Lima negara ASEAN kutuk eksekusi mati aktivis Myanmar

Elshinta
Senin, 01 Agustus 2022 - 12:59 WIB |
Lima negara ASEAN kutuk eksekusi mati aktivis Myanmar
Wakil RI untuk AICHR Yuyun Wahyuningrum (ketiga kiri) bersama para wakil negara ASEAN di komisi tersebut yang merilis pernyataan keras atas eksekusi mati empat aktivis pro demokrasi oleh militer Myanmar. (ANTARA/HO-Wakil RI untuk AICHR)

Elshinta.com - Lima perwakilan negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Komisi HAM Antarpemerintah ASEAN (AICHR) mengutuk keras eksekusi mati empat aktivis demokrasi oleh militer Myanmar.

Pernyataan tersebut dirilis oleh lima perwakilan negara ASEAN di AICHR yaitu Aishah Bidin (Malaysia), Yuyun Wahyuningrum (Indonesia), Aileen S Mendiola-Rau (Filipina), Shashi Jayakumar (Singapura), Amara Pongsapich (Thailand) pada Minggu (31/7).

“Kami mengulangi pernyataan Ketua ASEAN pada 25 Juli 2022 bahwa eksekusi ini menandakan kemunduran dan tidak adanya kemauan politik dari otoritas militer Myanmar untuk secara serius menerapkan Konsensus Lima Poin ASEAN,” demikian keterangan itu.

Oleh karena itu, lima negara tersebut meminta otoritas militer Myanmar untuk sepenuhnya menerapkan Konsensus Lima Poin secara tulus dan cepat.

Mereka juga mendesak otoritas militer Myanmar untuk segera menghentikan semua tindakan kekerasan, menahan diri dari eksekusi sewenang-wenang selanjutnya, serta membebaskan semua tahanan politik dan mereka yang ditahan secara sewenang-wenang.

Militer Myanmar juga didorong untuk terlibat dalam dialog konstruktif semua pihak untuk mencari solusi damai dan segera guna mengembalikan demokrasi, serta memastikan perlindungan HAM dan kebebasan dasar di negara itu.

Pada Senin (25/7), militer Myanmar yang berkuasa mengumumkan bahwa mereka telah mengeksekusi empat aktivis oposisi yang dituduh membantu "aksi teror".

Mantan legislator Phyo Zeya Thaw, serta aktivis demokrasi Kyaw Min Yu, Aung Thura Zaw, dan Hla Myo dijatuhi hukuman mati dalam persidangan rahasia pada Januari dan April.

Keempat pegiat itu dituduh membantu gerakan perlawanan sipil yang telah memerangi militer sejak kudeta tahun lalu dan tindakan keras berdarah terhadap protes nasional.

Eksekusi pertama yang dilakukan Myanmar dalam beberapa dekade itu memicu kecaman internasional dan ancaman sanksi dari Amerika Serikat.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Indonesia akan pimpin ASEAN 2023 dengan paradigma kolaborasi
Selasa, 27 September 2022 - 13:06 WIB

Indonesia akan pimpin ASEAN 2023 dengan paradigma kolaborasi

Elshinta.com, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, saat menyampaikan pidato pada Sidang Majelis Umum P...
Pengusaha Hong Kong pastikan kehadiran di Trade Expo Indonesia
Sabtu, 24 September 2022 - 16:59 WIB

Pengusaha Hong Kong pastikan kehadiran di Trade Expo Indonesia

Elshinta.com, Para pelaku usaha dari Hong Kong memastikan diri untuk menjadi bagian dari Trade Expo ...
DKP Kepri: Pemerintah Malaysia bebaskan satu dari dua nelayan Natuna
Jumat, 23 September 2022 - 17:47 WIB

DKP Kepri: Pemerintah Malaysia bebaskan satu dari dua nelayan Natuna

Elshinta.com, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau Tengku Said Arif Fad...
Para menlu ASEAN bertemu di New York dan bahas persiapan KTT
Jumat, 23 September 2022 - 11:51 WIB

Para menlu ASEAN bertemu di New York dan bahas persiapan KTT

Elshinta.com, Para menteri luar negeri anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) berte...
Thailand dukung Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023
Selasa, 20 September 2022 - 18:35 WIB

Thailand dukung Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023

Elshinta.com, Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai menyampaikan kepada Menlu Indonesia Retno...
Dubes: Prof Azyumardi Azra meninggal karena serangan jantung
Senin, 19 September 2022 - 00:11 WIB

Dubes: Prof Azyumardi Azra meninggal karena serangan jantung

Elshinta.com, Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Malaysia Hermono mengatakan Profesor Azyum...
11 warga korban sindikat penipuan kerja di Kamboja kembali ke Malaysia
Jumat, 16 September 2022 - 15:58 WIB

11 warga korban sindikat penipuan kerja di Kamboja kembali ke Malaysia

Elshinta.com, Sebanyak 11 warga yang menjadi korban sindikat penipuan penawaran kerja di Kamboja kem...
Dubes Vietnam: Sejarah telah menjadikan Vietnam-Indonesia mitra alami
Kamis, 15 September 2022 - 08:01 WIB

Dubes Vietnam: Sejarah telah menjadikan Vietnam-Indonesia mitra alami

Elshinta.com, Duta besar Vietnam untuk Indonesia Ta Van Thong menegaskan bahwa latar belakang sejara...
Menilik upaya pemerintah globalkan produk halal Indonesia
Minggu, 11 September 2022 - 11:31 WIB

Menilik upaya pemerintah globalkan produk halal Indonesia

Elshinta.com, Pameran produk halal pada ajang Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) digela...
Produk-produk halal Indonesia dipamerkan di Malaysia
Kamis, 08 September 2022 - 09:11 WIB

Produk-produk halal Indonesia dipamerkan di Malaysia

Elshinta.com, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Malaysia membantu mempromosikan produk-...

InfodariAnda (IdA)