Dominasi APG 2022 adalah buah Indonesia peduli difabel

Elshinta
Jumat, 05 Agustus 2022 - 10:14 WIB |
Dominasi APG 2022 adalah buah Indonesia peduli difabel
Perenang Indonesia Jendi Panggabean melakukan selebrasi raihan lima emas usai bertanding pada final gaya campuran individu 200 meter putra kategori SM9 ASEAN Para Games 2022 di Stadion Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Kamis (4/8/2022). ANTARA FOTO/Aji Styawan

Elshinta.com - Hanya berbeda 21 atlet dari Thailand yang lama mendominasi ASEAN Para Games, Indonesia sudah terlalu jauh untuk disalip oleh Negeri Gajah Putih itu yang hampir selalu menjadi kampiun dalam kontes olah raga difabel se-Asia Tenggara itu.

Dalam ASEAN Para Games 2022 di Solo ini Indonesia menurunkan 324 atlet, sedangkan Thailand mengutus 303 atlet.

Sampai Kamis malam lalu, Indonesia sudah mengoleksi 252 medali yang 111 di antaranya medali emas, sedangkan Thailand mendapatkan 57 medali emas untuk total 174 keping medali yang mereka kumpulkan. Selisih yang sudah terlalu jauh.

Indonesia di ambang menjuarai lagi ASEAN Para Games edisi kesebelas ini setelah di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2017, juga menjadi juara umum.

Edisi kesepuluh yang seharusnya digelar pada 2020 di Filipina, batal diadakan karena pandemi COVID-19.

Ini ketiga kalinya Indonesia menjadi juara umum setelah untuk pertama kalinya menembus dominasi Thailand pada 2014 di Naypyidaw, Myanmar.

Dalam sepuluh kali perhelatan yang pertama kali digelar di Kuala lumpur pada 2001 itu Thailand hampir selalu menjadi juara umum. Namun dominasi itu pupus dalam delapan tahun terakhir.

Tidak saja itu dominasi Thailand yang runtuh, apa yang sedang terjadi di Solo melukiskan juga efisiensi olah raga prestasi Indonesia. Sejauh ini tingkat efektivitas atlet Indonesia dalam meraih medali mencapai 78 persen, sedangkan Thailand 57 persen.

Itu menunjukkan atlet-atlet difabel Indonesia telah membuktikan diri mampu mengemban amanah negara dengan efektif dengan mencetak prestasi di level puncak.

Ini bekal bagus kala mereka berkompetisi lagi dalam event-event internasional berikutnya.

Gambaran menarik lainnya di balik statistik ini menyiratkan bahwa adanya kepercayaan, perlakuan dan keberpihakan negara terhadap penyandang disabilitas.

Bukan saja dengan memberikan kesempatan seluas mungkin kepada penyandang disabilitas dalam mendapatkan arena, namun juga memastikan mereka bisa mencetak prestasi setinggi mungkin dengan memfasilitasi mereka seluas yang Indonesia bisa.

Dari perspektif kawasan sendiri, jika dibandingkan dengan enam edisi pertama ASEAN Para Games, negara-negara Asia Tenggara memberikan perhatian besar kepada penyandang disabilitas.

Paling tidak ini dilihat dari indikator semakin banyaknya atlet para yang mereka kirimkan ke ajang ini dalam delapan tahun terakhir.

Setelah hanya mengikutkan antara 600 sampai 1.000 atlet dalam enam edisi pertama itu, untuk pertama kalinya di Myanmar pada 2014 jumlah atlet para yang mengikuti ASEAN Para Games di atas 1.000 orang, tepatnya 1.482 atlet. Jumlah sebesar ini sampai kini belum terpecahkan.

Di Solo tahun ini, atlet para yang mengikuti ASEAN Para Games berjumlah 1.283 atlet. Lebih sedikit memang, tetapi alasannya bisa dipahami.

Pertama, karena masih dalam suasana pandemi di mana Indonesia saja mempraktikkan pembatasan jumlah penonton yang bisa menyaksikan kompetisi ini.

Kedua, Indonesia dan Solo hanya memiliki waktu yang singkat dalam mempersiapkan diri menjadi tuan rumah karena semestinya yang menjadi tuan rumah edisi 2022 adalah Vietnam sebagaimana SEA Games 2021 yang juga diadakan di negara itu.

Maka, jumlah peserta sebanyak itu tetap lumayan besar jika melihat situasi-situasi yang hampir membuat Asia Tenggara membatalkan kembali ASEAN Para Games untuk kedua kalinya setelah Filipina melakukannya pada 2020 karena COVID-19.

Karena kita setara
Dengan ngotot tetap menggelar perhelatan ini membuktikan semua elemen di Indonesia menginginkan kondisi, situasi dan pengalaman yang sama harus pula dialami oleh penyandang disabilitas. Jika SEA Games 2021 boleh digelar, mengapa ASEAN Para Games tidak?

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali bahkan menyebut ASEAN Para Games 2022 Solo adalah bentuk perhatian pemerintahan Presiden Joko Widodo kepada atlet disabilitas.

"Karena negara-negara lain tidak bersedia menyelenggarakan, maka atas arahan Bapak Presiden Joko Widodo, kita mengajukan diri menjadi tuan rumah," kata Zainudin beberapa waktu lalu.

Jokowi meminta Indonesia mengajukan diri menjadi tuan rumah ASEAN Para Games adalah demi membuka lagi kesempatan yang sama kepada atlet difabel untuk berkompetisi setelah lama tak memiliki arena unjuk kebolehan akibat pandemi COVID-19.

"Pak Presiden Joko Widodo memberi arahan kepada saya untuk memberi mereka arena untuk bertanding," kata Zainudin, lagi.

Sang menteri juga mengaku menggerakkan semua potensi nasional dalam waktu yang amat singkat.

Potensi nasional itu meliputi kementerian-kementerian, Pemerintah Daerah Jawa Tengah, Pemerintah Kota Solo, dan semua pemangku kepentingan lainnya.

Dari sana terlihat Indonesia proaktif menggerakkan semua elemen, bukan saja ini menyangkut gengsi dan pertaruhan nasional, namun juga karena Indonesia memiliki komitmen besar mengajak penyandang disabilitas melangkah bersama dan maju bersama meraih prestasi.

Sikap proaktif Indonesia ini sampai menjadi referensi penting bagi negara-negara Asia Tenggara lain dalam melakukan hal serupa, termasuk dalam bagaimana Indonesia memperlakukan atlet-atlet para.

Mengutip Ketua Hubungan Luar Negeri Komite Nasional Paralimpik (NPC) Indonesia Sukanti Rahardjo Bintoro sampai menyatakan Indonesia diacungi jempol karena menjadi perintis dalam mengupayakan persamaan hak untuk atlet difabel dan nondifabel.

Teladan Indonesia ini menjadi acuan bagi negara-negara itu dalam melobi pemerintah mereka agar memupus kesenjangan antara atlet difabel dan nondifabel yang sudah pasti merupakan salah satu upaya menuju kesetaraan.

Dalam pemahaman yang lebih luas, sikap pemerintah Indonesia ini adalah representasi dan cermin sikap masyarakat Indonesia yang dari waktu ke waktu aktif menciptakan lingkungan sosial yang memberi kesempatan kepada siapa pun untuk membuat bangga masyarakat dan bangsanya.

Keberhasilan Indonesia menjadi yang terbaik di panggung Asia Tenggara dalam dua tahun terakhir adalah berkat kesungguhan, dedikasi, dan profesionalisme atlet-atlet para kita.

Tetapi pikiran terbuka masyarakat dan pemerintah Indonesia dalam memajukan penyandang disabilitas adalah juga faktor yang membuat kaum difabel kita mendapatkan tempat yang lapang dan lega untuk mengekspresikan diri.

Oleh karena itu, keberhasilan menjadi juara umum ASEAN Para Games 2022 adalah juga petunjuk mengenai betapa Indonesia akan selalu berusaha keras menggandeng penyandang disabilitas untuk berjalan bersama mencapai puncak apa pun yang bisa didaki demi persatuan dan keadilan sosial, dan karena kita setara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Indonesia tuan rumah kualifikasi petembak Asia menuju Olimpiade Paris
Rabu, 21 September 2022 - 15:12 WIB

Indonesia tuan rumah kualifikasi petembak Asia menuju Olimpiade Paris

Elshinta.com, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Asia Rifle and Pistol Championship 2024 yang me...
Revitalisasi lokasi pertandingan PON 2028 tidak dilakukan secara masif
Selasa, 20 September 2022 - 18:58 WIB

Revitalisasi lokasi pertandingan PON 2028 tidak dilakukan secara masif

Elshinta.com, Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, meminta agar revitalisasi lokas...
Wawali: Bonus atlet Surabaya peraih medali Porprov segera dicairkan
Selasa, 20 September 2022 - 13:57 WIB

Wawali: Bonus atlet Surabaya peraih medali Porprov segera dicairkan

Elshinta.com, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menegaskan bonus atlet peraih medali saat Pekan Olahra...
Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2022 digelar dalam dua seri
Kamis, 15 September 2022 - 19:58 WIB

Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2022 digelar dalam dua seri

Elshinta.com, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI...
2 September 2018: Meriahnya penutupan Asian Games 2018
Jumat, 02 September 2022 - 06:00 WIB

2 September 2018: Meriahnya penutupan Asian Games 2018

Pada 2 September 2018 ajang olahraga terbesar se Asia, Asian Games 2018 ditutup dengan spektakuler...
Timnas karate optimistis bawa pulang medali di ISG 2022
Kamis, 11 Agustus 2022 - 14:45 WIB

Timnas karate optimistis bawa pulang medali di ISG 2022

Tim nasional (timnas) karate siap membawa pulang medali dalam ajang Islamic Solidarity Games (ISG) 2...
Turnamen Tenis Meja Piala Menkominfo digelar jelang 17 Agustus
Kamis, 11 Agustus 2022 - 12:36 WIB

Turnamen Tenis Meja Piala Menkominfo digelar jelang 17 Agustus

Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Turnamen Tenis Meja memperebutkan Piala Menkominfo ...
Putri Indonesia di posisi ke-9 Olimpiade Catur seusai sikat Spanyol
Senin, 08 Agustus 2022 - 17:14 WIB

Putri Indonesia di posisi ke-9 Olimpiade Catur seusai sikat Spanyol

Memasuki babak ke-10 Olimpiade Catur FIDE 2022 di Chennai, India, Senin, Tim Catur putri Indonesia b...
Menpora: Prestasi di APG 2022 jadi modal menuju Paralimpiade Paris
Jumat, 05 Agustus 2022 - 18:31 WIB

Menpora: Prestasi di APG 2022 jadi modal menuju Paralimpiade Paris

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan hasil dari ASEAN Para Games (APG) 20...
Para-renang Indonesia tampil sebagai juara umum APG 2022
Jumat, 05 Agustus 2022 - 17:43 WIB

Para-renang Indonesia tampil sebagai juara umum APG 2022

Tim Para-Renang Indonesia tampil sebagai juara umum pada ASEAN Para Games 2022 dengan total peroleha...

InfodariAnda (IdA)