TikTok perbarui rekomendasi konten di FYP

Elshinta
Kamis, 14 Juli 2022 - 14:08 WIB |
TikTok perbarui rekomendasi konten di FYP
FILE PHOTO: The TikTok logo is pictured outside the company\'s U.S. head office in Culver City, California, U.S., September 15, 2020.(REUTERS/Mike Blake)

Elshinta.com - TikTok memperbarui algoritma konten demi di platform video singkat tersebut demi keamanan dan kesehatan mental penggunanya.

"Kami merancang sistem rekomendasi dengan mengutamakan keamanan. Konten yang muncul di laman For You seseorang bisa saja berasal dari kreator yang mereka pilih untuk tidak mengikuti atau mungkin tidak berhubungan dengan kesukaan mereka," kata Kepala Kepercayaan dan Keamanan di TikTok, Cormac Keenan, dalam siaran pers di blog resmi TikTok, Kamis.

Platform video singkat ini meluncurkan fitur penyaringan (filter) yang bisa membisukan kata atau tanda pagar, konten dengan kata kunci tersebut tidak akan muncul di laman For You dan Following.

Sejumlah konten di media sosial mungkin terlihat biasa saja, namun, jika ditonton berulang-ulang bisa menimbulkan masalah. Misalnya, konten berisi menu makanan sehat atau kesedihan. TikTok menilai topik-topik yang berpotensi bermasalah biasanya berkaitan dengan kesejahteraan.

Berdasarkan uji coba mereka di Amerika Serikat, TikTok membatasi kemampuan pengguna menonton konten-konten seperti itu. Tidak dijelaskan berapa lama atau berapa konten yang bisa ditonton dalam sehari.

"Kami juga melatih sistem kami supaya mendukung bahasa baru karena kami ingin memperluas uji coba ini ke lebih banyak pasar dalam beberapa bulan ke depan. Tujuan kami adalah laman For You setiap orang memuat konten, kreator dan topik yang akan mereka sukai," kata Keenan.

TikTok belakangan ini disoroti karena platform ini dianggap berbahaya bagi remaja dan anak-anak. Sejumlah anak, kebanyakan di Amerika Serikat, dilaporkan meninggal setelah mengikuti tantangan yang ada di platform tersebut.

Platform tersebut berupaya membatasi konten yang bisa dilihat pengguna usia remaja, yaitu mengelompokkan konten apakah mengandung tema dewasa. TikTok berencana meluncurkan fitur supaya konten bertema dewasa tidak bisa dilihat pengguna usia 13 sampai 17 tahun.

"Jika kami mendeteksi sebuah video mengandung tema yang dewasa atau rumit, misalnya adegan fiksi yang mungkin terlalu menakutkan atau menegangkan untuk penonton yang lebih muda, ada skor tingkat kedewasaan untuk video tersebut supaya tidak ditonton pengguna usia bawah 18 tahun," kata Keenan.

Fitur-fitur tersebut secara bertahap akan digulirkan dalam beberapa bulan ke depan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Google segera luncurkan fitur baru untuk `Search` & `Maps`
Jumat, 30 September 2022 - 09:11 WIB

Google segera luncurkan fitur baru untuk `Search` & `Maps`

Elshinta.com, Perusahaan teknologi Google dalam tajuk `Search On`, mengumumkan akan segera meluncurk...
Biaya konversi motor BBM ke listrik masih jadi tantangan
Rabu, 28 September 2022 - 17:47 WIB

Biaya konversi motor BBM ke listrik masih jadi tantangan

Elshinta.com, Staf Khusus Menteri ESDM Sripeni Inten Cahyani mengatakan biaya konversi motor konvens...
Uniqlo rilis koleksi gaun anggun Hana Tajima pada 7 Oktober
Rabu, 28 September 2022 - 10:23 WIB

Uniqlo rilis koleksi gaun anggun Hana Tajima pada 7 Oktober

Elshinta.com, Uniqlo akan merilis gaun Hana Tajima untuk mengisi koleksi musim gugur dan musim din...
Dior membawa tema `baroque` di Pekan Mode Paris
Rabu, 28 September 2022 - 10:11 WIB

Dior membawa tema `baroque` di Pekan Mode Paris

Elshinta.com, Perancang rumah mode Dior Maria Grazia Chiuri melihat ke masa pemerintahan Catherine d...
Dolce & Gabbana gandeng Kim Kardashian di Pekan Mode Milan
Senin, 26 September 2022 - 12:06 WIB

Dolce & Gabbana gandeng Kim Kardashian di Pekan Mode Milan

Elshinta.com, Dolce & Gabbana menggandeng Kim Kardashian di Pekan Mode Milan (Milan Fashion Week), S...
Bocoran terbaru spesifikasi Tablet Google Pixel
Sabtu, 24 September 2022 - 19:23 WIB

Bocoran terbaru spesifikasi Tablet Google Pixel

Elshinta.com, Setelah diperkenalkan pada Mei lewat ajang Google I/O 2022, akhirnya bocoran mengenai ...
YouTube perluas cakupan sistem monetisasi bagi kreator
Kamis, 22 September 2022 - 09:37 WIB

YouTube perluas cakupan sistem monetisasi bagi kreator

Elshinta.com, Platform video dan musik digital YouTube akan memperluas cakupan sistem monetisasi mer...
Bali International Fashion Week 2022 digelar Oktober 
Selasa, 20 September 2022 - 13:46 WIB

Bali International Fashion Week 2022 digelar Oktober 

Elshinta.com, Bali International Fashion Week 2022 rencananya akan diselenggarakan pada 11-15 Oktob...
Pentingnya pemahaman plagiarisme dunia digital hindari ancaman hukum
Selasa, 20 September 2022 - 12:06 WIB

Pentingnya pemahaman plagiarisme dunia digital hindari ancaman hukum

Elshinta.com, Pemahaman tentang plagiarisme di dunia digital penting untuk menghindari ancaman hukum...
Reisa Broto Asmoro sebut kebaya bisa jadi tren seperti batik
Sabtu, 10 September 2022 - 11:15 WIB

Reisa Broto Asmoro sebut kebaya bisa jadi tren seperti batik

Elshinta.com, Reisa Broto Asmoro mengatakan bahwa kebaya bisa menjadi tren seperti busana batik, men...

InfodariAnda (IdA)