Anak pedagang kelontong di Majalengka, raih beasiswa untuk kuliah di Rusia
Seorang anak pedagang kelontong asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat kini jadi sorotan. Adalah Rendy Rizky Fahrezi (18), siswa SMAN 1 Jatiwangi yang lulus tahun ini dan siap terbang ke Rusia karena mendapat beasiswa untuk kuliah di sana.

Elshinta.com - Seorang anak pedagang kelontong asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat kini jadi sorotan. Adalah Rendy Rizky Fahrezi (18), siswa SMAN 1 Jatiwangi yang lulus tahun ini dan siap terbang ke Rusia karena mendapat beasiswa untuk kuliah di sana.
Saat ditemui dikediamannya, di Desa Burujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, ia mengatakan akan terbang ke Eropa setelah mendapatkan beasiswa kuliah di Rusia.
"Saat ini, saya sedang mempersiapkan diri sebelum berangkat pada September nanti," kata Rendy seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Rabu (20/7).
Rendy juga menceritakan kalau sejak lama ia telah bercita-cita ingin menjadi dokter, sehingga sejak kelas 10 mulai mencari program beasiswa baik dari dalam maupun luar negeri.
"Awalnya kan memang saya bercita-cita menjadi dokter. Terus saya dari kelas 10 sudah mencari-cari beasiswa, baik di Indonesia maupun luar negeri. Tapi saya pikir, lebih baik cari beasiswa di luar negeri, karena di Indonesia tetap dirasa mahal. Nah lalu saya dapat tuh ada pendaftaran beasiswa ke Rusia melalui website Kementerian Pendidikan Federasi Rusia, kenapa ke Rusia? Karena tidak perlu pakai TOEFL, melainkan bahasa," ujarnya.
Dipaparkannya, tahun lalu tepatnya tanggal 15 September 2021, Rendy resmi mendaftar sebagai salah satu peserta penerima beasiswa ke Rusia. Dalam tahapannya, anak pertama dari pasangan Usep Saeful (50) dan Betty Nurbaetty (38) itu memenuhi berbagai persyaratan.
"Berbagai persyaratan saya penuhi, dari formulir, biodata, KK, KTP, paspor, piagam pendidikan, motivation letter, termasuk proposal Essay.
Setelah itu, tanggal 20 Januari 2022, saya mendapatkan email bahwa saya dinyatakan lolos ke tahap berikutnya.," urainya.
Dari ribuan yang daftar, sambung Rendy, peserta yang lolos ke tahap wawancara sekitar 500 orang se-Indonesia. "Setelah tahap wawancara, Alhamdulillah saya dinyatakan lolos untuk mendapatkan beasiswa kuliah di Rusia," katanya bangga.
Ia menambahkan, se-Indonesia yang diterima itu sebanyak 261 orang untuk kuliah di Rusia, dari berbagai jenjang dari S1, S2 dan S3.
"Untuk berangkat sendiri, saya masih menunggu Letter of Acceptance atau LoA untuk mengetahui jadwal berangkat dan kampus yang akan menerima saya. Sebab, ketika pendaftaran kemarin, saya juga diminta memilih 6 kampus di Rusia. Nah salah satu kampus yang saya pilih, yaitu I.M. Sechenov First Moscow State Medical University," ungkapnya
Sementara menyinggung motivasinya untuk kuliah kedokteran di luar negeri, ia menyebut karena ayahnya. Menurutnya sebelum meninggal tahun 2021 lalu, ayahnya menginginkan untuk lebih sukses dari dia dan berkuliah di kedokteran.
"Ayah saya pernah jadi guru dan sebelum ayah saya meninggal, berprofesi sebagai wirausaha dengan jualan kelontongan. Ayah saya meninggal bulan Juli 2021, sementara ibu saya ibu rumah tangga," tuturnya.
Rendy mengaku tetap merasa tidak percaya kalau ia bisa diterima sebagai peserta yang menerima beasiswa ke Rusia dengan alasan saingannya banyak ribuan, namun ia memiliki keyakinan bakal bisa lolos.