Dokter: Penting ketahui riwayat kesehatan sebelum rencanakan kehamilan

Elshinta
Kamis, 28 Juli 2022 - 21:47 WIB |
Dokter: Penting ketahui riwayat kesehatan sebelum rencanakan kehamilan
Ilustrasi hamil (Pexels)

Elshinta.com - Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr. Yassin Yanuar MIB, Sp.OG,-KFER, MSc dari Ikatan Dokter Indonesia mengatakan bahwa perempuan yang ingin mengandung harus mengetahui riwayat kesehatan demi proses kehamilan dan bayi yang sehat.

"Perempuan yang ingin hamil harus tahu riwayat kesehatan agar bisa diintervensi dan diatasi," kata Yassin di Jakarta, Kamis.

Calon ibu yang sudah mengetahui apa saja penyakit yang diderita, entah itu diabetes, asma, jantung, epilepsi hingga masalah pembekuan darah bisa memeriksakan diri untuk mengetahui apakah obat-obat yang dikonsumsi boleh diteruskan atau dihentikan sementara selama mengandung demi kepentingan janin.

Memahami riwayat kesehatan merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan saat pasangan menjalani program merencanakan kehamilan.

Menurut Yassin, fokus program hamil (promil) bukan cuma sekadar sukses hamil, tetapi mempersiapkan diri calon ayah dan calon ibu secara fisik dan mental untuk menghadapi kehamilan sehingga calon ibu dapat mengalami kehamilan yang sehat.

"Promil juga fokus untuk memperbaiki dan memaksimalkan proses pembentukan sel telur dan sperma yang sehat sehingga janin yang dikandung akan sehat juga,” ujar dia.

Pasangan bisa melakukan program hamil ketika mereka sudah siap untuk memiliki momongan. Secara umum, program hamil dapat dibagi menjadi pasangan yang tidak memiliki masalah reproduksi atau tidak ada gangguan kesuburan, dan pasangan yang memiliki gangguan kesuburan.

Jika pasangan yang baru menikah di bawah satu tahun tapi tidak kunjung hamil dan tidak memiliki tanda-tanda gangguan kesuburan, program hamil alami dapat dilakukan dengan cara berhubungan seksual teratur dua sampai tiga hari sekali, konsumsi makanan bergizi dan olahraga teratur.

Bagi pasangan yang usia istrinya sudah lebih dari 35 tahun, dan atau haidnya tidak teratur atau jarang, mengalami rasa nyeri berat saat haid, dan usia pernikahannya sudah lebih dari satu tahun tapi tidak kunjung hamil, disarankan untuk segera mengunjungi dokter kandungan untuk melakukan berbagai tes atau skrining kesehatan agar dapat mendeteksi kesehatan dan mencegah berbagai kemungkinan di kemudian hari.

“Ada beberapa proses atau tahapan yang harus dilakukan untuk program hamil. Tahapan yang pertama harus dilakukan yaitu menjaga gaya hidup sehat dengan menjaga berat badan ideal, mengatur pola makan sehat, olahraga teratur," katanya.

Calon ibu dan calon ayah harus memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk mengetahui ada tidaknya masalah kesehatan yang perlu ditangani. Kemudian, pasangan yang sedang merencanakan kehamilan akan diberikan suplementasi asam folat, vitamin B9, dan zat gizi lainnya yang bersifat antioksidan yang terdapat pada sayuran dan buah.

Selanjutnya, pasangan diharapkan untuk meninggalkan gaya hidup yang merusak, seperti, merokok, konsumsi alkohol, zat-zat terlarang, serta menghindari polusi atau zat yang mengandung dioksin atau radikal bebas. Jika pasangan sudah menjalani program hamil alami tapi tidak kunjung hamil, pilihan program kehamilan lainnya yang dapat dilakukan adalah inseminasi dan bayi tabung.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Dokter sebut terpapar polusi udara turunkan produksi kolagen
Kamis, 18 Agustus 2022 - 22:45 WIB

Dokter sebut terpapar polusi udara turunkan produksi kolagen

Dokter spesialis gizi dr. Yohan Samudra, Sp.GK menyebut terpapar polusi udara menjadi salah satu fak...
Studi: Jalan kaki dua menit setelah makan turunkan risiko diabetes
Minggu, 14 Agustus 2022 - 20:01 WIB

Studi: Jalan kaki dua menit setelah makan turunkan risiko diabetes

Tujuh studi yang dilakukan para peneliti di University of Limerick di Irlandia menunjukkan bahwa ber...
Nikotin bermanfaat jika dikonsumsi tepat dengan cara rendah risiko
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 17:03 WIB

Nikotin bermanfaat jika dikonsumsi tepat dengan cara rendah risiko

Ahli Toksikologi dan akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Shoim Hidaya...
Dokter: ASI sedikit di hari pertama melahirkan tak perlu dikhawatirkan
Jumat, 12 Agustus 2022 - 19:47 WIB

Dokter: ASI sedikit di hari pertama melahirkan tak perlu dikhawatirkan

Konsultan laktasi dan instruktur pijit bayi RS Sari Asih Ciputat, Tangerang Selatan, dr. Hikmah Kurn...
Dokter Boyke beri tips jaga keperkasaan bagi pria
Kamis, 11 Agustus 2022 - 16:14 WIB

Dokter Boyke beri tips jaga keperkasaan bagi pria

Dokter spesialis kandungan dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS memberi tips agar para pria dapat menja...
Nihil pasien Covid-19, RSUD-CM alihkan fungsi Gedung RICU
Rabu, 10 Agustus 2022 - 13:23 WIB

Nihil pasien Covid-19, RSUD-CM alihkan fungsi Gedung RICU

Akibat nihilnya pasien Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia (RSUD-CM) Aceh Utara mengubah fun...
Nakes RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten lakukan vaksin booster kedua
Rabu, 10 Agustus 2022 - 11:12 WIB

Nakes RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten lakukan vaksin booster kedua

Pelaksanaan booster ke dua tenaga kesehatan (Nakes) RSUP dr Soeradji Tirtonegoro digelar di gedung p...
Sepanjang Tahun 2022, RSUD Cut Meutia Aceh Utara tangani 34 kasus DB
Rabu, 10 Agustus 2022 - 10:14 WIB

Sepanjang Tahun 2022, RSUD Cut Meutia Aceh Utara tangani 34 kasus DB

Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia (RSUD CM) Kabupaten Aceh Utara menangani 34 kasus warga terserang...
Satgas Yonif 126/KC edukasikan cara cuci tangan untuk anak Papua
Senin, 08 Agustus 2022 - 18:57 WIB

Satgas Yonif 126/KC edukasikan cara cuci tangan untuk anak Papua

Menanamkan pola hidup sehat sejak dini, Satgas Yonif 126/KC Pos Waris mengedukasi cara mencuci tanga...
KPA sebut kasus HIV/Aids di Klaten seperti fenomenan gunung es 
Senin, 08 Agustus 2022 - 16:27 WIB

KPA sebut kasus HIV/Aids di Klaten seperti fenomenan gunung es 

Temuan orang dengan HIV/Aids (ODHA) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sangat mengkhawatirkan. Kasus k...

InfodariAnda (IdA)