Kegiatan Pasar Ular menggeliat lagi

Elshinta
Selasa, 19 Juli 2022 - 06:45 WIB |
Kegiatan  Pasar Ular menggeliat lagi
Pengendara motor melintas di depan Pasar Ular Plumpang, Jakarta Utara, Senin (18/7/2022). Pedagang Pasar Ular Plumpang mulai ramai pembeli karena status penyebaran COVID-19 yang mulai mereda di Jakarta. (ANTARA/Budi Prasetiyo)

Elshinta.com - Mendengar sebutan Pasar Ular dibenak kita akan tertuju terhadap sebuah tempat mengerikan dengan kegiatan manusia yang memperjualbelikan makhluk liar melata, berbahaya, dan berbisa.

Namun jauh dari menyeramkan, ternyata tidak ada satupun penampakan binatang jenis ular yang diperjualbelikan di pasar yang berlokasi di Semper, Jakarta Utara itu.

Berada di utara Jakarta Utara yang terkenal dengan lalu lintas padat kendaraan gede, perjalanan menuju ke pasar ini dipenuhi oleh kendaraan berbadan besar yang seolah memakan banyak ruas jalan dan membuat was-was para pengendara kendaraan roda dua dan roda empat.

Lokasinya yang berdekatan dengan Pelabuhan Tanjung Priuk membuat pasar ini seakan memiliki nuansa yang dekat dengan nelayan setempat.

Pedagang menata barang dagangannya di Pasar Ular Plumpang, Jakarta Utara, Senin (18/7/2022). Pedagang Pasar Ular Plumpang mulai ramai pembeli karena status penyebaran COVID-19 yang mulai mereda di Jakarta. (ANTARA/Budi Prasetiyo)

Pasar Ular Plumpang merupakan salah satu destinasi belanja bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin berbelanja barang-barang merek terkenal dengan harga yang ramah di kantong.

Beragam merek fesyen terkenal dunia ada di pasar ini, seperti Polo, Vans, SUPREME, G-Shock, Oakley, Rayban dan lain-lain.

Pasar ini juga menyediakan beragam jenis barang mulai dari, sepatu, jaket, kaos, celana jeans, celana panjang, maupun pendek juga terdapat beragam perlengkapan aksesoris, seperti ikat pinggang, dompet, jam tangan, kacamata dan pakaian anak, hingga parfum.

Barang-barang merek terkenal di pasar ini mampu dijual oleh pedagang dengan harga miring karena sebagian produk terdapat sedikit defect atau cacat dan selebihnya sisa ekspor.

Harga yang ditawarkan juga beragam mulai dari yang murah seperti kaos berkisar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu yang paling mahal biasanya berupa jaket dan sepatu mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta tergantung merek dan kualitas barang yang ditawarkan.

Menurut penjaga keamanan Kawasan Pasar Ular Plumpang, Saiful saat ditemui di Jakarta mengaku kurang mengetahui asal muasal nama Pasar Ular.

Pria berperawakan gemuk dan memiliki jenggot tebal yang juga merupakan warga sekitar itu, jukukan nama Pasar Ular sudah ada sejak ia kecil.

“Mungkin karena bentuknya yang memanjang,” katanya.

Pedagang menunggu pembeli datang di Pasar Ular Plumpang, Jakarta Utara, Senin (18/7/2022). Pedagang Pasar Ular Plumpang mulai ramai pembeli karena status penyebaran COVID-19 yang mulai mereda di Jakarta. (ANTARA/Budi Prasetiyo)

Berbeda dengan pasar pada umumnya yang berbentuk persegi dan memiliki blok-blok kios di dalamnya, pasar ini cenderung memanjang mengikuti arus sungai yang berada tepat di depannya.

Memiliki sekitar 200 kios pada bagian dalam yang saling berhadapan dan 100 kios di luar yang berderet ke samping.

Luas ukuran per kios di Pasar Ular Plumpang 2x3 meter dengan selasar sepanjang satu meter yang dimanfaatkan dengan baik oleh para pedagang untuk menjajakan dagangannya yang ditata dengan rapi sepanjang pasar.

Kios di pasar ini berstatus hak guna pakai milik pemerintah yang diperpanjang setiap tiga tahun.

Bagi anda yang ingin berkunjung ke pasar ini dapat memarkirkan kendaraan di sepanjang pinggiran kali yang terletak di depan pasar dan di tepi kios.

Efek pandemi
Pengelola Pasar Ular, Cipto Wibowo, saat ditemui di Jakarta, Senin, menuturkan aktivitas pembeli sepi saat bertepatan dengan HUT Ke-495 DKI Jakarta dan Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair Kemayoran (JFK).

Selain itu, pemerintah membatasi operasional pasar selama pandemi karena untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

Tingkat daya beli masyarakat yang rendah karena pandemi dan kenaikan harga barang juga menjadi salah satu pemicu konsumen seakan menghilang.

“Sekarang semuanya harga mahal, kebutuhan mahal, harga naik-naik, nyari duitnya susah,” ujar Cipto.

Sementara itu, salah seorang pedagang Neti Simatupang yang telah berjualan sejak gadis atau selama hampir 12 tahun di Pasar Ular Plumpang, mengungkapkan efek pandemi yang berkepanjangan membuat Pasar ini menjadi sepi.

“Semenjak pandemi pembeli kurang banyak, kalau omset turun drastis,” tutur Neti.

Ia berharap bantuan pemerintah untuk mengembangkan usahanya seperti subsidi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan mempromosikan Pasar Ular supaya kembali ramai seperti sebelumnya.

Hal senada diungkapkan Marcel yang juga merupakan salah satu pedagang di kawasan pasar, pria dengan rambut kriting, kurus dan agak tinggi ini sudah berjualan di Pasar Ular sejak 2001.

Marcel menyebutkan bahwa kondisi pembeli di Pasar Ular saat ini sudah lebih baik jika dibanding saat pandemi yang hampir membuatnya tidak dapat berdagang dan berjualan karena jarang pembeli yang datang.

Saat pandemi ia mengaku pernah tidak mendapatkan pembeli sama sekali dalam sehari.

“Bisa disebut jebotlah atau nol,” cerita Marcel.

Untuk menyelamatkan usahanya, Marcel menjual segala yang dapat dijual agar usahanya dapat berjalan.

Menurutnya, sekarang sudah lebih baik dibanding saat pandemi, namun penghasilan yang didapatkan masih terbilang jauh dari saat sebelum pandemi melanda.​​​​​​​

Berinovasi

Beberapa pedagang juga melakukan inovasi seperti penjualan secara daring untuk memasarkan barang dagang dengan memanfaatkan media sosial yang dimiliki dan bergabung menjadi bagian dari "e-commerce".

Seperti yang dilakukan Yuni Putri Lutfiana biasa dipanggil Putri seorang ibu beranak satu yang menjaga anaknya sambil berdagang di Pasar Ular, mengatakan saat pandemi masih ada pembeli yang datang ke kios walaupun tak sebanyak sebelum pandemi.

“Kayanya lebih enak pandemi deh daripada sekarang, kalau sekarang pembeli aja hampir ga ada,” ungkap Yuni.

Kios miliknya juga pernah benar-benar tutup total selama dua pekan.

Sistem pemberlakuan 50 persen toko buka dan tutup juga membuat beralih dengan membuka akun belanja online pada sosial media yang dimiliki untuk mengantisipasi seandainya pembeli sedang sepi.

Ia juga mengatakan hasilnya dari berjualan online lebih banyak dibandingkan dengan pembeli yang datang ke kios tempatnya berjualan.

“Ya bisa dibilang 70 persen, 80 persen si yah dari online,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah lebih memperhatikan pemulihan ekonomi para pelaku UMKM supaya para pelaku UMKM dapat kembali bergairah untuk berusaha dan berinovasi lagi seperti ketika sebelum terjadi pandemi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Polda Metro siapkan pengamanan objek vital jelang perhelatan P20
Selasa, 04 Oktober 2022 - 14:23 WIB

Polda Metro siapkan pengamanan objek vital jelang perhelatan P20

Elshinta.com, Polda Metro Jaya  menyiapkan pengamanan berbagai objek vital di Jakarta dan sekitarny...
Wagub Riza jaga hubungan baik meski Anies jadi capres
Selasa, 04 Oktober 2022 - 13:23 WIB

Wagub Riza jaga hubungan baik meski Anies jadi capres

Elshinta.com, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan tetap menjaga hubungan baik de...
Satlantas Polres Metro Jakpus jaring 50 kendaraan operasi Zebra Jaya
Selasa, 04 Oktober 2022 - 11:59 WIB

Satlantas Polres Metro Jakpus jaring 50 kendaraan operasi Zebra Jaya

Elshinta.com, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Pusat menjaring 50 kendaraan pelan...
Pemkot Jakpus gelar vaksinasi dan sterilisasi demi kesejahteraan hewan
Selasa, 04 Oktober 2022 - 11:35 WIB

Pemkot Jakpus gelar vaksinasi dan sterilisasi demi kesejahteraan hewan

Elshinta.com, Pemerintah Kota Jakarta Pusat akan menggelar vaksinasi rabies dan sterilisasi yang dil...
Dinas Bina Marga DKI perluas akses bagi pejalan kaki di Rasuna Said
Selasa, 04 Oktober 2022 - 07:47 WIB

Dinas Bina Marga DKI perluas akses bagi pejalan kaki di Rasuna Said

Elshinta.com, Dinas Bina Marga DKI Jakarta memperluas akses bagi pejalan kaki menuju kawasan transit...
DPRD DKI ingatkan revitalisasi halte TransJakarta harus hargai sejarah
Senin, 03 Oktober 2022 - 21:59 WIB

DPRD DKI ingatkan revitalisasi halte TransJakarta harus hargai sejarah

Elshinta.com, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengingatkan pembangunan halte TransJakart...
DKI perluas jangkauan layanan angkutan umum untuk tekan polusi
Senin, 03 Oktober 2022 - 19:08 WIB

DKI perluas jangkauan layanan angkutan umum untuk tekan polusi

Elshinta.com, Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperluas jangkauan angkutan umum bagi penduduk Ibu Kot...
Polda Metro sebut rendahnya disiplin jadi penyebab utama kecelakaan
Senin, 03 Oktober 2022 - 13:47 WIB

Polda Metro sebut rendahnya disiplin jadi penyebab utama kecelakaan

Elshinta.com, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyebut rendahnya disiplin dalam ...
Polda sediakan Samsat Keliling di Jadetabek
Senin, 03 Oktober 2022 - 08:47 WIB

Polda sediakan Samsat Keliling di Jadetabek

Elshinta.com, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali menyediakan layanan  Samsat Keliling...
Hujan disertai petir dan angin landa sebagian Jakarta pada Senin
Senin, 03 Oktober 2022 - 07:45 WIB

Hujan disertai petir dan angin landa sebagian Jakarta pada Senin

Elshinta.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini pote...

InfodariAnda (IdA)