Tips menyusui agar kebutuhan kalori bayi tercukupi

Elshinta
Minggu, 07 Agustus 2022 - 17:23 WIB |
Tips menyusui agar kebutuhan kalori bayi tercukupi
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Bagi ibu baru pengalaman menyusui untuk kali pertama menjadi sebuah tantangan tersendiri, karena ibu harus menyesuaikan diri demi mengetahui posisi yang nyaman bagi ibu dan bayi, sehingga ASI bisa mengalir lancar ke mulut buah hati.

Dikutip dari siaran resmi Tentang Anak, dokter spesialis anak dr. Dimple Gobind Nagrani, Sp.A mengatakan posisi menyusui yang benar dan nyaman bagi kedua pihak adalah salah satu cara untuk memastikan kalori bayi tercukupi lewat ASI.

Pastikan agar tubuh bayi menghadap ke tubuh ibu dalam satu garis lurus. Kemudian, carilah posisi di mana dagu bayi menempel di payudara ibu dan dada atau perut bayi menempel dengan perut ibu.

Ketika menyusui, tangan ibu harus menyangga leher dan punggung bayi, tapi ini tidak berlaku bila bayi disusui dalam posisi tidur. Selain itu, pastikan bayi menyusu dengan posisi mulut terbuka lebar dan dari areola payudara, bukan puting.

Ada kalanya ibu harus memompa ASI untuk mengosongkan payudara. Dimple juga memberikan kiat-kiatnya, diantaranya adalah memakai kompres hangat sebelum memompa. Ibu pun harus dalam posisi yang nyaman saat ingin memompa asi.

Sebelum proses dimulai, usahakan memijat payudara dan memompa kedua payudara. Urusan teknis yang harus diperhatikan adalah memastikan ukuran cup pompa pas dengan payudara.

Soal waktu yang tepat untuk memompa ASI, ada sedikit perbedaan tergantung dari apakah ibu memang biasa memberikan ASI perah untuk bayi karena tidak bisa bersama dengan anak sepanjang waktu, atau ibu yang rutin menyusui secara langsung.

Bila ibu memberikan ASI perah, usahakan memompa payudara minimal enam sampai delapan kali sehari. Bila ibu menyusui secara langsung dan memompa ASI, pastikan jarak memompa sekitar 30-60 menit setelah bayi menyusui atau satu jam sebelum bayi menyusui.

Bayi membutuhkan ASI secara ekslusif hingga berusia enam bulan. Ketika sudah menginjak 6 bulan hingga 9 bulan, bayi butuh 70 persen ASI dan sisanya dipenuhi lewat makanan pendamping ASI. Pada usia 9-12 bulan, persentase kebutuhannya bergeser menjadi 50:50, sementara asupan gizi yang dibutuhkan anak di atas 12 bulan berasal dari 30 persen ASI dan 70 persen MPASI.

Untuk memonitor pertumbuhan anak di usia dini, setiap bulan orang tua dapat mengukur berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala menurut umur.

Orangtua bisa mengukur sendiri ataupun dengan bantuan tenaga medis setiap cek secara berkala ke fasilitas kesehatan. Jika pertumbuhan fisik anak kurang, orang tua wajib mengevaluasi bersama ahli untuk mengetahui apakah asupan makanan, kualitas nutrisi, dan asupan susunya cukup.

Prioritas utama orangtua adalah memastikan bayi sehat dengan pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan usia.

Orang tua harus realistis mengevaluasi pertumbuhan dan perkembangan anak, jika setelah di evaluasi ternyata ASI kurang mencukupi kebutuhan sehari-hari anak, maka perlu dilakukan upaya lain sebagai pendukung, seperti susu formula ataupun asupan MPASI sesuai hasil konsultasi dengan dokter.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Psikolog bilang stres bisa sebabkan anak alami gangguan makan
Rabu, 21 September 2022 - 00:01 WIB

Psikolog bilang stres bisa sebabkan anak alami gangguan makan

Elshinta.com, Psikolog anak Samanta Elsener mengatakan stres bisa menjadi salah satu penyebab anak-a...
Dokter: Susu tidak bisa menggantikan makanan utama
Selasa, 20 September 2022 - 22:45 WIB

Dokter: Susu tidak bisa menggantikan makanan utama

Elshinta.com, Dokter spesialis gizi klinik Universitas Indonesia Diana Felicia Suganda mengatakan su...
Bupati: orang tua perlu diedukasi pentingnya imunisasi
Rabu, 14 September 2022 - 20:51 WIB

Bupati: orang tua perlu diedukasi pentingnya imunisasi

Elshinta.com, Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat, Khairunas mengatakan orang tua perlu diberikan ...
Psikolog: orangtua perlu meningkatkan literasi digital
Rabu, 14 September 2022 - 09:39 WIB

Psikolog: orangtua perlu meningkatkan literasi digital

Elshinta.com, Psikolog Klinis Anak dan Remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi mengatakan penting...
Dokter tak sarankan anak dengan autisme langsung dimasukkan PAUD
Jumat, 09 September 2022 - 07:01 WIB

Dokter tak sarankan anak dengan autisme langsung dimasukkan PAUD

Elshinta.com, Dokter spesialis anak konsultan neurologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indones...
Diagnosis autisme dapat dimulai sejak usia anak setahun
Jumat, 09 September 2022 - 06:45 WIB

Diagnosis autisme dapat dimulai sejak usia anak setahun

Elshinta.com, Dokter spesialis anak konsultan neurologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indones...
Menyiapkan generasi masa depan dengan literasi digital
Minggu, 04 September 2022 - 20:01 WIB

Menyiapkan generasi masa depan dengan literasi digital

Hampir dua tahun yang lalu warganet Indonesia dibuat berang karena hasil survei yang menunjukkan tin...
Psikolog: Jangan disiplinkan anak dengan cara merendahkan martabatnya
Kamis, 25 Agustus 2022 - 08:23 WIB

Psikolog: Jangan disiplinkan anak dengan cara merendahkan martabatnya

Psikolog Mulyana Brata Manggala mengatakan penanaman disiplin terhadap anak dengan cara kekerasan da...
Dokter sarankan orang tua ganti popok bayi empat jam sekali
Selasa, 23 Agustus 2022 - 23:01 WIB

Dokter sarankan orang tua ganti popok bayi empat jam sekali

Dokter spesialis anak dr Citra, SpA, IBCLC, Mkes menyarankan para orang tua mengganti popok bayi mer...
Hal yang perlu dipertimbangkan sebelum daftarkan anak sekolah
Selasa, 23 Agustus 2022 - 06:15 WIB

Hal yang perlu dipertimbangkan sebelum daftarkan anak sekolah

Beberapa orang tua memilih memasukkan anaknya ke sekolah formal sejak usia dini. Namun sebelum memut...

InfodariAnda (IdA)