Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pemkab Langkat akan berantas mafia pupuk

Plt Bupati Langkat  Syah Afandin menghadiri panen raya padi di Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Plt Bupati Langkat bersama Ketua DPRD Langkat Sribana PA dan jajaran turun langsung ke sawah bersama perwakilan petani memanen padi. 

Pemkab Langkat akan berantas mafia pupuk
X
Sumber foto: M Salim/elshinta.com.

Elshinta.com - Plt Bupati Langkat Syah Afandin menghadiri panen raya padi di Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Plt Bupati Langkat bersama Ketua DPRD Langkat Sribana PA dan jajaran turun langsung ke sawah bersama perwakilan petani memanen padi.

Pada kesempatan itu Syah Afandin menyerahkan bantuan traktor roda empat (TR4) kepada kelompok tani Telagah B, traktor roda dua (TR2) kepada kelompok tani Rame Gawe Sirapit. Pompa air kepada kelompok tani Rudang Sei Bingai. Hand sprayer kepada kelompok Tani Sue Katanta dan kelompok tani Tanah Gara. Serta menyerahkan bantuan bibit buah buahan dan pupuk hayati kepada kelompok tani.

Di kesempatan itu, Afandin berdialog langsung kepada para petani untuk mendengarkan masukan dan keluh kesah petani terkait kesejahteraan dan peningkatan hasil panen. Salah satu keluhannya, terkait kelangkaan pupuk dan seringnya harga pupuk yang naik signifikan hingga menyusahkan para petani. Afandin menegaskan pihaknya akan melakukan langkah-langkah strategis sesegera mungkin untuk mencari penyebab dan solusi terkait pupuk.

"Pemkab Langkat melalui dinas pertanian bersama pihak terkait akan mencari solusi terkait kelangkaan dan kenaikan harga pupuk," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Rabu (3/8).

Jika nantinya ditemukan penyebabnya karena permainan mafia pupuk, maka Pemkab Langkat tidak akan ragu untuk memberantasnya berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

"Tidak akan kita berikan celah untuk mafia pupuk. Kita akan berantas demi kesejahteraan petani," tandasnya.

Selanjutnya Afandin pada pidatonya mengatakan pembangunan pertanian memiliki peran perekonomian yang penting dalam pemberdayaan masyarakat, hal tersebut sehubungan dengan fungsinya sebagai penyedia bahan pangan, penyedia bahan baku industri serta pendorong pengembangan wilayah. Hal tersebut sejalan dengan program pemerintah pusat dan Provinsi Sumatera Utara, melalui pencanangan revitalisasi pertanian peternakan dan perkebunan.

Untuk itu Pemkab Langkat terus berupaya memacu pembangunan disektor pertanian, dalam rangka mempertahankan swasembada pangan dan peningkatan pendapatan petani. Afandin menjelaskan bahwa perkembangan realisasi tanaman padi pada tahun 2021 mencapai luas panen 63.158 hektare dengan produktivitas 59.88 kwintal/hektare, sehingga menghasilkan produksi sebanyak 376.760 ton.

Dimana bila dikonversikan dengan produksi beras menghasilkan 196.967 ton, maka kebutuhan pangan beras Langkat sebesar 134.487 ton, akan menghasilkan surplus 62.479 ton beras. Selanjutnya Syah Afandin berharap kelompok tani yang telah menerima bantuan benih, bibit ternak, sarana produksi dan alat mesin pertanian lainnya untuk memanfaatkan dan memfungsikan secara baik dan benar.

"Selain untuk memudahkan pekerjaan, saya juga berharap bantuan ini nantinya dapat memberikan manfaat bagi seluruh anggota kelompok tani," pungkas Syah Afandin.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat, Henri Tarigan menyampaikan tahun 2022 dinas pertanian melakukan inivasi tanam baru. Menerapkan Indeks Pertanaman IP400 dari sebelumnya IP300 sebagai salah satu strategi pembangunan meningkatkan produksi bahan pangan khususnya padi.

Selanjutnya ia menyampaikan melalui aplikasi teknologi " Standing Crop", pihaknya terus memaksimalkan lahan sawah dengan empat kali tanam dalam waktu satu tahun ( IP400), diharapkan penghasilan para petani akan semakin meningkat sehingga kesejahteraan para petani tercapai.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire