Keterlibatan orang tua dorong keberhasilan edukasi gizi pada anak

Elshinta
Jumat, 05 Agustus 2022 - 08:39 WIB |
Keterlibatan orang tua dorong keberhasilan edukasi gizi pada anak
Ilustrasi ibu dan anak. (Foto oleh Alex Green dari Pexels)

Elshinta.com - Pakar gizi dan kesehatan dari Universitas Indonesia (UI) Ahmad Syafiq, Ir, MSc, PhD menilai keterlibatan orang tua dapat mendukung keberhasilan program edukasi gizi pada anak sekolah dasar, selain tetap adanya peran antara siswa dan guru di sekolah.

“Tidak cukup kami (pakar) hanya mengajarkan siswanya, atau siswa dengan siswa (peer to peer), atau guru terhadap siswa. Orang tua juga harus terlibat. Dengan demikian secara sosioekologis itu tercipta lingkungan yang selaras,” kata Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan (PKGK), Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) itu dalam webinar yang diikuti dari Jakarta, Kamis.

“Kalau mau berhasil edukasi gizi di sekolah, mau tidak mau harus guru, siswa, dan orang tua (terlibat), baik itu melalui pendekatan guru-siswa, siswa-siswa (peer to peer), atau pakar-orang tua,” imbuhnya.

PKGK FKM UI pada tahun ini kembali bekerja sama dengan swasta dalam program Gerakan Nusantara untuk menyebarkan edukasi gizi di sekolah-sekolah. Berdasarkan pengalaman PKGK UI pada tahun-tahun sebelumnya, Syafiq mengatakan bahwa orang tua sangat potensial untuk dilibatkan ke dalam program edukasi.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa sebenarnya orang tua memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kondisi gizi anak-anaknya sehingga mereka akan merasa senang ketika dilibatkan dalam program karena bisa mendapatkan pengetahuan gizi dari pakar.

Menurut Syafiq, edukasi atau literasi gizi bukan hanya perihal melek gizi melainkan juga mampu melaksanakan pilihan-pilihan gizi yang baik. Ia berharap program edukasi gizi dapat menjadi bekal bagi anak-anak supaya mereka sehat dan produktif sebagai generasi penerus.

Syafiq juga menjelaskan bahwa literasi gizi pada dasarnya terbagi menjadi tiga kelompok, antara lain literasi gizi fungsional, literasi kritikal, dan literasi gizi interaktif.

Tujuan tertinggi literasi gizi yaitu literasi gizi interaktif, memang diharapkan agar anak-anak dapat menjadi agen perubahan, bahkan perubahan bagi keluarga di rumah sehingga perilaku hidup sehat orang tua pun ikut berubah.

“Literasi gizi yang interaktif, jadi si anak sudah mampu mengadvokasi orang tuanya dan menunjukkan kepada orang tuanya sesuatu yang baik. Tetapi tentu itu perlu waktu untuk sampai ke tahapan literasi interaktif maupun yang kritikal,” kata Syafiq.

Mengingat dibutuhkan proses yang panjang untuk mencapai literasi interaktif, Syafiq mengatakan pihaknya tetap akan memulai edukasi pada tahapan literasi fungsional saat menjalankan program Gerakan Nusantara.

Literasi tahap awal akan membekali anak-anak terhadap pengetahuan gizi mencakup prinsip dasar ilmu gizi hingga prinsip gizi seimbang.

“Tapi secara sederhana, prinsipnya kami mau literasi fungsional dulu. Syukur-syukur kalau bisa masuk ke literasi gizi kritikal dan interaktif sehingga nanti orang tuanya bisa terpengaruh secara positif oleh anaknya,” kata Syafiq.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Cara efektif atasi mata minus pada anak
Selasa, 16 Agustus 2022 - 08:23 WIB

Cara efektif atasi mata minus pada anak

Terapi Orthokeratology atau yang dikenal dengan metode Ortho K diklaim efektif untuk mengoreksi peng...
Studi HCC sebut ibu menyusui butuh dukungan suami dan keluarga inti
Rabu, 10 Agustus 2022 - 11:06 WIB

Studi HCC sebut ibu menyusui butuh dukungan suami dan keluarga inti

Penelitian dari Health Collaborative Center (HCC) menunjukkan sebanyak 90 persen atau 1.810 responde...
Tips menyusui agar kebutuhan kalori bayi tercukupi
Minggu, 07 Agustus 2022 - 17:23 WIB

Tips menyusui agar kebutuhan kalori bayi tercukupi

Bagi ibu baru pengalaman menyusui untuk kali pertama menjadi sebuah tantangan tersendiri, karena ibu...
Keterlibatan orang tua dorong keberhasilan edukasi gizi pada anak
Jumat, 05 Agustus 2022 - 08:39 WIB

Keterlibatan orang tua dorong keberhasilan edukasi gizi pada anak

Pakar gizi dan kesehatan dari Universitas Indonesia (UI) Ahmad Syafiq, Ir, MSc, PhD menilai keterli...
Ajak anak berkegiatan bantu kurangi kecanduan gadget
Jumat, 05 Agustus 2022 - 07:45 WIB

Ajak anak berkegiatan bantu kurangi kecanduan gadget

Menyediakan kegiatan lain untuk anak dapat membantu mereka terlepas dari kecanduan gadget, demikian ...
Wapres: Pemerintah fokus turunkan angka kasus stunting di 12 provinsi
Kamis, 04 Agustus 2022 - 15:25 WIB

Wapres: Pemerintah fokus turunkan angka kasus stunting di 12 provinsi

Wakil Presiden (Wapres) Ma\\\'ruf Amin mengatakan bahwa pemerintah fokus berusaha menurunkan angka ...
Dokter ingatkan orang tua kawal 1.000 hari pertama kehidupan anak
Selasa, 02 Agustus 2022 - 20:11 WIB

Dokter ingatkan orang tua kawal 1.000 hari pertama kehidupan anak

Dokter Spesialis Anak dr. Ardi Santoso mengatakan bahwa proses tumbuh kembang 1.000 hari pertama keh...
Dokter izinkan orang tua beri variasi rasa untuk makanan anak
Selasa, 02 Agustus 2022 - 16:57 WIB

Dokter izinkan orang tua beri variasi rasa untuk makanan anak

Dokter spesialis anak dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta Ardi Santoso mengizinka...
Cegah perkawinan anak jadi tanggung jawab bersama
Senin, 01 Agustus 2022 - 16:36 WIB

Cegah perkawinan anak jadi tanggung jawab bersama

Perkawinan anak  menjadi agenda pembangunan global, hal ini sesuai dengan target dan  tujuan pemb...
Cara orang tua dukung minat anak jadi `gamer` tanpa imbas kecanduan
Senin, 25 Juli 2022 - 07:31 WIB

Cara orang tua dukung minat anak jadi `gamer` tanpa imbas kecanduan

Psikolog anak, remaja dan keluarga Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd mengatakan orang tua tetap bis...

InfodariAnda (IdA)