Siswa tunarungu dan wicara menyapa Gubernur Jateng dengan isyarat

Elshinta
Rabu, 10 Agustus 2022 - 11:24 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Siswa tunarungu dan wicara menyapa Gubernur Jateng dengan isyarat
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Keceriaan tampak sekali di wajah Riska Nur Aini, siswa kelas XI SLB B Yakut Purwokerto. Saat teman-temannya grogri, dia justru maju dan langsung menyapa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggunakan bahasa isyarat. 

Ganjar berkunjung  ke sekolah tersebut Selasa (9/8) waktu olahraga pagi di Purwokerto. Ternyata sosok Ganjar sangat familiar di mata anak-anak difabel sehingga mereka langsung akrab saat bertemu.

"Alhamdulillah, beliau komunikatif sekali dan anak-anak juga. Pak Ganjar sudah dikenal anak-anak. Meskipun mereka tidak mendengar tetapi mereka tahu bahwa Gubernur Jawa Tengah adalah Pak Ganjar," ujar Nety Lestari, Kepala SLB B Yakut Purwokerto.

Pagi itu Ganjar sedang olahraga lari keliling kota Purwokerto. Saat melintas di Jalan Kol Sugiri, Purwokerto, Ganjar tiba-tiba berbelok masuk ke SLB B Yakut. Kedatangan mendadak itu sempat membuat heboh para guru di sekolah tersebut. Suasana semakin meriah ketika anak-anak sekolah melihat sosok Ganjar sudah berada di halaman sekolah.

Anak-anak yang semuanya merupakan kelompok tuli dan wicara itu langsung berlarian mendekati Ganjar. Mereka langsung meminta jabat tangan. Saat itulah, seorang guru langsung memandu sebagai perantara antara Ganjar dengan  anak-anak.

Sebagian besar anak-anak tahu kalau sosok yang datang itu adalah Gubernur Jawa Tengah. Namun tidak banyak yang berani menyebutkan namanya. Sampai akhirnya seorang anak kelas XI, Riska Nuraini, sangat antusias menyebutkan nama Ganjar dengan bahasa isyarat.

Riska kemudian diminta maju oleh Ganjar dan mendapatkan hadiah handphone karena dengan berani menjawab pertanyaan dari kepala sekolah. Setelah itu, Ganjar juga dipertemukan lagi dengan Ila Rahma. Siswa kelas XI itu sebelumnya pernah bertemu dengan Ganjar di Hari Anak Nasional Tini Provinsi yang digelar di Pendopo Banyumas bulan lalu.

"Kamu saya kasih handphone karena sudah berani menjawab. Terus kamu yang kemarin bertemu di Hari Anak Nasional ya, ternyata sekolahnya di sini. Nanti biar dikirim sepedanya, mau yang lipat apa yang besar? O yang besar," ujar Ganjar kepada kedua anak itu yang disambut dengan ucapan terima kasih dari Riska dan Ila menggunakan bahasa isyarat.

Nety Lestari mewakili pihak sekolah sangat senang sekali karena Ganjar Pranowo sangat perhatian dan mau mampir ke sekolah meskipun hanya sebentar. Kedatangan Ganjar dapat memberikan motivasi bagi 105 anak difabel tunarungu-wicara di SLB Yakut.

"Semoga nanti Pak Ganjar akan mengingat kami dan akan mendirikan SLB Negeri di Kabupaten Banyumas karena kami ada empat, semuanya swasta. Biar anak-anak Banyumas lebih mendapat fasilitas, bisa menikmati pendidikan yang layak untuk anak-anak berkebutuhan khusus," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Rabu (10/9).

Ganjar Pranowo mengatakan terkait permintaan adanya SLB Negeri di Kabupaten Banyumas bisa saja direalisasikan. Namun sebelumnya harus dihitung dulu rasio, sistem, dan kebutuhannya. Apalagi sejauh ini sudah ada beberapa SLB swata di Kabupaten Banyumas. 

"Sebenarnya kita bisa hitung saja, mau SLB, SMK/SMA, semuanya sebenarnya tinggal kita hitung rasionya, sistemnya agar ada perimbangan. Kalau memang diperlukan bukan tidak mungkin. Tadi saya tawari juga, nggak ada (yang negeri), ya sudah yang ini saya negerikan boleh tidak? Lalu dia mikir," katanya.

Ganjar menjelaskan, pada dasarnya tidak menjadi masalah apakah itu SLB negeri atau swasta. Ia lebih menitikberatkan pada akses pendidikan yang harus diberikan kepada siapa pun, terutama yang berkebutuhan khusus. Sebenarnya ada banyak cara atau sistem yang bisa dipakai untuk membantu akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

"Kalau tadi banyak kelompok tuli ya? Perjuangannya luar biasa karena beberapa di antaranya ada yang berprestasi bagus dan bertemu di Hari Anak Nasional beberapa waktu lalu. Jadi sangat memungkinkan (SLB Negeri) tinggal kita mengkalkulasi atau menghitung kondisi itu sehingga bisa masuk dalam program. Pelan-pelan, dari beberapa pengalaman bisa menjadi sekolah negeri, bisa membantu yang swasta, bisa kita kasih bantuan keuangan maupun peralatan, capacity building, training, yang penting satu saja, akses anak-anak ada. Bisa negeri bisa swasta," jelasnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Dinas Pendidikan Jayawijaya wajibkan siswa membaca 15 menit per hari
Selasa, 27 September 2022 - 23:01 WIB

Dinas Pendidikan Jayawijaya wajibkan siswa membaca 15 menit per hari

Elshinta.com, Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua mewajibkan siswa sekolah dasar (S...
 Turut cerdaskan anak bangsa, Satgas Yonif 126/KC jadi guru di sekolah perbatasan Papua
Senin, 26 September 2022 - 16:12 WIB

Turut cerdaskan anak bangsa, Satgas Yonif 126/KC jadi guru di sekolah perbatasan Papua

Elshinta.com, Personel Satgas Yonif 126/KC Pos Waris menjadi Guru Pendidik (Gadik) di SD Kanandega K...
Indonesia Belajar angkat wajah anak di Indonesia Timur, terus sekolah meski terbatas
Senin, 26 September 2022 - 10:55 WIB

Indonesia Belajar angkat wajah anak di Indonesia Timur, terus sekolah meski terbatas

Elshinta.com, Acara ini dibuat untuk menampik stigma negatif soal pendidikan di Timur Indonesia, sek...
 Kompetisi Roket Terkendali Tingkat SMP se-Kota Magelang 2022 kembali digelar
Minggu, 25 September 2022 - 19:23 WIB

Kompetisi Roket Terkendali Tingkat SMP se-Kota Magelang 2022 kembali digelar

Elshinta.com,
Mahasiswa Unma, luncurkan website Balagedogmart untuk Program GNRM
Minggu, 25 September 2022 - 18:07 WIB

Mahasiswa Unma, luncurkan website Balagedogmart untuk Program GNRM

Elshinta.com, Memasuki tahun ketiga Universitas Majalengka (Unma) mendapatkan Program Gerakan Nasion...
Indonesia Mengajar berbagi pengalaman abdi di pelosok timur Indonesia
Kamis, 22 September 2022 - 11:57 WIB

Indonesia Mengajar berbagi pengalaman abdi di pelosok timur Indonesia

Elshinta.com, Sejak tahun 2010, Indonesia Mengajar hadir melalui terobosan para Pengajar Muda yang d...
Kemendikbudristek: RPL tidak kurangi kualitas pendidikan
Kamis, 22 September 2022 - 11:36 WIB

Kemendikbudristek: RPL tidak kurangi kualitas pendidikan

Elshinta.com, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekn...
 Tiga nama bakal rektor dibawa ke Majelis Wali Amanah UM
Rabu, 21 September 2022 - 17:46 WIB

Tiga nama bakal rektor dibawa ke Majelis Wali Amanah UM

Elshinta.com, Empat bakal calon rektor Universitas Negeri Malang (UM) saling beradu visi misi di dal...
P2G minta Kemendikbudristek bentuk pokja RUU Sisdiknas
Rabu, 21 September 2022 - 14:49 WIB

P2G minta Kemendikbudristek bentuk pokja RUU Sisdiknas

Elshinta.com, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Rise...

InfodariAnda (IdA)