Akademisi ajak perokok berhenti bertahap dengan tembakau rendah risiko

Elshinta
Sabtu, 30 Juli 2022 - 22:23 WIB |
Akademisi ajak perokok berhenti bertahap dengan tembakau rendah risiko
Petugas medis dan relawan memberikan sosialisasi kepada warga untuk berhenti merokok saat kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) di Solo, Jawa Tengah, Minggu (5/6/2022). ANTARAFOTO/Maulana Surya/tom.

Elshinta.com - Kepala Pusat Unggulan Iptek Inovasi Pelayanan Kefarmasian Universitas Padjadjaran Neily Zakiah berpesan kepada perokok agar mengurangi ketergantungan dan berhenti sepenuhnya secara bertahap dengan cara menggunakan sumber nikotin lain yang lebih rendah risiko ketimbang rokok bakar konvensional.

Neily menjelaskan, berhenti merokok secara bertahap menggunakan produk lain yang rendah risiko bisa mengurangi gejala kecemasan pada perokok karena asupan nikotinnya tetap terjaga, namun dengan kadar yang diturunkan secara bertahap.

“Terkadang, jika proses berhenti merokok tidak dilakukan secara bertahap, maka gejala withdrawal yang bisa membuat kurang nyaman secara fisik dan psikologis dapat terjadi, sehingga meningkatkan kemungkinan orang tersebut untuk kembali merokok atau yang disebut dengan relapse,” kata Nelly dalam keterangannya pada Sabtu.

Menurut Neily, saat ini ada sejumlah pilihan intervensi yang bisa dimanfaatkan perokok dewasa, seperti melakukan konseling dengan pihak kompeten semisal dokter, psikolog klinis, apoteker, dan lain-lain.

Ada juga alternatif lain dengan menggunakan produk terapi pengganti nikotin atau nicotine replacement therapy (NRT) seperti tablet hisap, permen karet, dan semprotan hidung.

“Konsep NRT adalah menyediakan nikotin dengan dosis rendah melalui produk-produk tersebut untuk melemahkan gejala withdrawal nikotin dari rokok secara bertahap,” jelasnya.

Selain NRT, saat ini berbagai pihak juga tengah mengevaluasi pemanfaatan produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin.

Ia menilai, tembakau alternatif sebagai produk penghantar nikotin yang terlahir dari hasil inovasi dan kajian ilmiah, dapat menjadi pilihan bagi perokok dewasa yang merasa kesulitan untuk berhenti dari kebiasaannya. Namun, perlu dicatat bahwa produk itu tidak bebas risiko sepenuhnya, sehingga pilihan yang terbaik adalah berhenti merokok total.

“Hasil studi systematic review kami yang terbaru menunjukkan bahwa berbagai produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin memiliki potensi untuk membantu upaya pengurangan pada perokok aktif dewasa dengan berbagai tingkat efektivitas dan risiko yang berbeda-beda pula,” kata Neily.
​​
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Neily meneruskan produk tembakau alternatif berpotensi untuk mengurangi gejala withdrawal pada perokok dewasa. Dari segi keamanan jangka pendek, produk-produk tersebut pada umumnya bisa ditoleransi tubuh dengan baik. Efek sampingnya pun minim bila dibandingkan dengan rokok.

“Karena karakteristik produk-produk tersebut sangat bervariasi, informasi yang detail dan tepat juga harus disampaikan secara menyeluruh untuk mencegah misinformasi,” kata dia.

Kendati demikian, produk-produk tersebut tidak sepenuhnya bebas risiko kesehatan. Oleh karena itu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan studi yang lebih mumpuni.

Neily berharap agar pemerintah bisa turut serta pada upaya pengurangan bahaya tembakau. Salah satunya adalah dengan menyediakan informasi yang komprehensif dan berimbang mengenai manfaat dari produk-produk tembakau alternatif yang pada akhirnya dapat menjadi basis peraturan yang tepat sasaran.

“Pemerintah juga perlu membuat regulasi yang sesuai dengan berbasis bukti penelitian sehingga upaya pengurangan bahaya merokok bisa tepat sasaran,” tutupnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Benarkah kopi bagus untuk turunkan berat badan?
Selasa, 04 Oktober 2022 - 14:47 WIB

Benarkah kopi bagus untuk turunkan berat badan?

Elshinta.com, Kopi mungkin berperan dalam meningkatkan metabolisme tubuh dan mengurangi nafsu makan ...
Dokter: Olahraga aerobik cocok untuk cegah serangan jantung
Selasa, 04 Oktober 2022 - 13:59 WIB

Dokter: Olahraga aerobik cocok untuk cegah serangan jantung

Elshinta.com, Olahraga aerobik yang biasanya dilakukan dalam intensitas rendah dalam durasi lama bis...
Studi: Minum teh setiap hari turunkan risiko diabetes
Selasa, 04 Oktober 2022 - 13:35 WIB

Studi: Minum teh setiap hari turunkan risiko diabetes

Elshinta.com, Minum teh setiap hari dapat meningkatkan kesehatan, memperpanjang usia harapan hidup d...
Dokter: Konsumsi sayur segar dan tinggi serat jaga kesehatan jantung
Selasa, 04 Oktober 2022 - 06:45 WIB

Dokter: Konsumsi sayur segar dan tinggi serat jaga kesehatan jantung

Elshinta.com, Dokter spesialis penyakit jantung pembuluh darah menyebutkan konsumsi buah dan sayur s...
WaspadaI gejala meningitis sakit kepala yang tak kunjung sembuh
Senin, 03 Oktober 2022 - 22:11 WIB

WaspadaI gejala meningitis sakit kepala yang tak kunjung sembuh

Elshinta.com, Ahli kesehatan dokter spesialis saraf, dr Adisresti Diwyacitta, Sp.S berpesan kepada ...
Dokter sarankan orang tua periksakan mata anak sejak dini
Senin, 03 Oktober 2022 - 13:27 WIB

Dokter sarankan orang tua periksakan mata anak sejak dini

Elshinta.com, Dokter spesialis mata dr. Ratu Windi Meidiana, M.Ked (Oph), SpM menyarankan agar orang...
Dokter paparkan perawatan yang tepat pada orang dengan demensia
Senin, 03 Oktober 2022 - 10:59 WIB

Dokter paparkan perawatan yang tepat pada orang dengan demensia

Elshinta.com, Perawat di RSUI Ns. Hesti Rahayu, S.Kep, M.Kep, Sp.Kep.M.B mencontohkan perawatan yang...
Dokter: Pikun bisa serang orang yang masih muda
Senin, 03 Oktober 2022 - 10:37 WIB

Dokter: Pikun bisa serang orang yang masih muda

Elshinta.com, Dokter spesialis saraf dr Pukovisa Prawiroharjo, SpS(K), Ph.D, mengatakan pikun tidak ...
Dokter: Modifikasi gaya hidup penting untuk penderita diabetes
Senin, 03 Oktober 2022 - 06:15 WIB

Dokter: Modifikasi gaya hidup penting untuk penderita diabetes

Elshinta.com, Memodifikasi gaya hidup adalah salah satu solusi penting yang bisa diterapkan oleh pen...
Kapolsek Secanggang bantu 18 balita stunting dan dua orang dhuafa
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 21:56 WIB

Kapolsek Secanggang bantu 18 balita stunting dan dua orang dhuafa

Elshinta.com, Kepala Kepolisian Sektor Secanggang, Polres Langkat, AKP Salija, membagikan bansos pak...

InfodariAnda (IdA)