Sri Mulyani: Tantangan ekonomi RI ke depan berasal dari eksternal

Elshinta
Jumat, 05 Agustus 2022 - 22:19 WIB |
Sri Mulyani: Tantangan ekonomi RI ke depan berasal dari eksternal
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Soft Launching Buku: Keeping Indonesia Safe from COVID-19 di Jakarta, Jumat (5/8/2022). (ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)

Elshinta.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan tantangan keberlangsungan ekonomi Indonesia ke depan akan berasal dari eksternal termasuk situasi geopolitik yang tidak menentu hingga agresivitas kebijakan negara maju.

“Tantangan ke depan seperti apa? Well, it is certainly coming from luar,” katanya dalam acara Soft Launching Buku: Keeping Indonesia Safe from COVID-19 di Jakarta, Jumat.

Sri Mulyani menuturkan tekanan geopolitik termasuk perang merupakan situasi yang sangat sulit diprediksi mengingat jika kemarin dunia terfokus pada perang Ukraina dan Rusia kini tiba-tiba mengarah ke Taiwan dan China.

Situasi geopolitik yang tidak menentu tersebut menimbulkan berbagai gejolak termasuk krisis harga energi, pangan dan pupuk saat ini akibat perang Rusia dan Ukraina.

Selain itu, langkah The Federal Reserve (The Fed) yang menaikkan suku bunganya secara lebih agresif turut menambah tantangan bagi berbagai negara termasuk negara berkembang seperti Indonesia.

Sri Mulyani mengibaratkan langkah The Fed dalam menaikkan suku bunga secara agresif seperti orang menggunakan antibiotik dengan dosis tinggi untuk mengobati suatu penyakit dalam tubuh.

“Ini sudah menggunakan instrumen kebijakan yang sangat powerfull. Nanti siapa yang kena terlebih dahulu dari antibiotiknya? Apa kah penyakitnya yaitu inflasi? Atau growth-nya atau excess-nya,” kata Sri Mulyani.

Menurutnya, apabila badan atau fondasi pemulihan Amerika Serikat belum kuat maka langkah The Fed yang awalnya ditujukan untuk menekan laju inflasi justru membuat pertumbuhan ekonominya tertahan.

“Bisa saja badannya tidak kuat, yang mau dihajar inflasi yang kena growth-nya duluan. We never know apa yang akan terjadi tergantung data ke depan. Tapi apapun itu harus kita antisipasi. The same thing di Eropa,” jelasnya.

Sri Mulyani mengingatkan bahwa tidak akan ada yang pernah tahu situasi yang akan terjadi ke depan sehingga saat ini data menjadi aspek penting dalam melihat potensi di masa depan dan mengantisipasi spillover effect dari kebijakan negara maju.

“Itu yang harus kita hadapi yaitu spillover dari ekonomi maupun kebijakan negara-negara yang mereka adopsi,” tegasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
BMKG sebut cerah berawan dominasi sebagian wilayah Indonesia
Jumat, 19 Agustus 2022 - 09:23 WIB

BMKG sebut cerah berawan dominasi sebagian wilayah Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyebut bahwa cuaca cerah berawan akan mendominasi seb...
BMKG: Waspadai seluruh wilayah NTT berstatus sangat mudah terbakar
Jumat, 19 Agustus 2022 - 09:11 WIB

BMKG: Waspadai seluruh wilayah NTT berstatus sangat mudah terbakar

Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masy...
Telkom bangun pusat data di IKN
Jumat, 19 Agustus 2022 - 08:59 WIB

Telkom bangun pusat data di IKN

Direktur Utama Ririek Adriansyah dan Komisaris Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Bambang Brodjoneg...
Espargaro siap tarung di Red Bull Ring meski kaki masih cedera
Jumat, 19 Agustus 2022 - 07:31 WIB

Espargaro siap tarung di Red Bull Ring meski kaki masih cedera

Aleix Espargaro akan masih harus menahan rasa sakit di kakinya yang mengalami retak tulang ketika me...
Pemerintah impor 14 juta dosis vaksin PMK cegah penularan lebih luas
Jumat, 19 Agustus 2022 - 06:31 WIB

Pemerintah impor 14 juta dosis vaksin PMK cegah penularan lebih luas

Pemerintah akan mengimpor 14 juta dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) sebagai upaya mencegah ...
Menkumhan kukuhkan Farel Prayogyo duta kekayaan intelektual pelajar
Kamis, 18 Agustus 2022 - 23:35 WIB

Menkumhan kukuhkan Farel Prayogyo duta kekayaan intelektual pelajar

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Yasonna Hamonangan Laoly mengukuhkan penyanyi cil...
Dishub Kalteng upayakan hadirnya maskapai baru di Bandara Tjilik Riwut
Kamis, 18 Agustus 2022 - 21:09 WIB

Dishub Kalteng upayakan hadirnya maskapai baru di Bandara Tjilik Riwut

Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah berupaya menghadirkan maskapai baru di Bandara Tjilik R...
Badan Pangan Nasional mencatat 74 daerah rentan rawan pangan
Kamis, 18 Agustus 2022 - 20:21 WIB

Badan Pangan Nasional mencatat 74 daerah rentan rawan pangan

Badan Pangan Nasional (BPN) mencatat sebanyak 74 kabupaten/kota atau 14 persen dari jumlah daerah ma...
Ribuan masyarakat Karanganyar antusias saksikan Karnaval HUT RI
Kamis, 18 Agustus 2022 - 20:11 WIB

Ribuan masyarakat Karanganyar antusias saksikan Karnaval HUT RI

Ribuan masyarakat dengan antusias memadati sepanjang di Jalan Lawu Kabupaten Karanganyar Provinsi Ja...
Anak usaha Antam Gag Nikel luncurkan buku sejarah perjalanan bisnis
Kamis, 18 Agustus 2022 - 19:57 WIB

Anak usaha Antam Gag Nikel luncurkan buku sejarah perjalanan bisnis

PT Gag Nikel, anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), meluncurkan buku mengenai sejarah dan perjalan...

InfodariAnda (IdA)