Launching 10 juta pohon, kurangi risiko bencana di daerah rawan
Deputi Bidang Revolusi Mental Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olah Raga, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat telah melaunching penanaman 10 juta pohon, yang dilakukan di Desa Kulur, Kec/Kab. Majalengka dan secara virtual disaksikan langsung Menko PMK Muhadjir Effendi.

Elshinta.com - Deputi Bidang Revolusi Mental Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olah Raga, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat telah melaunching penanaman 10 juta pohon, yang dilakukan di Desa Kulur, Kec/Kab. Majalengka dan secara virtual disaksikan langsung Menko PMK Muhadjir Effendi.
Bupati Majalengka Karna Sobahi mengatakan Kabupaten Majalengka merupakan kabupaten agraris yang bertofografi dataran rendah dan tinggi. Dengan kondisi geografis di bawah kaki Gunung Ciremai, Kabupaten Majalengka merupakan salah satu kabupaten yang rawan bencana longsor, pergerakan tanah dan banjir.
Dengan adanya Program Penanaman 10 Juta Pohon, aksi nyata gerakan nasional revolusi mental dalam pengurangan risiko bencana, kemandirian ekonomi dan pangan maka dari itu program penanaman pohon harus digelorakan kembali dan dilaksanakan setiap tahun berikutnya untuk bisa mengurangi risiko banjir dan longsor.
Selain itu Bupati telah lama mencanangkan program Pelajar Peduli Pohon dan Lingkungan. Rencana tersebut telah dikerjasamakan tahun ini bersama Dinas Pendidikan (Disdik).
"Program ini membangkitkan kembali semangat menanam pohon untuk generasi penerus bangsa. Dengan program ini, maka para generasi pelajar memahami tentang pentingnya menjaga lingkungan. Selain itu, kita juga memiliki penyuluh-penyuluh pertanian yang akan mengawasi pohon pohon yang telah ditanam agar dirawat,” tuturnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Jumat (15/7).
Bupati menjelaskan, penanaman pohon dengan program Pelajar Peduli Pohon dan Lingkungan akan lebih ditegaskan kembali, mengingat daerah Kabupaten Majalengka cukup rawan longsor dan pergerakan tanah.
"Jadi jangan hanya menebang saja. Kita sejak dini harus menanamkan pemahaman sekaligus aksi nyata menanam kembali pohon," ujarnya.
Sementara Menko PMK RI Prof.Dr. Muhadjir Effendy dalam sambutannya secara virtual, pada tanggal 23 Mei sampai tanggal 28 Mei 2022, indonesia menjadi tuan rumah untuk pertemuan internasional yang menjadi Platform internasional untuk penanggulangan bencana.
Salah satu pembahasan pertemuan tersebut yaitu pemanasan global yang disebabkan oleh penebangan pohon sehingga dapat mengganggu kestabilan alam salah satunya.
“Efek rumah kaca yang disebabkan oleh CO2, gas metan, dan lain sebagainya juga menjadi salah satu penyebab es di kutub mencair,” ungkapnya.
Maka pemerintah kembali mencanangkan penanaman pohon di daerah rawan bencana longsor dan banjir. Serta sebagai wujud menghijaukan kembali lahan yang gundul menjadi hijau.