Eksplorasi kunci generasi alfa mahir di lingkungan sosial

Elshinta
Sabtu, 23 Juli 2022 - 06:01 WIB |
Eksplorasi kunci generasi alfa mahir di lingkungan sosial
Ilustrasi anak-anak generasi alfa bermain dengan teman sebayanya. (ANTARA/HO/Pexels)

Elshinta.com - Generasi alfa kini menjadi generasi terbaru dan mendapatkan sorotan karena kemampuan adaptasi mereka yang tinggi terutama terhadap teknologi.

Namun di balik kemahirannya, generasi alfa rupanya memiliki kekurangan dalam hal terlibat aktif di lingkungan sosial.

Rupanya eksplorasi aktivitas dan kegiatan menjadi kunci dalam mendidik anak-anak generasi alfa untuk dapat mahir berkomunikasi di lingkungan sosial.

"Generasi alfa itu memiliki paparan screen time yang lebih lama dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Kurangnya koneksi dengan manusia lain itu yang menyebabkan mereka gak memahami dirinya sendiri. Orangtua dari generasi alfa ini memang harus berperan untuk membantu anak untuk memahami dirinya sendiri," kata dokter spesialis anak Citra Amelinda dalam acara virtual, Jumat.

Eksplorasi diri yang dilakukan anak bisa distimulus oleh orangtua dengan mengajarkan anak memahami berbagai macam emosi.

Anak harus memahami perasaan senang, sedih, marah, kuatir, cemburu, dan beragam emosi lainnya agar ia bisa memahami dirinya sendiri dan kemudian bisa memahami bahwa orang lain juga bisa merasakan emosi.

Orangtua harus bisa mendampingi anak untuk bisa menerima setiap hal yang dirasakannya adalah sebuah kewajaran.

"Mereka (generasi alfa) itu karena terlalu tech savvy jadinya kadang kurang bisa memahami atau terkoneksi dengan dirinya sendiri. Jadi orangtua harus bisa membantu biar anak bisa paham perasaan nyaman, senang, kuatir, cemburu. Ajarkan anak menerima apa yang dia rasakan, memberi tahu 'your feelings are valid' agar anak tidak tumbuh sehat secara fisik dan kecerdasan tapi juga mentalnya bertumbuh," kata Citra.

Di samping memahami perasaan, biasakan anak untuk sering mengutarakan pendapatnya dalam setiap pengambilan keputusan khususnya di lingkup keluarga.

Dengan demikian anak dapat memahami bahwa perannya dalam sebuah lingkungan disadari dan dengan demikian ia pun bisa menerapkannya di lingkungan sosial sebayanya.

Dokter Citra mengatakan anak yang terbiasa berkomunikasi nantinya akan terbiasa memahami konteks dalam sebuah komunikasi, untuk itu sebisa mungkin sejak anak dipastikan hadir di dunia maka orang tua harus sering mengajaknya berkomunikasi.

"Komunikasi itu cara orangtua mentransfer kecerdasan kepada anak, kita mentransfer itu pakai bahasa atau ucapan. Ketika anak memahami bahasa, itu tidak hanya ia bisa mendapatkan keterampilan berbicara tapi juga memahami konteks dalam komunikasi, itu juga sebabnya sedari kecil anak harus dibiasakan berkomunikasi," ujar Citra.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Anak butuh asupan air cukup agar tumbuh kembang optimal
Kamis, 29 September 2022 - 09:23 WIB

Anak butuh asupan air cukup agar tumbuh kembang optimal

Elshinta.com, Konsumsi cairan yang cukup setiap harinya sangat penting untuk bayi dan anak-anak agar...
Punya satu anak atau childfree adalah pilihan
Senin, 26 September 2022 - 20:15 WIB

Punya satu anak atau childfree adalah pilihan

Elshinta.com, Psikolog klinis dewasa Nirmala Ika Kusumaningrum, M.Psi., mengatakan memiliki hanya sa...
Psikolog bilang stres bisa sebabkan anak alami gangguan makan
Rabu, 21 September 2022 - 00:01 WIB

Psikolog bilang stres bisa sebabkan anak alami gangguan makan

Elshinta.com, Psikolog anak Samanta Elsener mengatakan stres bisa menjadi salah satu penyebab anak-a...
Dokter: Susu tidak bisa menggantikan makanan utama
Selasa, 20 September 2022 - 22:45 WIB

Dokter: Susu tidak bisa menggantikan makanan utama

Elshinta.com, Dokter spesialis gizi klinik Universitas Indonesia Diana Felicia Suganda mengatakan su...
Bupati: orang tua perlu diedukasi pentingnya imunisasi
Rabu, 14 September 2022 - 20:51 WIB

Bupati: orang tua perlu diedukasi pentingnya imunisasi

Elshinta.com, Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat, Khairunas mengatakan orang tua perlu diberikan ...
Psikolog: orangtua perlu meningkatkan literasi digital
Rabu, 14 September 2022 - 09:39 WIB

Psikolog: orangtua perlu meningkatkan literasi digital

Elshinta.com, Psikolog Klinis Anak dan Remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi mengatakan penting...
Dokter tak sarankan anak dengan autisme langsung dimasukkan PAUD
Jumat, 09 September 2022 - 07:01 WIB

Dokter tak sarankan anak dengan autisme langsung dimasukkan PAUD

Elshinta.com, Dokter spesialis anak konsultan neurologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indones...
Diagnosis autisme dapat dimulai sejak usia anak setahun
Jumat, 09 September 2022 - 06:45 WIB

Diagnosis autisme dapat dimulai sejak usia anak setahun

Elshinta.com, Dokter spesialis anak konsultan neurologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indones...
Menyiapkan generasi masa depan dengan literasi digital
Minggu, 04 September 2022 - 20:01 WIB

Menyiapkan generasi masa depan dengan literasi digital

Hampir dua tahun yang lalu warganet Indonesia dibuat berang karena hasil survei yang menunjukkan tin...
Psikolog: Jangan disiplinkan anak dengan cara merendahkan martabatnya
Kamis, 25 Agustus 2022 - 08:23 WIB

Psikolog: Jangan disiplinkan anak dengan cara merendahkan martabatnya

Psikolog Mulyana Brata Manggala mengatakan penanaman disiplin terhadap anak dengan cara kekerasan da...

InfodariAnda (IdA)