Ajak anak berkegiatan bantu kurangi kecanduan gadget

Elshinta
Jumat, 05 Agustus 2022 - 07:45 WIB |
Ajak anak berkegiatan bantu kurangi kecanduan gadget
Jumpa pers bersama Manager Operasional Einstein Science Project Ni Nengah Kristanti (kiri), Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo (tengah), dan founder ESP Sarah Hutauruk di Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2022) (ANTARA/Lifia Mawaddah Putri)

Elshinta.com - Menyediakan kegiatan lain untuk anak dapat membantu mereka terlepas dari kecanduan gadget, demikian penjelasan dari Psikolog anak dan Tiga Generasi Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi.

"Ketika anak melihat tidak ada pilihan lain, dia akan mencari apa yang ada. Bedanya sama orang dewasa kan mereka masih bisa cari pilihan lain sendiri. Anak-anak tuh belum bisa seperti itu. Oleh sebab itu perlu orang dewasa untuk membantu," jelas Vera kepada ANTARA saat dijumpai di Jakarta Selatan, Kamis.

Vera menyampaikan, agar anak tidak kecanduan gadget orang tua perlu memberi tahu kepada anak kegiatan apa saja yang bisa dia lakukan di dalam rumah. Tak hanya itu, orang tua juga perlu menyediakan lebih banyak waktu untuk berkumpul dan berkegiatan bersama anak di rumah.

"Kalau di rumah saja, kasih tahu apa yang bisa dilakukan. Mungkin mulai dari orang tuanya lebih banyak kasih waktu kumpul di rumah. Mulailah bikin jadwal untuk kembalikan lagi aktivitas anak. Soalnya selama 2 tahun pandemi ini kan kita berkutat dengan jadwal. Sekarang harus dibuat lagi jam-jam kegiatan anak," kata Vera.

"Diatur juga jam main gadgetnya. Kalau sulit sekali, mungkin bisa dibantu dengan wifi-nya dicabut dulu atau disimpan dulu gadgetnya. Nah pada saat nggak boleh pegang gadget, orang tua juga harus menyediakan pilihan dia harus ngapain. Jadi kasih dia kegiatan. Kalau cuma ditarik saja gadgetnya, pasti balik lagi kebiasaanya," imbuhnya.

Sebagai salah satu contoh kegiatan, Vera menyarankan kepada orang tua untuk mencoba bereksperimen bersama anak di rumah. Eksperimen juga dapat dilakukan di berbagai macam bidang, misalnya seperti memasak bersama anak di dapur.

Namun sayangnya, Vera mengatakan bahwa umumnya orang tua terlalu lelah untuk melakukan hal tersebut. Sehingga, orang tua akan cederung kurang sabar dan enggan bereksperimen dengan anak karena takut rumah menjadi berantakan. Akan tetapi, bereksperimen bersama anak justru akan menimbulkan dampak besar bagi diri anak sehingga hal ini perlu untuk dilakukan.

"Sebenarnya intinya eksperimen itu kan mencoba sesuatu, mengasah berpikir kritis. Cuma kendalanya adalah orang tua terkadang terlalu lelah. Jadi tidak sabar. Takut berantakan atau segala macam," ungkap Vera.

"Kalau takut berantakan, kita berapa lama sih kalau beresin rumah? Paling lama 2 jam lah ya. Tapi dampaknya kepada anak kan akan lebih dari itu. Dia bisa tahu kalau belajar ternyata menyenangkan. Itu saja susah loh untuk menumbuhkan rasa semangat belajar pada anak," lanjutnya.

Terakhir Vera menyampaikan, jika anak mulai merasa bosan untuk melakukan kegiatan tersebut, cobalah untuk bernegosiasi dengan anak. Dengan demikian, orang tu juga dapat lebih memahami keinginan sang anak.

"Kalau anak bosan, ya yang namanya bosan pasti wajar. Tapi kita orang tua juga jangan buru-buru ketika anak bilang bosan. Kadang anak hanya perlu didengar dulu emosinya apa. Tanyakan bosannya karena apa. Dengan begitu bisa negosiasi juga dengan anak," tutupnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Cara efektif atasi mata minus pada anak
Selasa, 16 Agustus 2022 - 08:23 WIB

Cara efektif atasi mata minus pada anak

Terapi Orthokeratology atau yang dikenal dengan metode Ortho K diklaim efektif untuk mengoreksi peng...
Studi HCC sebut ibu menyusui butuh dukungan suami dan keluarga inti
Rabu, 10 Agustus 2022 - 11:06 WIB

Studi HCC sebut ibu menyusui butuh dukungan suami dan keluarga inti

Penelitian dari Health Collaborative Center (HCC) menunjukkan sebanyak 90 persen atau 1.810 responde...
Tips menyusui agar kebutuhan kalori bayi tercukupi
Minggu, 07 Agustus 2022 - 17:23 WIB

Tips menyusui agar kebutuhan kalori bayi tercukupi

Bagi ibu baru pengalaman menyusui untuk kali pertama menjadi sebuah tantangan tersendiri, karena ibu...
Keterlibatan orang tua dorong keberhasilan edukasi gizi pada anak
Jumat, 05 Agustus 2022 - 08:39 WIB

Keterlibatan orang tua dorong keberhasilan edukasi gizi pada anak

Pakar gizi dan kesehatan dari Universitas Indonesia (UI) Ahmad Syafiq, Ir, MSc, PhD menilai keterli...
Ajak anak berkegiatan bantu kurangi kecanduan gadget
Jumat, 05 Agustus 2022 - 07:45 WIB

Ajak anak berkegiatan bantu kurangi kecanduan gadget

Menyediakan kegiatan lain untuk anak dapat membantu mereka terlepas dari kecanduan gadget, demikian ...
Wapres: Pemerintah fokus turunkan angka kasus stunting di 12 provinsi
Kamis, 04 Agustus 2022 - 15:25 WIB

Wapres: Pemerintah fokus turunkan angka kasus stunting di 12 provinsi

Wakil Presiden (Wapres) Ma\\\'ruf Amin mengatakan bahwa pemerintah fokus berusaha menurunkan angka ...
Dokter ingatkan orang tua kawal 1.000 hari pertama kehidupan anak
Selasa, 02 Agustus 2022 - 20:11 WIB

Dokter ingatkan orang tua kawal 1.000 hari pertama kehidupan anak

Dokter Spesialis Anak dr. Ardi Santoso mengatakan bahwa proses tumbuh kembang 1.000 hari pertama keh...
Dokter izinkan orang tua beri variasi rasa untuk makanan anak
Selasa, 02 Agustus 2022 - 16:57 WIB

Dokter izinkan orang tua beri variasi rasa untuk makanan anak

Dokter spesialis anak dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta Ardi Santoso mengizinka...
Cegah perkawinan anak jadi tanggung jawab bersama
Senin, 01 Agustus 2022 - 16:36 WIB

Cegah perkawinan anak jadi tanggung jawab bersama

Perkawinan anak  menjadi agenda pembangunan global, hal ini sesuai dengan target dan  tujuan pemb...
Cara orang tua dukung minat anak jadi `gamer` tanpa imbas kecanduan
Senin, 25 Juli 2022 - 07:31 WIB

Cara orang tua dukung minat anak jadi `gamer` tanpa imbas kecanduan

Psikolog anak, remaja dan keluarga Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd mengatakan orang tua tetap bis...

InfodariAnda (IdA)