Top
Begin typing your search above and press return to search.

Puluhan sanggar tari ikuti Lomba Tari Jaipong se-Jawa Barat 2022

Untuk meningkatkan kecintaan terhadap budaya Tari Jaipong, puluhan peserta dari berbagai sanggar tari di Jawa Barat, ikut ambil bagian dalam lomba Pasanggiri Tari Jaipong se-Jawa Barat yang di gagas oleh UPTD Museum Kabupaten Subang.

Puluhan sanggar tari ikuti Lomba Tari Jaipong se-Jawa Barat 2022
X
Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.

Elshinta.com - Untuk meningkatkan kecintaan terhadap budaya Tari Jaipong, puluhan peserta dari berbagai sanggar tari di Jawa Barat, ikut ambil bagian dalam lomba Pasanggiri Tari Jaipong se-Jawa Barat yang digagas oleh UPTD Museum Kabupaten Subang. Lomba dilaksanakan di Gedung Museum Subang.

Ketua Pelaksana Acara Pasanggiri Tari Jaipong se-Jawa Barat Hendrik Gunawan mengatakan, pihaknya sengaja membuat konsep lomba untuk penonton umum, dan peserta lomba yang tidak dipungut biaya. Hal ini dilakukan untuk mengenalkan budaya hususnya Seni Tari Jaipong di Subang agar tidak tergilas oleh seni modern sekaligus memperkenalkan kembali Museum Subang yang sudah dibuka untuk umum.

‘’Kegiatan ini kami persiapkan selama 2 minggu sebelumnya, bersama dengan Bu Mas Nina Munajah dari dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang yang sekaligus sebagai koordinator pelaksanaan lomba," kata Hendrik seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Jumat (15/7).

Pihaknya, lanjut Hendrik, ingin memberikan kenyamanan dan tetap berkreasi untuk para pecinta seni budaya tari Jaipong.

Pelaksanaan Pasanggiri Tari Jaipong 2022 dilakukan dalam rangka kegiatan sosial UPTD Museum Subang yang menggelar lomba tari Jaipong se-Jawa Barat.

Hendrik mengatakan, untuk melestarikan seni dan budaya sunda, acara Pasanggiri tari Jaipong 2022 di Museum Subang sengaja di gelar untuk salah satunya melestarikan budaya sunda di kalangan para pelajar hususnya di Kabupaten Subang dan umumnya di Jawa Barat.

Diketahui, acara Pasanggiri Tari Jaipong 2022 di Subang ini diselenggarakan selama 3 hari. “Total peserta ada 283 peserta dari 65 sanggar dari Purwakarta, Karawang, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Sumedang, Ciwidey, Bandung barat, dan Subang sendiri sebagai tuan rumah, Itu usianya beragam, jadi kita bagi sesuai usia atau dikategorikan,” ucapnya.

“Kategori A untuk SD kelas 1 sampai kelas 3, kategori B untuk kelas 4 SD sampai 6 SD, kemudian untuk kategori C untuk SMP dan kategori rampak SD dan rampak SMP dengan memperebutkan hadiah berupa Trophy, sertifikat, uang pembinaan dengan juara 1 sebesar Rp2.500.000, juara 2 Rp1.500.000 juara 3 Rp1.000.000 dan juara harapan dan favorit masing-masing Rp.500.000," tambah Hendrik.

Hendrik berharap, respons positif dari para peserta, pemerintah dan masyarakat dalam Pasanggiri Jaipong, dapat menjadi percikan agar industri kreatif seperti musik hingga pelaku kesenian dan budaya dapat kembali mempertontonkan karya-karya mereka.

“Kita dapat dukungan juga dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Karena Pasanggiri Jaipong ini bukan sekedar lomba tari Jaipong, tapi untuk mengedukasi,” ujarnya.

Pada ajang lomba tari ini untuk kelas rampak kategori C atau tingkat kelas SMP Sanggar Putri Ayu dari bandung di bawah pimpinan koreografer Teh Iya Rismayati dengan dengan putrinya Nabila Intania putri menjadi nominasi juara, sementara untuk pengumuman juara 1, 2, 3 dan favoRit akan diumumkan pada tangal 25 Juli mendatang.

“Supaya anak-anak juga tertanam dan tahu kesenian kita apa, seni Sunda bagaimana dan budaya Indonesia beragam. Tema kita ‘’kegiatan sosial UPTD Museum Kabupatrn Subang" harapannya semoga kesenian dan budaya bisa kembali menonjol dan banyak lagi event-event yang menampilkan karya seni-budaya,” tambah Hendrik lagi.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire