Pakar: Kewajiban daftar PSE adalah soal kedaulatan digital bangsa

Elshinta
Senin, 18 Juli 2022 - 09:59 WIB |
Pakar: Kewajiban daftar PSE adalah soal kedaulatan digital bangsa
Ilustrasi - Platform digital. (ANTARA/Pexels)

Elshinta.com - Pakar keamanan siber dari Vaksincom Alfons A Tanujaya mengatakan kewajiban bagi penyelenggara sistem elektronik (PSE) untuk mendaftarkan perusahaan kepada regulator adalah soal kedaulatan digital Indonesia.

"PSE wajib daftar ini adalah soal kedaulatan digital Indonesia," kata Alfons dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin.

"Kewajiban mengikuti pendaftaran PSE ini jelas mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah dan ini menyangkut ketaatan terhadap hukum dan peraturan. Ini juga sehubungan dengan keadilan, di mana semua perusahaan sama kedudukannya di mata hukum dan aturan. Baik perusahaan besar atau kecil, perusahaan lokal atau asing," jelas dia.

Lebih lanjut, Alfons mengatakan dengan adanya kewajiban pendaftaran PSE ini, posisi pemerintah tidak dalam posisi lemah terhadap PSE.

"Ini artinya ada kontrol langsung dari pemerintah terhadap aplikasi yang bisa merugikan masyarakat Indonesia dan bisa melakukan tindakan yang lebih cepat tanpa harus tergantung dari pengelola layanan seperti Play Store atau Apps Store," kata dia.

Menurut Alfons, seharusnya regulasi tersebut memang sudah dijalankan oleh pemerintah sejak lama. "Dan meskipun terlambat, setidaknya hal ini sudah dijalankan dan diharapkan diawasi dan diamati dengan seksama," katanya.

Namun dalam pelaksanaannya, lanjut Alfons, diharapkan ditegakkan pada saat pertama kali dengan elegan dan tidak menimbulkan kekacauan, serta komunikasikan dengan baik dan terukur.

"Berikan kesempatan yang fair dan cukup dengan timeline yang jelas dan profesional. Dan kalau memang harus melakukan tindakan tegas, kalau sudah diperingati dan tetap membandel, penegakan aturan tetap harus dilakukan," kata Alfons.

"Infomasikan kepada masyarakat dan lakukan antisipasi yang diperlukan untuk meminimalisir kerugian atau masalah yang akan timbul sehubungan dengan terhentinya layanan PSE ini," imbuhnya.

Di sisi lain, Alfons berpendapat dengan adanya aturan ini juga bisa menjadi peluang bagi pengembang aplikasi Indonesia untuk mengisi kekosongan untuk menyediakan aplikasi, atau layanan alternatif. Menurutnya, pemerintah harusnya bisa mengakomodir aplikasi alternatif ini.

Ia menambahkan, PSE yang besar mungkin merasa mereka memiliki negosiasi power yang kuat dan adanya ketergantungan masyarakat atas layanan yang mereka berikan.

"Namun, aturan tetap aturan dan harus ditegakkan. Dan Kominfo harus pintar dan bermain cantik supaya proses penegakan ini tidak menimbulkan kekacauan. Masyarakat Indonesia harus mendukung penegakan aturan ini karena ini menyangkut kedaulatan digital dan kemandirian bangsa kita di ruang digital," ujarnya.

Ia mencontohkan, di Uni Eropa, para PSE sangat takut dan taat kepada mereka. "Ini karena penegakan aturan mereka yang tegas, tidak pandang bulu, konsisten, profesional, didukung oleh semua negara Uni Eropa dan menjadi tolok ukur bagi dunia," kata Alfons.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Google segera luncurkan fitur baru untuk `Search` & `Maps`
Jumat, 30 September 2022 - 09:11 WIB

Google segera luncurkan fitur baru untuk `Search` & `Maps`

Elshinta.com, Perusahaan teknologi Google dalam tajuk `Search On`, mengumumkan akan segera meluncurk...
Biaya konversi motor BBM ke listrik masih jadi tantangan
Rabu, 28 September 2022 - 17:47 WIB

Biaya konversi motor BBM ke listrik masih jadi tantangan

Elshinta.com, Staf Khusus Menteri ESDM Sripeni Inten Cahyani mengatakan biaya konversi motor konvens...
Uniqlo rilis koleksi gaun anggun Hana Tajima pada 7 Oktober
Rabu, 28 September 2022 - 10:23 WIB

Uniqlo rilis koleksi gaun anggun Hana Tajima pada 7 Oktober

Elshinta.com, Uniqlo akan merilis gaun Hana Tajima untuk mengisi koleksi musim gugur dan musim din...
Dior membawa tema `baroque` di Pekan Mode Paris
Rabu, 28 September 2022 - 10:11 WIB

Dior membawa tema `baroque` di Pekan Mode Paris

Elshinta.com, Perancang rumah mode Dior Maria Grazia Chiuri melihat ke masa pemerintahan Catherine d...
Dolce & Gabbana gandeng Kim Kardashian di Pekan Mode Milan
Senin, 26 September 2022 - 12:06 WIB

Dolce & Gabbana gandeng Kim Kardashian di Pekan Mode Milan

Elshinta.com, Dolce & Gabbana menggandeng Kim Kardashian di Pekan Mode Milan (Milan Fashion Week), S...
Bocoran terbaru spesifikasi Tablet Google Pixel
Sabtu, 24 September 2022 - 19:23 WIB

Bocoran terbaru spesifikasi Tablet Google Pixel

Elshinta.com, Setelah diperkenalkan pada Mei lewat ajang Google I/O 2022, akhirnya bocoran mengenai ...
YouTube perluas cakupan sistem monetisasi bagi kreator
Kamis, 22 September 2022 - 09:37 WIB

YouTube perluas cakupan sistem monetisasi bagi kreator

Elshinta.com, Platform video dan musik digital YouTube akan memperluas cakupan sistem monetisasi mer...
Bali International Fashion Week 2022 digelar Oktober 
Selasa, 20 September 2022 - 13:46 WIB

Bali International Fashion Week 2022 digelar Oktober 

Elshinta.com, Bali International Fashion Week 2022 rencananya akan diselenggarakan pada 11-15 Oktob...
Pentingnya pemahaman plagiarisme dunia digital hindari ancaman hukum
Selasa, 20 September 2022 - 12:06 WIB

Pentingnya pemahaman plagiarisme dunia digital hindari ancaman hukum

Elshinta.com, Pemahaman tentang plagiarisme di dunia digital penting untuk menghindari ancaman hukum...
Reisa Broto Asmoro sebut kebaya bisa jadi tren seperti batik
Sabtu, 10 September 2022 - 11:15 WIB

Reisa Broto Asmoro sebut kebaya bisa jadi tren seperti batik

Elshinta.com, Reisa Broto Asmoro mengatakan bahwa kebaya bisa menjadi tren seperti busana batik, men...

InfodariAnda (IdA)