Wapres: Pemerintah fokus turunkan angka kasus stunting di 12 provinsi

Elshinta
Kamis, 04 Agustus 2022 - 15:25 WIB |
Wapres: Pemerintah fokus turunkan angka kasus stunting di 12 provinsi
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan bahwa pemerintah fokus berusaha menurunkan angka kasus stunting di 12 provinsi prioritas, yang mencakup provinsi dengan prevalensi kasus stunting tinggi dan provinsi dengan banyak balita stunting.

"Fokus percepatan penurunan stunting pada tujuh provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi dan lima provinsi dengan jumlah balita stunting terbanyak," katanya saat menyampaikan pengantar dalam rapat kerja mengenai percepatan penurunan stunting di 12 provinsi prioritas di Istana Wakil Presiden Jakarta, Kamis (4/8).

Wakil Presiden mengatakan, provinsi yang angka kasus stuntingnya tinggi meliputi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Aceh, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.

Menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021, prevalensi kasus stunting NTT mencapai 37,8 persen, Sulawesi Barat 33,8 persen, Aceh 33,2 persen, NTB 31,4 persen, Sulawesi Tenggara 30,2 persen, Kalimantan Selatan 30,0 persen, dan Kalimantan Barat 29,8 persen.

"Sedangkan lima provinsi dengan jumlah balita stunting terbanyak adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Sumatera Utara," kata Wakil Presiden.

Menurut data pemerintah jumlah balita dengan stunting di Jawa Barat sebanyak 971.792 anak, Jawa Tengah sebanyak 651.708 anak, Jawa Timur sebanyak 508.618 anak, Sumatera Utara sebanyak 347.437 anak, dan Banten sebanyak 268.158 anak.

Wakil Presiden mengatakan, pemerintah menjalankan intervensi dengan sasaran lebih dari 60 persen anak balita di 12 provinsi prioritas tersebut.

Guna mempercepat penurunan angka kasus stunting, Presiden Joko Widodo pada 5 Agustus 2021 menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Peraturan itu mencakup strategi nasional percepatan penurunan stunting, kekurangan gizi kronis yang menyebabkan pertumbuhan anak terganggu sehingga badannya menjadi tengkes, lebih pendek dibandingkan dengan rata-rata anak seusianya.

Menurut SSGI 2021 prevalensi angka kasus stunting di Indonesia pada 2021 sebesar 24,4 persen dan pemerintah berusaha menurunkannya menjadi 14 persen pada 2024.

"Artinya kita harus menurunkan stunting sebesar 10,4 persen pada waktu yang tersisa, tentu menjadi tantangan kita bersama," kata Wakil Presiden.

Pemerintah menjalankan intervensi spesifik dan intervensi sensitif untuk mempercepat penurunan angka kasus stunting. Intervensi spesifik mencakup penanganan penyebab langsung stunting sedangkan intervensi sensitif berhubungan dengan penyebab tidak langsung stunting.

Intervensi yang dijalankan untuk menurunkan angka kasus stunting di antaranya peningkatan pelayanan kesehatan dan gizi, pendampingan keluarga, promosi kesehatan lingkungan, peningkatan akses terhadap air bersih, serta edukasi dan penyuluhan bagi remaja putri dan calon pengantin.

Rapat kerja mengenai percepatan penurunan stunting di 12 provinsi prioritas dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, Gubernur Aceh Achmad Marzuki, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar, dan perwakilan kepala daerah provinsi prioritas.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Anak butuh asupan air cukup agar tumbuh kembang optimal
Kamis, 29 September 2022 - 09:23 WIB

Anak butuh asupan air cukup agar tumbuh kembang optimal

Elshinta.com, Konsumsi cairan yang cukup setiap harinya sangat penting untuk bayi dan anak-anak agar...
Punya satu anak atau childfree adalah pilihan
Senin, 26 September 2022 - 20:15 WIB

Punya satu anak atau childfree adalah pilihan

Elshinta.com, Psikolog klinis dewasa Nirmala Ika Kusumaningrum, M.Psi., mengatakan memiliki hanya sa...
Psikolog bilang stres bisa sebabkan anak alami gangguan makan
Rabu, 21 September 2022 - 00:01 WIB

Psikolog bilang stres bisa sebabkan anak alami gangguan makan

Elshinta.com, Psikolog anak Samanta Elsener mengatakan stres bisa menjadi salah satu penyebab anak-a...
Dokter: Susu tidak bisa menggantikan makanan utama
Selasa, 20 September 2022 - 22:45 WIB

Dokter: Susu tidak bisa menggantikan makanan utama

Elshinta.com, Dokter spesialis gizi klinik Universitas Indonesia Diana Felicia Suganda mengatakan su...
Bupati: orang tua perlu diedukasi pentingnya imunisasi
Rabu, 14 September 2022 - 20:51 WIB

Bupati: orang tua perlu diedukasi pentingnya imunisasi

Elshinta.com, Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat, Khairunas mengatakan orang tua perlu diberikan ...
Psikolog: orangtua perlu meningkatkan literasi digital
Rabu, 14 September 2022 - 09:39 WIB

Psikolog: orangtua perlu meningkatkan literasi digital

Elshinta.com, Psikolog Klinis Anak dan Remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi mengatakan penting...
Dokter tak sarankan anak dengan autisme langsung dimasukkan PAUD
Jumat, 09 September 2022 - 07:01 WIB

Dokter tak sarankan anak dengan autisme langsung dimasukkan PAUD

Elshinta.com, Dokter spesialis anak konsultan neurologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indones...
Diagnosis autisme dapat dimulai sejak usia anak setahun
Jumat, 09 September 2022 - 06:45 WIB

Diagnosis autisme dapat dimulai sejak usia anak setahun

Elshinta.com, Dokter spesialis anak konsultan neurologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indones...
Menyiapkan generasi masa depan dengan literasi digital
Minggu, 04 September 2022 - 20:01 WIB

Menyiapkan generasi masa depan dengan literasi digital

Hampir dua tahun yang lalu warganet Indonesia dibuat berang karena hasil survei yang menunjukkan tin...
Psikolog: Jangan disiplinkan anak dengan cara merendahkan martabatnya
Kamis, 25 Agustus 2022 - 08:23 WIB

Psikolog: Jangan disiplinkan anak dengan cara merendahkan martabatnya

Psikolog Mulyana Brata Manggala mengatakan penanaman disiplin terhadap anak dengan cara kekerasan da...

InfodariAnda (IdA)