Ganjar pastikan sendiri kondisi WNI korban penyekapan di Kamboja

Elshinta
Sabtu, 30 Juli 2022 - 07:45 WIB |
Ganjar pastikan sendiri kondisi WNI korban penyekapan di Kamboja
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. ANTARA/Sumarwoto

Elshinta.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan sendiri secara daring kondisi puluhan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi korban penipuan kerja dan disekap di negara Kamboja.

"Kemarin saya sudah video call dengan mereka, begitu. Kondisinya baik-baik semua, tetapi ada satu yang sakit," kata Ganjar di Semarang, Jumat.

Dari hasil pengecekan langsung itu, Ganjar mengungkapkan jika situasi cukup baik setelah melihat satu per satu wajah dan kondisi para WNI.

"Saya sudah konfirmasi ke sana, sebenarnya tidak dalam sekapan dan saya lihat wajahnya. Tidak ada yang, maaf, nyonyor-nyonyor (babak belur) itu gak ada. Bahwa ada yang sakit masih bekerja dan sebagainya itulah yang saya minta untuk di-assesment," ujarnya.

Untuk itu, Ganjar memerintahkan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah proaktif dan mengecek langsung kondisi para WNI tersebut.

"Kemarin bilang nanti masih akan diperiksa, saya bilang gak, suruh turun ke lokasi, suruh ngecek betul apa yang terjadi sambil kita membuat back up untuk mengamankan mereka," tegasnya.

Selain itu, katanya, melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat juga dilakukan untuk menghubungkan dengan perusahaan terkait.

"Dengan KBRI, hari ini kami minta untuk mengecek ke lokasi, untuk komunikasi dengan perusahaannya," ujarnya.

Ia berharap para TKI yang menjadi korban tersebut dapat segera ditolong dan kembali ke Indonesia karena kasus serupa sudah pernah terjadi.

"Beberapa waktu lalu ada kejadian seperti ini, juga di sana (Kamboja), dan sudah dikembalikan, ditarik lagi," katanya.

Ganjar mengimbau masyarakat, khususnya warga Jawa Tengah yang ingin bekerja di luar negeri agar mengikuti semua proses sesuai prosedur agar kasus semacam ini tidak terulang lagi.

"Saya minta siapa pun yang mau kerja ke luar negeri tolong ikuti aturan sehingga kami bisa memantau, jika tidak sesuai aturan maka yang terjadi akan di luar dugaan yang dipikirkan," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo merespons cepat adanya aduan mengenai dugaan penyekapan puluhan WNI di negara Kamboja.

Melalui akun media sosial Instagram @ganjar_pranowo yang diakses di Semarang, Rabu (27/7), Ganjar memerintahkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jateng untuk melakukan pengecekan.

Berdasarkan data sementara ada warga Jawa Tengah yang menjadi korban dugaan penyekapan itu, setidaknya ada 10 warga asal Jateng yang berada dalam rombongan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Media dan warga Jepang soroti tragedi sepak bola Kanjuruhan
Senin, 03 Oktober 2022 - 18:46 WIB

Media dan warga Jepang soroti tragedi sepak bola Kanjuruhan

Elshinta.com, Sejumlah media arus utama di Jepang menyoroti tragedi sepak bola yang terjadi di Stadi...
Jokowi dan pemimpin dunia ucapkan selamat HUT ke-73 RRC
Senin, 03 Oktober 2022 - 11:11 WIB

Jokowi dan pemimpin dunia ucapkan selamat HUT ke-73 RRC

Elshinta.com, Presiden Indonesia Joko Widodo beserta sejumlah pemimpin dunia mengirimkan ucapan sela...
Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang viral di China
Minggu, 02 Oktober 2022 - 13:04 WIB

Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang viral di China

Elshinta.com, Kerusuhan maut pascapertandingan sepakbola Arema FC-Persebaya pada Sabtu (1/10) mal...
Xi Jinping hadiri peringatan Hari Martir di Tiananmen
Jumat, 30 September 2022 - 19:24 WIB

Xi Jinping hadiri peringatan Hari Martir di Tiananmen

Elshinta.com, Presiden China Xi Jinping menghadiri peringatan Hari Martir dengan meletakkan karangan...
 Indonesia sukses raih kerja sama bisnis biomassa dengan Jepang senilai Rp2,1 triliun
Jumat, 30 September 2022 - 13:56 WIB

Indonesia sukses raih kerja sama bisnis biomassa dengan Jepang senilai Rp2,1 triliun

Elshinta.com, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo memfasilitasi kerja sama bisnis biomass...
KBRI: Badai tropis Ian lewati Kuba, semua WNI aman
Kamis, 29 September 2022 - 12:35 WIB

KBRI: Badai tropis Ian lewati Kuba, semua WNI aman

Elshinta.com, Kedutaan Besar RI di Havana menyampaikan bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) ...
Sinopharm-Merck kerja sama, obat COVID bakal diproduksi di China
Kamis, 29 September 2022 - 10:11 WIB

Sinopharm-Merck kerja sama, obat COVID bakal diproduksi di China

Elshinta.com, Produsen vaksin terbesar di China Sinopharm dan perusahaan farmasi terbesar di Amerika...
Pembatik cilik Akeyla Naraya ceritakan pengalaman tampil di Moskow
Kamis, 29 September 2022 - 08:11 WIB

Pembatik cilik Akeyla Naraya ceritakan pengalaman tampil di Moskow

Elshinta.com, Pembatik cilik asal Karawang, Jawa Barat, Akeyla Naraya (12) menceritakan pengalamanny...
28 September 1950: Indonesia resmi menjadi anggota ke-60 PBB
Rabu, 28 September 2022 - 06:00 WIB

28 September 1950: Indonesia resmi menjadi anggota ke-60 PBB

Pada tanggal 28 September 1950 yang lalu Indonesia resmi menjadi anggota ke-60 Perserikatan Bangsa...
Wapres Ma`ruf Amin hadiri pemakaman kenegaraan Shinzo Abe
Selasa, 27 September 2022 - 14:25 WIB

Wapres Ma`ruf Amin hadiri pemakaman kenegaraan Shinzo Abe

Elshinta.com, Wakil Presiden Ma`ruf Amin menghadiri prosesi pemakaman kenegaraan mantan PM Jepang S...

InfodariAnda (IdA)