Bank sentral Jepang akan tetap di luar gelombang pengetatan global

Elshinta
Kamis, 21 Juli 2022 - 08:47 WIB |
Bank sentral Jepang akan tetap di luar gelombang pengetatan global
Foto Dokumen: Seorang pria berjalan melewati kantor pusat Bank of Japan (BOJ) di Tokyo, Jepang, 17 Juni 2022. ANTARA/REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Elshinta.com - Bank Sentral Jepang (BOJ) akan menaikkan perkiraan inflasi pada Kamis tetapi mempertahankan suku bunga yang sangat rendah dan memperingatkan risiko terhadap ekonomi yang rapuh, memperkuat posisinya sebagai outlier dalam gelombang kenaikan global untuk biaya pinjaman.

Keputusannya akan datang beberapa jam sebelum Bank Sentral Eropa (ECB), yang akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga 50 basis poin yang lebih besar dari perkiraan untuk menjinakkan inflasi yang melonjak.

Sementara kenaikan biaya bahan bakar dan komoditas telah mendorong inflasi Jepang di atas target 2,0 persen, BOJ tidak terburu-buru untuk menarik stimulus karena perlambatan pertumbuhan global mengaburkan prospek ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dari bekas luka pandemi COVID-19.

Pada pertemuan kebijakan dua hari yang berakhir pada Kamis, BOJ secara luas diperkirakan akan mempertahankan target -0,1 persen untuk suku bunga jangka pendek dan imbal hasil obligasi 10 tahun sekitar 0,0 persen.

Dalam proyeksi kuartalan baru yang akan dirilis setelah pertemuan, dewan kemungkinan akan memproyeksikan inflasi konsumen inti melebihi 2,0 persen pada tahun fiskal saat ini yang berakhir pada Maret 2023, sumber mengatakan kepada Reuters. Itu akan menjadi peningkatan dari 1,9 persen yang diproyeksikan pada April.

Tetapi BOJ kemungkinan akan memangkas perkiraan pertumbuhan tahun ini, dan memproyeksikan inflasi akan melambat kembali di bawah 2,0 persen tahun depan karena dampak kenaikan biaya komoditas menghilang, kata mereka.

Pada briefing pasca-pertemuan, Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda diperkirakan akan mengulangi tekadnya untuk mempertahankan suku bunga yang sangat rendah sampai inflasi yang didorong biaya baru-baru ini disertai dengan pertumbuhan upah dan permintaan lebih kuat.

Namun, berenang melawan gelombang pengetatan moneter global bukannya tanpa biaya. Perbedaan kebijakan telah mendorong yen Jepang ke posisi terendah 24 tahun, merugikan rumah tangga dan pengecer dengan meningkatkan biaya impor yang sudah melonjak.

Data BOJ baru-baru ini menunjukkan bank sentral terpaksa melahap rekor obligasi pemerintah Jepang (JGB) senilai 16 triliun yen (116 miliar dolar AS) pada Juni untuk mempertahankan batas 0,25 persen buat imbal hasil 10-tahun.

Pembelian agresif mendorong kepemilikan BOJ di pasar obligasi melewati 50 persen, menggulirkan kembali upayanya untuk secara bertahap mengurangi neraca besar dan menyebabkan ketegangan di pasar berjangka.

Pasar fokus pada apa yang akan dikatakan Kuroda tentang kenaikan biaya pelonggaran yang berkepanjangan, dan setiap petunjuk yang bisa dia turunkan pada pemicu potensial dari perubahan kebijakan, kata para analis.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Gubernur BI yakinkan pengusaha China untuk berinvestasi di Indonesia
Rabu, 28 September 2022 - 08:35 WIB

Gubernur BI yakinkan pengusaha China untuk berinvestasi di Indonesia

Elshinta.com, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meyakinkan para pengusaha China agar tidak ragu ...
Wapres Ma`aruf Amin sempatkan jalan pagi di Hibiya Park
Selasa, 27 September 2022 - 09:11 WIB

Wapres Ma`aruf Amin sempatkan jalan pagi di Hibiya Park

Elshinta.com, Pada sela-sela kunjungan kerja, Wakil Presiden Ma`ruf Amin dan Ibu Wury Ma\'ruf Amin m...
Wapres Ma`ruf Amin ke Jepang hadiri pemakaman Shinzo Abe
Minggu, 25 September 2022 - 12:31 WIB

Wapres Ma`ruf Amin ke Jepang hadiri pemakaman Shinzo Abe

Elshinta.com, Wakil Presiden Ma`ruf Amin berangkat ke Tokyo, Jepang, untuk menghadiri prosesi pemaka...
54 kampus China pastikan terima kembali para mahasiswa Indonesia
Senin, 19 September 2022 - 09:55 WIB

54 kampus China pastikan terima kembali para mahasiswa Indonesia

Elshinta.com, Sebanyak 54 kampus perguruan tinggi yang tersebar di 21 kota di China memastikan kesed...
Media berpengaruh China sebut KBRI Beijing sebagai `happiest embassy`
Sabtu, 17 September 2022 - 18:31 WIB

Media berpengaruh China sebut KBRI Beijing sebagai `happiest embassy`

Elshinta.com, Media penyiaran berpengaruh di China yang memiliki jaringan internasional CGTN menyebu...
Forum ALC di Beijing jadi ajang pameran kebaya Nusantara
Kamis, 15 September 2022 - 07:45 WIB

Forum ALC di Beijing jadi ajang pameran kebaya Nusantara

Elshinta.com, Forum ASEAN Ladies Circle atau ALC di Beijing, China, Selasa (13/9) sore, menjadi aj...
 Dubes Heri Akhmadi buka Forum Bisnis dan Aichi World Festival 2022
Senin, 12 September 2022 - 16:06 WIB

Dubes Heri Akhmadi buka Forum Bisnis dan Aichi World Festival 2022

Elshinta.com, Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi membuka Forum Bisni...
Dubes-Wagub Fujian sepakat tingkatkan kerja sama Indonesia-China
Senin, 12 September 2022 - 13:45 WIB

Dubes-Wagub Fujian sepakat tingkatkan kerja sama Indonesia-China

Elshinta.com, Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun dan Wakil Gubernur Fujian Guo Ningning b...
Jutaan orang di China rayakan Festival Kue Bulan
Minggu, 11 September 2022 - 17:01 WIB

Jutaan orang di China rayakan Festival Kue Bulan

Elshinta.com, Jutaan orang di China daratan, Hong Kong, Makau, dan Taiwan merayakan Festival Perteng...
Dubes dorong kerja sama obat tradisional Indonesia-China diperluas
Minggu, 04 September 2022 - 16:45 WIB

Dubes dorong kerja sama obat tradisional Indonesia-China diperluas

Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun mendorong kerja sama di bidang obat-obatan tradisional...

InfodariAnda (IdA)