Top
Begin typing your search above and press return to search.

Antisipasi kematian ibu dan bayi, Pemkab Kudus gencarkan Program Candu bagi pengantin 

Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terus berkomitmen menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Stunting.

Antisipasi kematian ibu dan bayi, Pemkab Kudus gencarkan Program Candu bagi pengantin 
X
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terus berkomitmen menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Stunting. Keseriusan ini ditunjukkan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus melalui Inovasi Program Sanak Kadang (Selamatkan Ibu dan Anak, Kawal dengan Aksi Pelayanan Optimal Berkesinambungan).

Serta inovasi Candu (CegAh StuNting Dengan Aksi Deteksi Unggul) Pengantin. Jumlah kasus kematian ibu pada tahun 2021 lalu mencapai 21 kasus. Angka tersebut terpicu akibat pandemi yang terjadi sehingga 16 kematian karena covid, dan 5 lainnya akibat penyakit bawaan. Sementara itu pada tahun 2022 sampai bulan Juli tercatat 10 kasus.

Ketua TP PKK kabupaten Kudus Mawar Hartopo berharap ada sinergi dalam pendampingan calon pengantin yang komprehensif sejak sebelum menikah. Seperti melakukan pemeriksaan Kesehatan pada calon pengantin meliputi fisik, pemeriksaan laboratorium penunjang, pemberian/penentuan status imunisasi TT, pemberian tablet tambah darah.

"Adanya inovasi Candu Pengantin ingin menegaskan bahwa menikah ada syaratnya cek kesehatan, itu wajib. Maka tadi juga melibatkan Kemenag Kudus juga," tuturnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Kamis (4/8).

Mawar Hartopo sangat mengapresiasi dengan adanya sebelas inovasi untuk mengoptimalkan pelayanan berkesinambungan. Seluruh inovasi tersebut saling berkaitan karena berisi edukasi kesehatan dalam mempersiapkan masa pra nikah hingga pasca melahirkan. Maka dari itu, dirinya berharap dinas kesehatan terus mensosialisasikan Program Sanak Kadang supaya kesadaran masyarkat meningkat. Sedangkan adanya kasus kematian ibu melahirkan, ia sempat turun ke lapangan beberapa waktu lalu mengungkapkan, beberapa kematian ibu di Kudus disebabkan karena penyakit bawaan. Ia berharap kasus serupa tidak terulang, dan masyarakat mendapat edukasi kesehatan tentang deteksi dini dan cek secara kesehatan berkala.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Andini Aridewi, menyampaikan upaya penurunan AKI, AKB dan Stunting merupakan program prioritas pemerintah. Program ini telah menjadi 'PR' bersama yang membutuhkan sinergi dari seluruh stakeholder. Maka dari itu, melalui inovasi CANDU (CegAh StuNting Dengan Aksi Deteksi Unggul) PENGANTIN dilaksanakan melalui edukasi kepada calon pengantin.

"Candu Pengantin adalah salah satu inovasi dari sebelas inovasi Program Sanak Kadang oleh Dinas Kesehatan Kudus," jelasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire