Tinder mundur dari rencana hadirkan kencan metaverse

Elshinta
Kamis, 04 Agustus 2022 - 08:35 WIB |
Tinder mundur dari rencana hadirkan kencan metaverse
Aplikasi kencan Tinder ditampilkan di ponsel pintar. Gambar diambil 1 September 2020. (REUTERS/Akhtar Soomro)

Elshinta.com - Tinder, layanan kencan daring, mengurungkan rencananya untuk membawa kencan daring ke dunia metaverse akibat bisnisnya yang akhir-akhir ini melesu.

Kabar itu disusul dengan mundurnya sang CEO yaitu Renate Nyborg yang bahkan belum genap setahun menjabat sebagai pemimpin di perusahaan tersebut.

The Verge melansir pada Rabu, nampaknya hasil di kuartal kedua 2022 tidak memuaskan untuk Match Group yang menaungi Tinder menjadi salah satu penyebab batalnya kehadiran Tinderverse (tinder versi metaverse).

Padahal Tinder pada saat mengumumkan Tinderverse begitu bersemangat dan terlihat mengambil banyak langkah untuk mewujudkannya salah satunya mengakuisisi perusahaan rintisan bernama Hyperconnect pada tahun lalu.

Hyperconnect diketahui memiliki keahlian menghadirkan teknologi Augmented Reality, kecerdasan buatan, serta video interaktif.

“Mengingat ketidakpastian tentang kontur akhir metaverse dan apa yang akan atau tidak akan berhasil, serta lingkungan operasi yang lebih menantang, saya telah menginstruksikan tim Hyperconnect untuk beralih mencari inovasi baru tetapi tidak berinvestasi dalam metaverse saat ini,” kata CEO Match Group Bernard Kim yang mengumumkan mundurnya CEO Tinder dan Tinderverse.

Lebih lanjut, Bernard menyebutkan akan mengevaluasi rencana ekspansi ke metaverse dengan berhati-hati dan jika terdapat masa depan dan potensi menjanjikan maka mungkin saja Tinderverse bisa terwujud.

Akuisisi Hyperconnect diperkirakan menjadi salah satu penyebab buruknya kinerja Match Group di kuartal kedua 2022 dan menyebabkan kerugian sebesar 10 juta dolar AS.

Selain mengumumkan mundur dari rencana tinderverse dan hengkangnya CEO Tinder, Match Group juga mengumumkan tidak jadi merilis koin bernama Tinder Coins karena dinilai kurang efektif.

Adapun Tinder Coins merupakan "mata uang" yang bisa digunakan hanya di dalam aplikasi Tinder sebagai salah satu alat transaksi untuk layanan kencang daring itu, Tinder Coins rencananya hanya diberikan kepada pengguna yang aktif memperbarui dan menggunakan profil mereka.

Bahkan rencananya Tinder Coins juga akan digunakan sebagai pembayaran fitur-fitur premium di Tinder seperti fitur "Super Likes".

Sebenarnya tahapan uji coba sudah dilakukan kepada beberapa pengguna loyal Tinder, namun nampaknya hal tersebut tidak sesuai harapan Match Group.

“Setelah melihat hasil yang beragam dari pengujian Tinder Coins, kami telah memutuskan untuk mengambil langkah mundur dan memeriksa kembali inisiatif itu sehingga dapat lebih efektif berkontribusi pada pendapatan Tinder,” ujar Bernard.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang viral di China
Minggu, 02 Oktober 2022 - 13:04 WIB

Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang viral di China

Elshinta.com, Kerusuhan maut pascapertandingan sepakbola Arema FC-Persebaya pada Sabtu (1/10) mal...
Xi Jinping hadiri peringatan Hari Martir di Tiananmen
Jumat, 30 September 2022 - 19:24 WIB

Xi Jinping hadiri peringatan Hari Martir di Tiananmen

Elshinta.com, Presiden China Xi Jinping menghadiri peringatan Hari Martir dengan meletakkan karangan...
 Indonesia sukses raih kerja sama bisnis biomassa dengan Jepang senilai Rp2,1 triliun
Jumat, 30 September 2022 - 13:56 WIB

Indonesia sukses raih kerja sama bisnis biomassa dengan Jepang senilai Rp2,1 triliun

Elshinta.com, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo memfasilitasi kerja sama bisnis biomass...
KBRI: Badai tropis Ian lewati Kuba, semua WNI aman
Kamis, 29 September 2022 - 12:35 WIB

KBRI: Badai tropis Ian lewati Kuba, semua WNI aman

Elshinta.com, Kedutaan Besar RI di Havana menyampaikan bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) ...
Sinopharm-Merck kerja sama, obat COVID bakal diproduksi di China
Kamis, 29 September 2022 - 10:11 WIB

Sinopharm-Merck kerja sama, obat COVID bakal diproduksi di China

Elshinta.com, Produsen vaksin terbesar di China Sinopharm dan perusahaan farmasi terbesar di Amerika...
Pembatik cilik Akeyla Naraya ceritakan pengalaman tampil di Moskow
Kamis, 29 September 2022 - 08:11 WIB

Pembatik cilik Akeyla Naraya ceritakan pengalaman tampil di Moskow

Elshinta.com, Pembatik cilik asal Karawang, Jawa Barat, Akeyla Naraya (12) menceritakan pengalamanny...
28 September 1950: Indonesia resmi menjadi anggota ke-60 PBB
Rabu, 28 September 2022 - 06:00 WIB

28 September 1950: Indonesia resmi menjadi anggota ke-60 PBB

Pada tanggal 28 September 1950 yang lalu Indonesia resmi menjadi anggota ke-60 Perserikatan Bangsa...
Wapres Ma`ruf Amin hadiri pemakaman kenegaraan Shinzo Abe
Selasa, 27 September 2022 - 14:25 WIB

Wapres Ma`ruf Amin hadiri pemakaman kenegaraan Shinzo Abe

Elshinta.com, Wakil Presiden Ma`ruf Amin menghadiri prosesi pemakaman kenegaraan mantan PM Jepang S...
ECB perkirakan aktivitas ekonomi melambat, suku bunga terus naik
Selasa, 27 September 2022 - 08:59 WIB

ECB perkirakan aktivitas ekonomi melambat, suku bunga terus naik

Elshinta.com, Bank Sentral Eropa (ECB) memperkirakan aktivitas ekonomi di Eropa akan melambat secara...
OECD: Pertumbuhan global melambat karena inflasi, pengetatan moneter
Selasa, 27 September 2022 - 08:47 WIB

OECD: Pertumbuhan global melambat karena inflasi, pengetatan moneter

Elshinta.com, Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mengatakan pada Senin (26/9...

InfodariAnda (IdA)