunia.

Namun, seorang pejabat senior Amerika Serikat menjelaskan bahwa Washington tidak menetapkan batas waktu seperti itu.

Catherine Colonna mengatakan kepada anggota parlemen bahwa situasinya tidak lagi dapat dipertahankan. Dia menuduh Iran menggunakan taktik penundaan dan, selama pembicaraan di Doha dua minggu lalu, kembali pada posisi yang disepakati sebelumnya sambil terus maju dengan program pengayaan uraniumnya.

"Masih ada jendela peluang ... bagi Iran untuk akhirnya memutuskan menerima kesepakatan yang sedang dibangun, tetapi waktu terus berlalu," kata Colonna.

Dia memperingatkan bahwa jika Iran tetap bertindak pada jalurnya saat ini (dengan program pengayaan uraniumnya), negara itu akan mencapai ambang batas sebagai negara bersenjata nuklir.

"Waktu berlalu. Teheran harus menyadari hal ini," kata Colonna. Dia menambahkan bahwa pemilihan paruh waktu di AS akan mempersulit untuk mencapai kesepakatan.

"Jendela peluang akan ditutup dalam beberapa pekan. Tidak akan ada kesepakatan yang lebih baik dari apa yang sekarang ada di atas meja," ujarnya.

Saat ditanya apakah Amerika Serikat setuju dengan pandangan Colonna, seorang pejabat senior AS menunjuk komentar penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan kepada wartawan pada Senin (11/7) yang mengatakan bahwa "kami (AS) belum menentukan tenggat waktunya".

Pejabat senior AS, yang enggan disebutkan namanya itu, mengakui bahwa peluang untuk mencapai kesepakatan nuklir Iran semakin berkurang, dan dia mengatakan Washington belum mendengar sesuatu yang baru dari Teheran sejak pembicaraan tidak langsung di Doha.

"Setiap hari yang berlalu tanpa kesepakatan membuat kemungkinan untuk mencapai kesepakatan semakin kecil," kata pejabat itu.

"Kami belum mendengar apa pun sejak (pembicaraan di) Doha yang seharusnya adalah suatu perubahan dari hasil pembicaraan Doha," ujarnya.

Pekan lalu, utusan AS mengatakan Iran telah menambahkan tuntutan yang tidak terkait selama diskusi terbaru tidak langsung di Doha itu dan telah membuat kemajuan yang mengkhawatirkan dalam kegiatan pengayaan uranium.

Di bawah kesepakatan nuklir 2015, Iran harus membatasi program pengayaan uraniumnya, yang merupakan cara potensial untuk menuju pembuatan senjata nuklir, dengan imbalan pencabutan sanksi internasional.

Namun, Teheran mengatakan kegiatan pengayaan uranium itu hanya bertujuan untuk penggunaan energi atom sipil.

Pada 2018, AS yang saat itu dipimpin Presiden Donald Trump mengabaikan kesepakatan nuklir 2015 itu dan menyebutnya terlalu lunak terhadap Iran. Trump menerapkan kembali sanksi keras AS terhadap Iran, yang mendorong Teheran untuk melanggar batas program nuklir dalam kesepakatan itu sekitar setahun kemudian.

Para pejabat negara Barat telah berulang kali mengatakan bahwa pembicaraan antara kekuatan dunia dan Iran hanya tinggal beberapa pekan untuk menyimpulkan kesepakatan.

Menlu Prancis sebelumnya Jean-Yves Le Drian pada Februari pun telah mengatakan bahwa dihidupkan kembali atau tidaknya kesepakatan itu hanya tinggal menunggu sedikit waktu.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
KBRI promosikan bisnis, pariwisata Indonesia kepada pengusaha Polandia
Sabtu, 24 September 2022 - 18:59 WIB

KBRI promosikan bisnis, pariwisata Indonesia kepada pengusaha Polandia

Elshinta.com, Kedutaan Besar RI di Warsawa menyelenggarakan acara `Business and Media Gathering 2022...
Pameran `Indonesia Month` digelar di perpustakaan Belgia
Minggu, 11 September 2022 - 13:15 WIB

Pameran `Indonesia Month` digelar di perpustakaan Belgia

Elshinta.com, Kedutaan Besar RI di Brussel menggandeng Perpustakaan Kris Lambert di Kota Oostende,...
Ini rekor yang dipecahkan Ratu Elizabeth II selama bertakhta
Jumat, 09 September 2022 - 13:30 WIB

Ini rekor yang dipecahkan Ratu Elizabeth II selama bertakhta

Elshinta.com, Ratu Elizabeth II memecahkan berbagai rekor dalam 70 tahun bertakhta, penguasa monarki...
Pemimpin baru Inggris akan dikenal sebagai Raja Charles III
Jumat, 09 September 2022 - 10:35 WIB

Pemimpin baru Inggris akan dikenal sebagai Raja Charles III

Elshinta.com, Putra sulung Ratu Elizabeth II, Charles, menjadi raja baru Inggris setelah kematian sa...
Ratu Elizabeth II meninggal dunia setelah 70 tahun bertahta
Jumat, 09 September 2022 - 09:23 WIB

Ratu Elizabeth II meninggal dunia setelah 70 tahun bertahta

Elshinta.com, Putra sulung Ratu Elizabeth II, Raja Charles III, yang selama ini dikenal sebagai Pang...
Dunia olahraga berduka atas meninggalnya Ratu Elizabeth
Jumat, 09 September 2022 - 06:01 WIB

Dunia olahraga berduka atas meninggalnya Ratu Elizabeth

Elshinta.com, Dunia olahraga turut berduka atas meninggalnya Ratu Elizabeth II di Istana Balmoral, ...
Prancis dan Jerman akan saling membantu melewati krisis energi
Selasa, 06 September 2022 - 07:31 WIB

Prancis dan Jerman akan saling membantu melewati krisis energi

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin (5/9) mengumumkan bahwa Prancis dan Jerman akan saling m...
BUMN dukung festival seni dan kuliner Nusantara di Belanda
Senin, 05 September 2022 - 22:25 WIB

BUMN dukung festival seni dan kuliner Nusantara di Belanda

adan usaha milik negara (BUMN) mendukung festival yang semarak dengan seni tari, musik, sastra  dan...
Varian baru cacar monyet ditemukan di Inggris
Minggu, 04 September 2022 - 19:01 WIB

Varian baru cacar monyet ditemukan di Inggris

Pejabat kesehatan Inggris membenarkan bahwa varian baru cacar monyet telah ditemukan di Inggris.
Hino Motors batalkan rencana produksi truk di Rusia
Minggu, 04 September 2022 - 12:15 WIB

Hino Motors batalkan rencana produksi truk di Rusia

Pabrikan otomotif asal Jepang Hino Motors Ltd telah membatalkan rencana produksi truk di Rusia.

InfodariAnda (IdA)