Alan Sastra Ginting dan ketangguhan mental

Elshinta
Selasa, 02 Agustus 2022 - 10:11 WIB |
Alan Sastra Ginting dan ketangguhan mental
Alan Sastra Ginting, atlet lempar cakram Indonesia pada ASEAN Para Games 2022 di Solo. Alan juga merupakan Ketua NPC Sumut (ANTARA/HO)

Elshinta.com - Sudah sejak 2005 Alan Sastra Ginting mengikuti ASEAN Para Games. Itu empat tahun sejak perhelatan untuk atlet para se-Asia Tenggara ini pertama kali digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2001.

Atlet para-atletik kelahiran Pancur Batu, Deli Serdang, 27 Desember 1980 itu senantiasa mempersembahkan medali emas ASEAN Para Games sampai edisi terakhir 2017 sebelum Solo 2022.

Sungguh rentang waktu yang panjang. Dua belas tahun!

Kini, lima tahun sejak terakhir kali dikalungi medali emas di Kuala Lumpur pada 2017, Alan Sastra kembali menantang semua lawan agar meruntuhkan dominasi dia dalam para-atletik, khususnya lempar cakram.

Esok Rabu tanggal 2 Agustus, dalam usia 42 tahun, Alan yang sejak beberapa waktu terakhir memutuskan fokus kepada lempar cakram ini, sudah siap untuk kembali mempersembahkan medali emas kepada Indonesia dalam ASEAN Para Games 2022 di Solo.

Di Kuala Lumpur pada 2017 itu, para-atletik Indonesia merebut 40 keping medali emas untuk menyandang predikat juara umum para-atletik.

Jumlah medali emas sebanyak itu melampaui target 36 medali emas.

Kini 78 atlet para-atletik Indonesia, termasuk Alan Sastra, siap meneruskan dominasi dalam ASEAN Paragames Solo 2022.

Daya tahan Alan yang juga ketua National Paralympic (NPC) Sumatera Utara ini, untuk tetap berada dalam level tertinggi kompetisi adalah luar biasa tinggi.

Tapi berhasil atau tidak mempersembahkan kembali medali emas Rabu esok, Alan tetap salah satu atlet-para fenomenal yang dimiliki Indonesia.

Dia bisa begitu lama bertahan di puncak, dan tak mau berhenti melemparkan cakram dan melontarkan peluru dalam 17 tahun terakhir, termasuk dalam ajang Asian Games dan Pekan Paralimpiade Nasional atau Peparnas.

Alan tak pelak menjadi satu dari banyak "super human" Indonesia yang tetap bersinar walau usia sudah berkepala empat.

Atlet-atlet para sering dilabeli predikat "super human" atau manusia super.

Adalah cara menjadi juara yang membuat mereka istimewa karena mereka melakukan semua itu sembari berjuang dalam kondisi fisik yang bagi kebanyakan manusia adalah rintangan, bahkan di zaman kegelapan lalu disebut aib.

Saat ditanya apa yang membuat dirinya mendominasi arena maraton dunia untuk kaum difabel, atlet para Swiss, Marcel Hug, mengungkapkan dua dari banyak hal yang membuatnya memiliki daya tahan tinggi untuk terus berprestasi di banyak arena.

Pertama, "Anda harus keras kepada diri sendiri dan tidak berhenti manakala lelah, sebaliknya terus melangkah semakin jauh, jangan pernah menyerah". Aspek ini harus menjadi kerangka berpikir yang tertanam pada diri atlet para.

Kedua, kekuatan mental. Bagi Hug, kekuatan mental adalah hal paling penting yang membuatnya terus bertahan.

Sekolah mental
Marcel Hug adalah juara lari kursi roda kategori T54 dalam Olimpiade Musim Dingin London 2014.

Dia juga berjaya dalam berbagai arena, dari Berlin sampai Bostron, New York, Oita dan Seoul.

Dia sudah tiga kali juara dunia lari 10 km T54, dan pemegang rekor dunia nomor ini dengan waktu 19 menit 50,64 detik.

Apa yang diyakini Hug itu sangat mungkin sama dengan apa yang mendasari Alan Sastra tetap memuncaki arena atletik ASEAN Para Games.

Namun yang mungkin paling menarik dari aspek yang mendorong atlet para terus berada di puncak performa adalah kekuatan mental.

Aspek ini sering digunakan dalam menjelaskan mengapa seorang atlet konsisten menorehkan hasil terbaik. Tetapi konsep ini juga sering disalahpahami.

Bertentangan dengan yang dipercaya kebanyakan orang, ketahanan mental adalah justru motivasi tingkat tinggi yang mengatasi kemunduran pada atlet yang kemudian membuat mereka menjadi fokus kepada tujuan dirinya.

Keterampilan ini dimiliki oleh atlet-atlet para. Kemampuan mempertahankan motivasi dan tetap percaya diri dalam jangka waktu lama adalah sangat penting dalam usaha untuk terus sukses di arena-arena olahraga, dari tempat ke tempat, dari waktu ke waktu.

Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan National Institutes of Health (NIH) di Amerika Serikat, atlet-atlet para justru menarik manfaat besar dari paparan situasi yang sangat menuntut dalam lingkungan yang mendukung seperti suasana kompetisi dalam olahraga.

Situasi ini membantu atlet dalam mengembangkan karakter dan perilaku tangguh yang membuat mereka merengkuh pencapaian tertinggi.

Kekuatan atau ketangguhan mental ini adalah gabungan dari karakter (yang meliputi tekad, kegigihan, pragmatisme, optimisme, keuletan, kepercayaan diri dan kemandirian), kognisi (perasaan normal, rasa terbebaskan, menolak kondisi dalam kendala, persepsi mengenai pengaruh dan terhubung dengan yang lain), dan strategi kognitif (pikiran yang rasional, fokus kepada tujuan, dan cara mengelola serta mengendalikan rasa sakit).

Tak seperti umumnya olahragawan, atlet-atlet para sudah pasti mengalami trauma hidup yang mendalam.

Atlet para melewati apa yang disebut Post Traumatic Growth (PTG) yang adalah pengalaman perubahan positif yang terjadi sebagai akibat dari perjuangan yang sangat menantang dari situasi-situasi kehidupan yang dihadapi.

Atlet para juga memiliki kesempatan untuk tumbuh di tengah kesulitan yang dihadapinya, namun mereka membutuhkan berbagai sumber daya untuk menangkal hal itu, selain sistem pendukung agar dirinya bisa berkembang.

Inilah salah satu aspek menarik dari kompetisi antar atlet para, termasuk selama ASEAN Para Games 2022 di Solo.

Ajang ini bukan hanya tentang kompetisi untuk berebut medali dan perjuangan melahirkan rasa bangga pada diri atlet dan tempat serta masyarakat asal mereka.

Karena ajang ini juga menjadi media dan sekolah dari mana masyarakat Asia Tenggara umumnya dan Indonesia khususnya memetik pelajaran dan memperoleh referensi mengenai cara mengembangkan mental yang tangguh agar bertahan dan mencapai hasil terbaik dalam hidup.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Indonesia tuan rumah kualifikasi petembak Asia menuju Olimpiade Paris
Rabu, 21 September 2022 - 15:12 WIB

Indonesia tuan rumah kualifikasi petembak Asia menuju Olimpiade Paris

Elshinta.com, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Asia Rifle and Pistol Championship 2024 yang me...
Revitalisasi lokasi pertandingan PON 2028 tidak dilakukan secara masif
Selasa, 20 September 2022 - 18:58 WIB

Revitalisasi lokasi pertandingan PON 2028 tidak dilakukan secara masif

Elshinta.com, Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, meminta agar revitalisasi lokas...
Wawali: Bonus atlet Surabaya peraih medali Porprov segera dicairkan
Selasa, 20 September 2022 - 13:57 WIB

Wawali: Bonus atlet Surabaya peraih medali Porprov segera dicairkan

Elshinta.com, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menegaskan bonus atlet peraih medali saat Pekan Olahra...
Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2022 digelar dalam dua seri
Kamis, 15 September 2022 - 19:58 WIB

Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2022 digelar dalam dua seri

Elshinta.com, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI...
2 September 2018: Meriahnya penutupan Asian Games 2018
Jumat, 02 September 2022 - 06:00 WIB

2 September 2018: Meriahnya penutupan Asian Games 2018

Pada 2 September 2018 ajang olahraga terbesar se Asia, Asian Games 2018 ditutup dengan spektakuler...
Timnas karate optimistis bawa pulang medali di ISG 2022
Kamis, 11 Agustus 2022 - 14:45 WIB

Timnas karate optimistis bawa pulang medali di ISG 2022

Tim nasional (timnas) karate siap membawa pulang medali dalam ajang Islamic Solidarity Games (ISG) 2...
Turnamen Tenis Meja Piala Menkominfo digelar jelang 17 Agustus
Kamis, 11 Agustus 2022 - 12:36 WIB

Turnamen Tenis Meja Piala Menkominfo digelar jelang 17 Agustus

Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Turnamen Tenis Meja memperebutkan Piala Menkominfo ...
Putri Indonesia di posisi ke-9 Olimpiade Catur seusai sikat Spanyol
Senin, 08 Agustus 2022 - 17:14 WIB

Putri Indonesia di posisi ke-9 Olimpiade Catur seusai sikat Spanyol

Memasuki babak ke-10 Olimpiade Catur FIDE 2022 di Chennai, India, Senin, Tim Catur putri Indonesia b...
Menpora: Prestasi di APG 2022 jadi modal menuju Paralimpiade Paris
Jumat, 05 Agustus 2022 - 18:31 WIB

Menpora: Prestasi di APG 2022 jadi modal menuju Paralimpiade Paris

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan hasil dari ASEAN Para Games (APG) 20...
Para-renang Indonesia tampil sebagai juara umum APG 2022
Jumat, 05 Agustus 2022 - 17:43 WIB

Para-renang Indonesia tampil sebagai juara umum APG 2022

Tim Para-Renang Indonesia tampil sebagai juara umum pada ASEAN Para Games 2022 dengan total peroleha...

InfodariAnda (IdA)