Komnas HAM tegaskan semua pihak harus tunggu hasil autopsi ulang

Elshinta
Jumat, 05 Agustus 2022 - 21:31 WIB |
Komnas HAM tegaskan semua pihak harus tunggu hasil autopsi ulang
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik sesaat sebelum meninggalkan Kantor Komnas HAM di Jakarta, Jumat. (ANTARA/Muhammad Zulfikar).

Elshinta.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI menegaskan bahwa semua pihak harus menunggu hasil autopsi ulang jenazah Brigadir J untuk menjawab penyebab kematiannya.

"Pertanyaan terbesar adalah apakah almarhum Yoshua ini meninggal semata-mata karena tembakan atau ada penyebab lain, saya kira itu harus dijawab secara saintifik," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di Jakarta, Jumat.

Oleh karena itu, kata dia, dengan adanya autopsi ulang maka semua pihak harus menunggu hasil dan menghindari perdebatan. Apalagi, tim yang ditunjuk melakukan autopsi ulang adalah para ahli yang kredibel di bidangnya.

Tidak hanya itu, ujarnya, tim yang melakukan autopsi ulang melibatkan unsur TNI serta dipantau langsung oleh pengacara, Komnas HAM, dan Kompolnas.

Taufan mengatakan dari seluruh pemetaan yang dilakukan lembaga tersebut, maka yang menjadi fokus ialah antara rumah pribadi ke rumah dinas Irjen Polisi Ferdy Sambo.

Ia mengatakan Komnas HAM sengaja tidak terlalu membahas yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah. karena menemukan fakta-fakta bahwa di Magelang dalam suasana gembira dengan adanya perayaan. Pada saat itu, Brigadir J dan Bharada E juga berada di tempat yang sama.

Pada kesempatan itu, Taufan meluruskan bahwa Irjen Pol. Ferdy Sambo tidak secara bersama-sama dengan rombongan dari Magelang ke Jakarta, melainkan ia menggunakan pesawat.

"Dengan bukti-bukti yang kami dapatkan, yakni tiket, kami mendapatkan kepastian bahwa dia tanggal 7 pagi, pukul 07.00 WIB dengan satu ajudannya berangkat dari Yogyakarta menuju Jakarta," jelas Taufan.

Sementara, rombongan istri Ferdy Sambo, Bharada E, Brigadir J, termasuk asisten rumah tangga dan lainnya berangkat ke Jakarta. Semuanya terekam melalui CCTV dan sampai sekitar 15.30 WIB. Namun, Komnas HAM akan mencek ulang kalibrasi rekaman itu.

"Kita tidak menerima begitu saja data-data yang diberikan oleh Mabes Polri, namun kita memiliki ahli independen untuk memeriksa," jelas dia.

Hal tersebut guna memastikan apakah rekaman CCTV yang diberikan terdapat editing atau manipulasi. Melalui rekaman itu, Komnas HAM melihat Ferdy Sambo bersama ajudannya didampingi petugas tes usap PCR masuk ke dalam rumah.

Tidak lama berselang, rombongan istri Ferdy Sambo termasuk Bharada E dan Brigadir J juga datang dan melakukan tes usap PCR di rumah pribadi yang terletak di Jalan Saguling, Duren Tiga.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Polri fokus tuntaskan kasus Brigadir J, abaikan isu kekaisaran Sambo
Jumat, 19 Agustus 2022 - 08:35 WIB

Polri fokus tuntaskan kasus Brigadir J, abaikan isu kekaisaran Sambo

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan Polri fokus untuk menuntaskan kasus p...
Kapolri minta jajaran tindak tegas perjudian
Jumat, 19 Agustus 2022 - 08:11 WIB

Kapolri minta jajaran tindak tegas perjudian

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meminta jajaranya untuk tegas menindak segala bentuk keja...
Polrestabes Surabaya sita 90,7 kilogram sabu-sabu
Jumat, 19 Agustus 2022 - 06:45 WIB

Polrestabes Surabaya sita 90,7 kilogram sabu-sabu

Aparat Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya menyita barang bukti narkotika, psikotropika dan obat te...
19 Agustus 1945: Hari jadi Mahkamah Agung
Jumat, 19 Agustus 2022 - 06:12 WIB

19 Agustus 1945: Hari jadi Mahkamah Agung

Saat Indonesia merdeka 17 Agustus 1945, sistem pemerintahan belum mengacu kepada penerapan trias pol...
TNI AL gagalkan penyelundupan 14 Kg sabu dari Malaysia
Jumat, 19 Agustus 2022 - 00:11 WIB

TNI AL gagalkan penyelundupan 14 Kg sabu dari Malaysia

Tim Reaksi Cepat Pangkalan TNI AL Dumai, Provinsi Riau, bersama Satuan Tugas Ops Intelmar Lantamal I...
Polda Sumut tetapkan lima tersangka kasus PMI ilegal ke Kamboja
Kamis, 18 Agustus 2022 - 22:33 WIB

Polda Sumut tetapkan lima tersangka kasus PMI ilegal ke Kamboja

Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) telah menetapkan lima orang tersangka kasus pengiri...
Polisi gerebek tiga lokasi judi tembak ikan di Medan
Kamis, 18 Agustus 2022 - 22:09 WIB

Polisi gerebek tiga lokasi judi tembak ikan di Medan

Polsek Medan Timur melakukan penggerebekan tiga lokasi praktik perjudian tembak ikan yang selama in...
Polisi terus usut pembunuhan ibu dan anak Subang usai setahun berlalu
Kamis, 18 Agustus 2022 - 21:57 WIB

Polisi terus usut pembunuhan ibu dan anak Subang usai setahun berlalu

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) masih terus mengusut kasus pembunuhan ibu dan anak di D...
Pelapor perkara dirut Meratus minta perlindungan LPSK
Kamis, 18 Agustus 2022 - 21:33 WIB

Pelapor perkara dirut Meratus minta perlindungan LPSK

Mlati Muryani, yang merupakan pelapor perkara penyekapan terhadap seorang karyawan yang diduga dilak...
Timsus Polri umumkan hasil pemeriksaan Putri Candrawathi besok
Kamis, 18 Agustus 2022 - 20:57 WIB

Timsus Polri umumkan hasil pemeriksaan Putri Candrawathi besok

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menyebutkan pemeriksaan terhadap Putri Candrawath...

InfodariAnda (IdA)