Kemenkes: Batuk dan pilek mendominasi penyakit dialami jamaah haji

Elshinta
Kamis, 14 Juli 2022 - 19:34 WIB |
Kemenkes: Batuk dan pilek mendominasi penyakit dialami jamaah haji
Tangkapan layar Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI Budi Sylvana saat menyampaikan keterangan pers secara virtual yang diikuti dari Zoom di Jakarta, Kamis (14/7/2022). (ANTARA/Andi Firdaus).

Elshinta.com - Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI Budi Sylvana mengatakan penyakit batuk dan pilek mendominasi penyakit yang dialami jamaah haji selama beribadah di Tanah Suci.

"Sepanjang pengamatan kesehatan haji di Tanah Suci, ada pergeseran penyakit yang awalnya hipertensi dan jantung, sekarang batuk dan pilek yang mendominasi," kata Budi Sylvana, saat menyampaikan keterangan pers secara virtual yang diikuti dari Zoom di Jakarta, Kamis.

Berdasarkan laporan Kemenkes RI, terdapat lima jenis penyakit yang mendominasi, yakni batuk dan pilek dialami 15.953 orang, hipertensi 14.118 orang, saluran napas akut 7.357 orang, nyeri otot 5.492 orang dan kondisi normal, namun  dalam proses pemeriksaan lanjutan 5.354 orang.

"Penyebab batuk pilek karena kelelahan. Ibadah haji didominasi aktivitas fisik sehingga banyak yang kelelahan, lalu mereka jatuh sakit, atau ada juga yang komorbid kambuh. Dehidrasi melanda jamaah. Warga Indonesia yang tidak biasa dengan cuaca panas mempengaruhi kondisi kesehatan," katanya.

Budi mengatakan jamaah haji dengan penyakit gagal jantung kongesif sebanyak 79 orang, pneumonia 36 orang, hipertensi 33 orang, demam dan penyebab yang belum diketahui 27 orang serta diabetes melitus 26 orang.

"Ada 51 haji yang istilahnya di-tanazul awal atau dipulangkan lebih awal, karena pertimbangan medis. Terbanyak kasus cardiovaskukar (jantung) dan pasien psikiatrik (gangguan jiwa)," katanya.

Budi mengatakan belum ditemukan penyakit infeksi yang membahayakan bagi jamaah haji. "Hasil diagnosa belum ada ditemukan penyakit berbahaya," katanya.

Budi mengatakan jamaah haji akan dibekali Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah haji (K3JH) untuk memantau kesehatan selama 21 hari setelah pulang ke tanah air.

"Tentunya selama 21 hari jika timbul gejala sakit, jamaah harus segera lapor dan berobat ke fasilitas kesehatan terdekat dengan membawa K3JH," katanya.

Apabila terdapat demam atau gejala sakit lainnya maka jamaah yang sakit segera ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat dengan membawa K3JH untuk proses observasi kesehatan lebih lanjut.

Begitu juga dengan jamaah haji yang dinyatakan sehat saat kedatangan di Indonesia tetap akan dipantau kesehatannya di daerah masing-masing selama 21 hari oleh dinas kesehatan masing-masing.

Apabila selama pemantauan ada gangguan kesehatan,diharapkan agar segera melapor ke fasilitas kesehatan setempat. "Pengawasan secara mandiri oleh jamaah untuk mengantisipasi penyakit menular seperti polio, meningitis dan lainnya yang dapat menyebabkan berpotensi wabah," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
PPIH: Haji Indonesia paling disiplin jaga prokes selama berhaji
Selasa, 09 Agustus 2022 - 11:48 WIB

PPIH: Haji Indonesia paling disiplin jaga prokes selama berhaji

Koordinator Humas Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo Sarip Sahrul Samsudin me...
Sambut petugas, Menag sampaikan apresiasi atas dedikasi melayani jemaah haji
Minggu, 07 Agustus 2022 - 15:25 WIB

Sambut petugas, Menag sampaikan apresiasi atas dedikasi melayani jemaah haji

Operasional haji di Makkah sudah selesai. Para petugas Daerah Kerja Makkah kembali ke Tanah Air dala...
 Kloter terakhir tinggalkan Makkah, operasional haji terfokus di Madinah
Minggu, 07 Agustus 2022 - 15:18 WIB

Kloter terakhir tinggalkan Makkah, operasional haji terfokus di Madinah

Kelompok Terakhir (Kloter) jemaah haji Indonesia gelombang kedua sudah diberangkatkan dari Makkah me...
Kadaker: Jamaah nyaman laksanakan ibadah haji 2022
Jumat, 05 Agustus 2022 - 10:50 WIB

Kadaker: Jamaah nyaman laksanakan ibadah haji 2022

Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Mukhammad Khanif mengatakan, penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2...
 Kemenag dan Kemenhaj bahas kebijakan penyelenggaraan umrah 1444 H, ini hasilnya
Kamis, 04 Agustus 2022 - 11:36 WIB

Kemenag dan Kemenhaj bahas kebijakan penyelenggaraan umrah 1444 H, ini hasilnya

Kementerian Agama RI bersama Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menggelar pertemuan untuk membaha...
Sehari jelang berakhirnya kerja Daker Makkah, total 83 jemaah haji wafat
Rabu, 03 Agustus 2022 - 13:24 WIB

Sehari jelang berakhirnya kerja Daker Makkah, total 83 jemaah haji wafat

Masa kerja Daerah Kerja (Daker) Makkah sudah hampir selesai. Kloter terakhir jemaah haji Indonesia y...
3.795 jamaah haji telah kembali ke Sumut 
Selasa, 02 Agustus 2022 - 15:24 WIB

3.795 jamaah haji telah kembali ke Sumut 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Kakanwil Kemenagsu) Drs. H. Abd. Am...
Hingga Kloter 9, sebanyak 3.519 jamaah haji Debarkasi Medan tiba di Tanah Air
Selasa, 02 Agustus 2022 - 14:05 WIB

Hingga Kloter 9, sebanyak 3.519 jamaah haji Debarkasi Medan tiba di Tanah Air

Hingga pemulangan Kelompok Terbang (Kloter) 9, sebanyak 3.519 dari 3798 jamaah haji Debarkasi Medan,...
Plt Bupati Langkat sambut kepulangan jamaah haji Kloter 7
Senin, 01 Agustus 2022 - 13:47 WIB

Plt Bupati Langkat sambut kepulangan jamaah haji Kloter 7

Plt Bupati Langkat, H Syah Afandin  menyambut kepulangan jamaah haji Kloter 7 dengan memberikan pel...
Pemulangan jemaah haji Kloter 6 tertunda karena pesawat alami gangguan teknis
Jumat, 29 Juli 2022 - 12:35 WIB

Pemulangan jemaah haji Kloter 6 tertunda karena pesawat alami gangguan teknis

Pemulangan Jemaah Haji Kloter 6 Debarkasi Medan (MES) tertunda karena pesawat penjemput mengalami ga...

InfodariAnda (IdA)