Peneliti sebut peningkatan ekspor perlu untuk dongkrak harga TBS sawit

Elshinta
Selasa, 02 Agustus 2022 - 11:59 WIB |
Peneliti sebut peningkatan ekspor perlu untuk dongkrak harga TBS sawit
Ilustrasi: Pekerja sedang mengangkut tandan buah segar (TBS) sawit di Riau (Foto:Antara/HO-Disbun Riau).

Elshinta.com - Peneliti dari Universitas Indonesia (UI) menyebutkan peningkatan ekspor minyak sawit sangat diperlukan untuk mendongkrak harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit petani yang sangat rendah saat ini.

Ketua Tim Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Doktor Eugenia Mardanugraha menyatakan peningkatan ekspor minyak sawit mentah dapat menyelamatkan para petani sawit swadaya dari anjloknya harga TBS.

"Namun kebijakan yang menjadi disinsentif bagi industri dalam mendorong laju ekspor, harus diperbaiki, dan sebagian diantaranya dihapuskan," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Dalam studinya bertajuk "Analisis Dampak Kebijakan Pengendalian Harga Minyak Goreng Bagi Petani Swadaya"  ia melakukan sejumlah simulasi untuk mengetahui seberapa besar peningkatan ekspor perlu dilakukan, agar tangki penyimpanan dapat segera kosong, kemudian harga TBS  pulih.

Satu diantaranya menunjukkan besarnya ekspor yang diperlukan untuk meningkatkan harga TBS dari Rp861 (asumsi harga petani swadaya per 9 Juli) menjadi setara harga pokok penjualan senilai Rp2.250 per kilogram, butuh peningkatan ekspor sebesar 1.740 persen atau 17 kali lipat.

Sementara kajian lapangan di Riau dan Kalimantan Barat menemukan jika harga pokok penjualan ideal TBS petani swadaya Rp2.000 per kilogram. "Untuk mencapai harga tersebut, diperlukan peningkatan ekspor minimal 200 persen dari tingkat ekspor saat ini (per April 2022)," katanya.

Menurutnya, kemampuan Indonesia meningkatkan ekspor sangat terbuka, karena berdasarkan besaran ekspor bulanan sejak Januari 2014 hingga April tahun ini, ekspor sawit berada pada interval 1 juta sampai 4,3 juta ton per bulan.

Untuk itu, kata dia, pemerintah perlu mengurai hambatan ekspor, salah satunya kebijakan pengendalian harga minyak goreng yang mendistorsi pasar dan merugikan pemangku kepentingan dari hulu hingga hilir. 

"Akibatnya justru terjadi kelangkaan karena aksi spekulan yang membeli lebih banyak dari kebutuhan, praktik pengemasan ulang minyak goreng curah ke dalam kemasan, serta praktik penyelundupan," katanya.

Saat ini biaya-biaya untuk melakukan ekspor CPO masih sangat tinggi, lanjutnya, bila pungutan ekspor ditetapkan menggunakan harga referensi yang akurat serta adaptif dengan dinamika pasar, dapat mendorong perusahaan untuk meningkatkan ekspor, tentunya dengan terlebih dulu memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

Menurut dia, jika instrumen ini berfungsi baik, maka kebijakan seperti Domestic Market Obligation (DMO), Domestic Price Obligation (DPO), Harga Eceran Tertinggi (HET) semestinya dihapuskan.

Eugenia menyatakan bila harga CPO naik tinggi, DMO dapat kembali diberlakukan dengan penyesuaian. Jika diperlukan, diberikan bantuan sosial bagi masyarakat berupa minyak goreng kemasan, gunakan dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono menambahkan satu-satunya cara untuk mendongkrak harga TBS petani hanyalah peningkatan ekspor CPO dan produk turunannya.

"Nah, untuk menggairahkan kembali ekspor CPO kebijakan ekspornya harus disederhanakan," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Kunjungi Lasem, Mendag Zulkifli Hasan: Saya dukung pengembangan Kota Pusaka
Kamis, 29 September 2022 - 19:23 WIB

Kunjungi Lasem, Mendag Zulkifli Hasan: Saya dukung pengembangan Kota Pusaka

Elshinta.com, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meninjau pembangunan Kota Pusaka Lasem dan...
Badan Pangan: Jaminan produk halal ikut menjaga ketahanan pangan
Kamis, 29 September 2022 - 14:51 WIB

Badan Pangan: Jaminan produk halal ikut menjaga ketahanan pangan

Elshinta.com, Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Badan Pangan Nasional...
Rupiah Kamis pagi menguat 35 poin
Kamis, 29 September 2022 - 09:47 WIB

Rupiah Kamis pagi menguat 35 poin

Elshinta.com, Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi men...
IHSG Kamis dibuka menguat 19,52 poin
Kamis, 29 September 2022 - 09:35 WIB

IHSG Kamis dibuka menguat 19,52 poin

Elshinta.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis dibuka mengua...
Bank Mandiri belum berencana naikkan suku bunga kredit
Rabu, 28 September 2022 - 19:59 WIB

Bank Mandiri belum berencana naikkan suku bunga kredit

Elshinta.com, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Darmawan Junaidi menyatakan pihaknya belu...
Ekonom: Pemangkasan biaya aplikasi bisa berdampak pada ekosistem ojol
Rabu, 28 September 2022 - 19:47 WIB

Ekonom: Pemangkasan biaya aplikasi bisa berdampak pada ekosistem ojol

Elshinta.com, Pemotongan biaya sewa aplikasi ojek online (ojol) dinilai tidak hanya berdampak pada p...
Dukung pembangunan IKN, GRP fokus siapkan baja ramah lingkungan 
Rabu, 28 September 2022 - 19:06 WIB

Dukung pembangunan IKN, GRP fokus siapkan baja ramah lingkungan 

Elshinta.com,
Sinergi Pemerintah Pusat dan pemda mengendalikan inflasi
Rabu, 28 September 2022 - 17:11 WIB

Sinergi Pemerintah Pusat dan pemda mengendalikan inflasi

Elshinta.com, Pada tahun 2022, berbagai negara telah mulai pulih dari dampak COVID-19. Akan tetapi, ...
Teten sebut kesadaran masyarakat beli produk dalam negeri meningkat
Rabu, 28 September 2022 - 15:23 WIB

Teten sebut kesadaran masyarakat beli produk dalam negeri meningkat

Elshinta.com, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan saat ini tren kesadaran masyarakat u...
Presiden sebut bansos akan ditambah jika APBN berlebih
Rabu, 28 September 2022 - 14:35 WIB

Presiden sebut bansos akan ditambah jika APBN berlebih

Elshinta.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan jika terdapat kelebihan dana di APBN, maka pe...

InfodariAnda (IdA)