Top
Begin typing your search above and press return to search.

Moeldoko ungkap tantangan ketahanan Indonesia

Fenomena global seperti adanya pandemi Covid-19, dinamika Rusia dan Ukrania yang membawa pengaruh pada harga beberapa komoditas penting seperti minyak dan gandum, serta adanya turbulensi energi menjadi tantangan ketahanan Indonesia saat ini.

Moeldoko ungkap tantangan ketahanan Indonesia
X
Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah mengadakan seminar kebangsaan bertajuk “Membangun Wawasan Kebangsaan di Era Disrupsi Informasi: Strategi Pemerintahan Jokowi Menjaga Keamanan Nasional”. Kegiatan yang diselenggarakan di Balairung Universitas ini dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara daring.

Kepada para peserta yang terdiri dari akademisi UKSW, Forkopimda Provinsi Jawa Tengah, Forkopimda Kota Salatiga, serta sejumlah tamu undangan, Ganjar menyebut bahwa tema yang dibahas dalam seminar ini sangatlah menarik. Hal ini menurutnya tidak lepas dari dibutuhkannya konsolidasi dari seluruh elit negara dalam menjaga keamanan negara.

“Wawasan berbangsa kita bangun dalam menghadapi kondisi yang tidak gampang. Saat ini pun terjadi gejolak geopolitik. Dalam hal ini peran perguruan tinggi, pemerintahan dan masyarkat penting untuk menyukseskan konsolidasi. Menjadi menantang dan menarik karena kita dituntut untuk berpikir mencari solusi alternatif dan berbagi peran,” tegasnya.

Adapun dalam catatan pengantar yang disampaikan di awal seminar ini, Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara mengatakan, negara menargetkan ribuan orang untuk bersekolah hingga meraih gelar profesor dan kembali untuk memajukan Indonesia.

"Namun realitanya tidak semuanya memiliki jiwa kebangsaan yang tinggi. Saya berharap seminar ini dapat membawa pesan menuju Indonesia yang diimpikan," ujarnya.

Hadir sebagai salah satu narasumber dalam seminar ini adalah Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Moeldoko. Menurutnya, fenomena global seperti adanya pandemi Covid-19, dinamika Rusia dan Ukrania yang membawa pengaruh pada harga beberapa komoditas penting seperti minyak dan gandum, serta adanya turbulensi energi menjadi tantangan ketahanan Indonesia saat ini.

"Mengelola negara di tengah-tengah situasi global seperti saat ini bukanlah sesuatu yang mudah. Oleh karena itu pemerintah dituntut untuk dapat bekerja cepat dan profesional, dengan tetap berhati-hati dan menaati asas clean goverment dan juga good governance. Tidak mudah bagi pemerintah untuk mencari titik keseimbangan antara demokrasi dan stabilitas," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Rabu (20/7).

Menghadapi kondisi ini lanjutnya, generasi muda sebagai calon pemimpin di masa depan perlu disiapkan agar cita-cita Indonesia menjadi negara maju tahun 2045 tercapai.

“Generasi muda perlu memiliki kemampuan memecahkan masalah kompleks, berpikir kritis, serta kreatif dan inovasi. Hal itu menjadi kunci untuk menghadapi tantangan ketahanan Indonesia saat ini. Tanpa ketiga kunci itu, kita akan ketinggalan. Be innovative or die,” tandasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire