MemoRI 21 Juli

21 Juli 1947: Belanda melancarkan agresi pertamanya

Elshinta
Penulis : Calista Aziza | Editor : Administrator
21 Juli 1947: Belanda melancarkan agresi pertamanya
Agresi Militer Belanda I adalah operasi militer Belanda untuk kembali menjajah Indonesia. Berikut sejarah Agresi Militer Belanda I.(Foto: National Museum van Wereldculturen/C.J. Taillie via Wikimedia Commons)

Elshinta.com - Setelah memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Indonesia tidak serta merta bebas dari penjajah. Belanda masih terus berupaya merebut kemerdekaan Indonesia melalui sejumlah serangan, salah satunya Agresi Militer Belanda I atau Operatie Product.

Agresi Militer Belanda I adalah operasi militer yang digencarkan Belanda di Pulau Jawa dan Sumatera pada 21 Juli - 5 Agustus 1947. Sebab Agresi Militer Belanda I adalah kekalahan Belanda dalam peperangan.Kekalahan itu membuat ekonomi Belanda lesu.

Belanda pun ingin membangkitkan perekonomian negaranya dengan kembali menguasai kekayaan alam Indonesia. Sejumlah tentara Belanda pun dikirim kembali ke Indonesia.

Belanda datang dengan membonceng pasukan sekutu yang menang Perang Dunia II. Kali ini, Belanda datang dengan bendera baru. Bukan lah VOC, melainkan NICA (Netherlands Indies Civiele Administration) atau Pemerintahan Sipil Hindia Belanda.

NICA mendarat di Sabang, Aceh dan sampai di Jakarta pada 15 September 1945. Tentara NICA dipimpin oleh Letnan Gubernur Jenderal Hubertus van Mook.

Van Mook datang menyampaikan pidato Ratu Wilhelmina yang menyebutkan Indonesia dan Belanda membentuk sebuah persemakmuran. Dengan kata lain, Indonesia berada di bawah naungan Kerajaan Belanda. Namun, masyarakat dan pemerintah Indonesia yang sudah merdeka tak menerima pidato tersebut. Mereka bertekad memukul mundur para penjajah. Situasi pun mulai memanas.

Pada 15 Juli 1947, van Mook mengeluarkan ultimatum atau peringatan keras meminta Indonesia menarik mundur pasukannya sejauh 10 km dari garis demarkasi atau garis gencatan senjata. Ultimatum tersebut ditolak mentah-mentah.

Lima hari kemudian, pada 21 Juli, van Mook melalui siaran radio secara gamblang menyatakan bahwa Belanda tidak lagi terikat pada hasil Perjanjian Linggarjati.

Perundingan Linggarjati itu alah satunya pengakuan belanda secara de facto pada Negara Republik Indonesia. Setelah pengumuman itu, dalam waktu kurang dari 24 jam Agresi Militer Belanda I dimulai.

Agresi Militer Belanda I memiliki tujuan menguasai sumber daya alam Indonesia yang berada di Sumatera dan Jawa. Di pulau Jawa, Belanda bergerak ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Mereka hendak menguasai perkebunan, pabrik, dan pelabuhan.

Sementara di Sumatera, Belanda bertujuan menguasai perkebunan dan pertambangan khususnya minyak dan batu bara. Kekayaan alam ini akan menjadi modal ekonomi Kerajaan Belanda.

Belanda melancarkan serangan yang menyebabkan banyak orang meninggal dunia.

Pemerintah Indonesia melaporkan agresi militer ini kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB lantas mengeluarkan resolusi pada 1 Agustus 1947. Dewan Keamanan PBB terus mendesak Belanda menghentikan agresi militer. Belanda pun menerima resolusi itu dan menyetop pertempuran pada 5 Agustus 1947.

Itulah sejarah Agresi Militer Belanda I. Dalam operasi ini, Belanda gagal merebut kemerdekaan Indonesia.

Sumber: cnnindonesia.com

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Emak-emak petani kopi Pesawaran dukung Firli Bahuri maju Pilpres 2024
Jumat, 30 September 2022 - 20:35 WIB

Emak-emak petani kopi Pesawaran dukung Firli Bahuri maju Pilpres 2024

Elshinta.com, Ada saja cara masyarakat desa mengungkapkan dukungan terhadap Ketua Komisi Pemberantas...
Sahabat Ganjar gelar baksos di Wonogiri, Ponorogo dan Kabupaten Soppeng
Jumat, 30 September 2022 - 20:23 WIB

Sahabat Ganjar gelar baksos di Wonogiri, Ponorogo dan Kabupaten Soppeng

Elshinta.com, Jumat berkah semakin identik dengan Sahabat Ganjar untuk memberikan bantuan dan mencar...
Warga Kepri diminta kibarkan bendera di Hari Kesaktian Pancasila
Jumat, 30 September 2022 - 19:32 WIB

Warga Kepri diminta kibarkan bendera di Hari Kesaktian Pancasila

Elshinta.com, Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin meminta warga untu...
Panwaslih Aceh Utara gelar sosialisasi pengawasan Pemilu 2024
Jumat, 30 September 2022 - 19:15 WIB

Panwaslih Aceh Utara gelar sosialisasi pengawasan Pemilu 2024

Elshinta.com, Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Utara menggelar Sosialisasi Peng...
DPRD Tegal setujui Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022
Jumat, 30 September 2022 - 16:31 WIB

DPRD Tegal setujui Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022

Elshinta.com, DPRD Kota Tegal menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Angg...
Ratusan ulama NTB dukung Ganjar maju Pilpres
Jumat, 30 September 2022 - 14:05 WIB

Ratusan ulama NTB dukung Ganjar maju Pilpres

Elshinta.com, Mendekati pesta demokrasi atau Pemilihan Umum (Pemilu) pada 2024 mendatang, dukungan u...
Presiden Jokowi minta kepala daerah tidak hanya tanda tangan di kantor
Jumat, 30 September 2022 - 06:15 WIB

Presiden Jokowi minta kepala daerah tidak hanya tanda tangan di kantor

Elshinta.com, Presiden RI Joko Widodo meminta para kepala daerah, baik gubernur, bupati, maupun wal...
Mengubah persepsi untuk mengakhiri budaya politik uang
Kamis, 29 September 2022 - 22:37 WIB

Mengubah persepsi untuk mengakhiri budaya politik uang

Elshinta.com, Politik uang sering menjadi topik obrolan seru di berbagai kalangan menjelang pemilih...
Jokowi: Pemda tak ragu gunakan belanja tak terduga untuk cegah inflasi
Kamis, 29 September 2022 - 22:15 WIB

Jokowi: Pemda tak ragu gunakan belanja tak terduga untuk cegah inflasi

Elshinta.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah daerah tidak ragu-ragu untuk mengguna...
Meski tak penuhi syarat materil, Bawaslu telusuri laporan penyebaran Tabloid KBA News
Kamis, 29 September 2022 - 19:37 WIB

Meski tak penuhi syarat materil, Bawaslu telusuri laporan penyebaran Tabloid KBA News

Elshinta.com,  Badan Pengawas Pemilihan Umum – Bawaslu menyatakan laporan penyebaran tabloid KBA ...

InfodariAnda (IdA)