Gara-gara siomay, Mulyana duduk di kursi pesakitan PN Jakarta Utara

Elshinta
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 10:07 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Gara-gara siomay, Mulyana duduk di kursi pesakitan PN Jakarta Utara
Sumber foto: www.suarakarya.id/elshinta.com.

Elshinta.com - Gara-gara membeli makanan siomay, Mulyana DS alias Zenzen harus duduk di kursi pesakitan atau diadili di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Senin (1/8). Terdakwa dipersalahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Melani Simanjuntak SH MH diduga melanggar pasal 378 KUHP.

Melani menyebutkan lelaki lanjut usia itu memesan siomay sampai tiga kali dari seorang pedagang siomay yang sama pertengahan 2021. Dari pemesanan pertama, kedua dan ketiga, terdakwa tidak kunjung mau melunasi pembelian dari pertama sampai terakhir sebesar Rp 4 juta lebih. Oleh karena kesal bolak-balik menagih tak kunjung dibayar, pedagang pun melaporkannya ke Kepolisian.

Usai mendengarkan surat dakwaan JPU Melani, Ketua Majelis Hakim Boko SH MH pun menanyakan kepada terdakwa maupun penasihat hukumnya apakah mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas surat dakwaan JPU tersebut. Baik terdakwa maupun tim penasihat hukumnya menyatakan mengajukan eksepsi. Mendengar itu, Boko memberi kesempatan kepada penasihat hukum menyusun eksepsi. "Sidang berikutnya pekan depan. Seharusnya dibayarkan saja pembelian siomaynya agar masalahnya tidak sampai ke pengadilan ini," ujar Boko mengingatkan, setelah sebelumnya sempat menanyakan apakah terdakwa ditahan, yang dijawab Zenzen, tidak.
 
JPU Melani Simanjuntak mengaku bahwa pihaknya sudah mencoba menyelesaikan kasus itu lewat rumah keadilan atau Restoratif Justice (RJ). Namun pihak saksi korban tidak mau lagi berdamai. "Dia (saksi korban) diduga sudah terlanjur kesal sebelumnya berulangkali  menagih tetapi pembeli itu tidak mau membayarnya,"  kata Melani.

Sementara itu, Jaksa Agung  Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung Dr Fadil Zumhana SH MH menyetujui penghentian penuntutan sebanyak  sembilan  kasus  pidana umum berdasarkan asas keadilan restoratif atau restoratif justice (RJ). “Berkas kasus tersebut sebelumnya dilakukan gelar perkara (ekspose) secara virtual oleh Jampidum Fadil Zumhana,” kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana, Senin (1/8) mengutip suarakarya.id.

Berkas kasus yang dihentikan penuntutannya berdasarkan keadilan restoratif itu masing-masing atas nama tersangka Vick F. Lekatompessy dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Seram Bagian Barat. Dia disangka melanggar Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Tersangka Regina Nifanngilyau Alias Gina dari Kejari Seram Bagian Barat yang disangka melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.

Tersangka Suroyo Als Wowon Bin Sukirno dari Kejari Metro disangka melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dan tersangka Irvan Susanto Bin Paino dari Kejari Metro yang disangka melanggar Pasal 480 ke-1 KUHP tentang Penadahan.

Berikutnya tersangka I Budi Lestari Bin Suronto; tersangka Ii Wanda Feriyanto Bin Agus Sulis; tersangka Iii Faisal Fajri Bin Asdadin; tersangka Iv Abdillah Tri Anggara Bin Eko Hariyono; tersangka V Daniel Mahendra Bin Haryanto dari Kejari Metro yang disangka melanggar Pasal 480 ke- 1 jo. Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP tentang Penadahan. 

Selanjutnya tersangka Uu Mas’ud Alias Mas Ud Bin Sudiman dari Kejari Batam yang disangka melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan dan tersangka Joni Randongkir dari Kejari Biak Numfor disangka melanggar Pasal 406 ayat (1) KUHP tentang Penghancuran/Perusakan Barang.

Tersangka berikutnya Hendra Akbar Als Hendra Bin Husain dari Kejari Buton yang disangka melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dan tersangka Dedi Hidayat Alias La Dedi Bin La Samanudin dari Kejaksaan Negeri Buton yang disangka melanggar Pasal 80 ayat (1) jo. Pasal 76 C Undang–undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ini, kata Ketut Sumedana, setelah dilaksanakan proses perdamaian dimana tersangka telah meminta maaf dan korban memberikan permohonan maaf; tersangka belum pernah dihukum; tersangka baru pertama kali melakukan perbuatan pidana; ancaman pidana denda atau penjara tidak lebih dari 5 tahun.

Selain itu, tersangka berjanji tidak akan lagi mengulangi perbuatannya; perdamaian dilakukan secara sukarela dengan musyawarah untuk mufakat, tanpa tekanan, paksaan, dan intimidasi dan tersangka dan korban setuju untuk tidak melanjutkan permasalahan ke persidangan karena tidak akan membawa manfaat yang lebih besar.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Polisi bubarkan balap liar di Senayan
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 20:03 WIB

Polisi bubarkan balap liar di Senayan

Tim Patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya membubarkan aksi balap liar puluhan remaja pengguna mo...
DKI upayakan tak ada kasus baru PMK melalui vaksinasi hewan
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 19:51 WIB

DKI upayakan tak ada kasus baru PMK melalui vaksinasi hewan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengupayakan tak ada kasus (zero case) baru penyakit mulut dan kuku ...
Anies kunjungi Jepang bahas kerja sama transportasi publik
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 19:15 WIB

Anies kunjungi Jepang bahas kerja sama transportasi publik

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi Jepang untuk bertemu Gubernur Tokyo Yuriko Koike ...
Puluhan keluarga ikuti jalan sehat sambut HUT RI di Jakarta Utara
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 18:39 WIB

Puluhan keluarga ikuti jalan sehat sambut HUT RI di Jakarta Utara

Puluhan keluarga mengikuti jalan sehat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-77 Kemerdekaan RI dengan...
Polisi selidiki tawuran remaja gunakan senjata tajam di Cakung
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 07:29 WIB

Polisi selidiki tawuran remaja gunakan senjata tajam di Cakung

Unit Reskrim Polsek Cakung menyelidiki kasus tawuran dua kelompok remaja menggunakan senjata tajam d...
Polda Metro tolak penangguhan penahanan Roy Suryo
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 07:05 WIB

Polda Metro tolak penangguhan penahanan Roy Suryo

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menolak permohonan penangg...
Bakar sampah jadi pemicu kebakaran lapak pemulung di Tebet
Jumat, 12 Agustus 2022 - 22:31 WIB

Bakar sampah jadi pemicu kebakaran lapak pemulung di Tebet

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan mengatakan membakar...
Rayakan HUT RI, pemilik KIA Depok dapat diskon saat beli burger
Jumat, 12 Agustus 2022 - 18:49 WIB

Rayakan HUT RI, pemilik KIA Depok dapat diskon saat beli burger

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapi) Kota Depok Jawa Barat menyatakan warga Depok ya...
Istana pastikan formasi Paskibraka lengkap di Upacara HUT Ke-77 RI
Jumat, 12 Agustus 2022 - 16:35 WIB

Istana pastikan formasi Paskibraka lengkap di Upacara HUT Ke-77 RI

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono memastikan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Pa...
Polisi tangkap sopir taksi terduga pelaku asusila di Kebayoran Lama
Jumat, 12 Agustus 2022 - 16:23 WIB

Polisi tangkap sopir taksi terduga pelaku asusila di Kebayoran Lama

Polres Metro Jakarta Selatan menangkap sopir taksi terduga pelaku asusila terhadap anak di bawah umu...

InfodariAnda (IdA)