Top
Begin typing your search above and press return to search.

Ekstrim, SMK Korpri di Majalengka buka ekskul adu balap motor

Menghindari anak melakukan balap liar atau kebut-kebutan di jalan raya yang akan berdampak negatif. Salah satu sekolah di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat membuka ekstrakurikuler ekstrim, yaitu Roadrace dan Grasstrack yang identik dengan adu balap motor.

Ekstrim, SMK Korpri di Majalengka buka ekskul adu balap motor
X
Sumber foto: Enok Carsinah/elshinta.com.

Elshinta.com - Menghindari anak melakukan balap liar atau kebut-kebutan di jalan raya yang akan berdampak negatif. Salah satu sekolah di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat membuka ekstrakurikuler ekstrim, yaitu Roadrace dan Grasstrack yang identik dengan adu balap motor.

Ekskul untuk melatih adu balap tersebut seperti yang dilakukan SMK Korpri Majalengka, sekolah yang berlokasi di Jl. Raya Tonjong Pinangraja KM 1 Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Ekskul yang telah berjalan sejak 2018 ini diakui pihak sekolah banyak diminati siswa, hingga saat ini sedikitnya 60 siswa aktif mengikuti latihan Roadrace dan Grasstrack setiap pekannya.

"Kita memang mendorong siswa-siswi selain aktif di intrakurikuler, juga bisa memanfaatkan pengembangan potensi dan bakatnya di ekstrakulikuler," ungkap Rahmad Hidayat seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Rabu (3/8).

Menurut Rahmad ada sekitar 22 ekskul yang bisa dipilih siswa baik yang merupakan ekstrakurikuler wajib maupun pilihan, termasuk di dalamnya Roadrace dan Grasstrack, namun difokuskan bagi kelas X dan kelas XI, karena kelas XII sudah mulai fokus untuk ujian kelulusan.

Dipaparkan Rahmad, Roadrace dan Grasstrack merupakan ekskul yang banyak diminati. Kendati untuk masuk diekskul ini ketat persyaratannya, salah satunya izin orang tua.

"Roadrace dan Grasstrack, memang salah satu ekstrakurikuler yang banyak peminatnya. Cuma untuk memang ketat persyaratannya, diantaranya harus ada izin orang tua dan lainnya," tandasnya.

Dalam kurun waktu 4 tahun ekskul Roadrace dan Grasstrack kata Rahmad, siswa yang terlibat dan aktif banyak ikut kejuaraan resmi namun harus berhadapan dengan masyarakat umum.

"Anak-anak banyak juga yang mengikuti kejuaraan resmi. Jadi siswa kita berhadapan dengan masyarakat umum, karena kita ikut open turnamen, tidak antar sekolah karena belum ada,' imbuhnya.

Sementara untuk pelatihnya, sekolah mengambil dari guru sekolah yang memiliki potensi melatih ajang balap motor tersebut dengan lokasi Sirkuit Cibatu untuk Roadrace dan dan Sirkuit Maja untuk berlatih Grasstrack, dan selama ini ada pendampingan dari Ikatan Motor Indonesia (IMI).

"Resminya kita biasa latihan di sirkuit Cibatu, Majalengka. Untuk Grasstrack di daerah Maja. Sedangan untuk latihan minimalnya satu minggu sekali, kecuali ada turnamen baru kita tingkatkan durasi latihannya," ujarnya.

Diakui Rahmad, tidak semua siswa masuk ekskul Roadrace dan Grasstrack memiliki kendaraan sendiri untuk berlatih, namun pihak sekolah telah memfasilitasi 2 unit motor agar siswa tersebut tetap bisa berlatih.

"Intinya kita memfasilitasi potensi siswa-siswi kita. Kalau tidak kita fasilitasi kami khawatir mereka masuk ke arah negatif, misalnya balapan liar. Tentunya dengan ekskul ini siswa-siswi kita minat dan bakatnya lebih terarah lagi," pungkasnya.

Adapun, sekolah mencatat prestasi terakhir turnamen Roadrace dan Grasstrack yang digelar tingkat provinsi Jawa barat tahun 2021 lalu, yaitu Juara I Roadrace kelas bebek 4 tak diraih Anur Muhyiyan (XTBSM2) di Sirkuit Cibatu (12/9/2021). Juara III Roadrace kelas F15TH diraih Dimas Ahatami (XITBSM2) di sirkuit Jatitujuh majalengka (26/9/2021). Juara III Grasstrack BBK STD 17TH diraih Dimas Ahatami (XITBSM2) di sirkuit citra alam blok Cilaki Bantarujeg Majalengka (6-7/11/2021).

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire