Satgas PMK imbau masyarakat tak ragu konsumsi daging

Elshinta
Rabu, 10 Agustus 2022 - 16:36 WIB |
Satgas PMK imbau masyarakat tak ragu konsumsi daging
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Satgas Penanganan Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) mengimbau masyarakat untuk tidak ragu mengonsumsi daging sebab virus PMK pada hewan ternak tidak menular pada manusia.

"Produk olahan dari hewan ternak di zona merah tetap aman dikonsumsi masyarakat," kata Wakakordalops Satgas Penanganan PMK Brigjen Pol Ary Laksmana Widjaja di Jakarta, Rabu (10/8).

Ia mengatakan zona merah adalah wilayah dengan 70 persen terdapat wabah PMK yang menjangkiti ternak, seperti sapi, kambing, domba, kerbau, hingga babi.

Semua produk olahan dari zona merah diizinkan untuk dibawa ke zona merah, zona kuning, dan zona hijau, sebab produk olahan sudah melalui berbagai proses agar memenuhi syarat kesehatan, termasuk bebas penyakit PMK.

Ary mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) menerapkan karantina ketat bagi distribusi hewan ternak dengan mewajibkan peternak mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Sedangkan bagi produk daging yang diimpor, harus memiliki surat rekomendasi bebas PMK dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan.

Ary mengatakan PMK yang tengah mewabah pada hewan ternak di Indonesia tidak akan menimbulkan penyakit pada tubuh manusia.

"Sebab PMK bukan zoonosis, karena penyakit ini tak menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya," katanya.

Pejabat Otoritas Veteriner Kota Bandung, Jawa Barat Elise Wieke dalam dialog virtual mengatakan manusia bukan inang bagi virus PMK, melainkan menyerang hewan berkuku genap.

Elise berharap masyarakat tetap mengonsumsi produk hewan ternak, baik dalam bentuk segar ataupun olahan, seperti biasanya.

"Untuk masyarakat, tetaplah mengonsumsi hewan yang rentan PMK. Tanpa harus takut dan ragu. Yang penting pengolahannya benar, dimasak sampai dengan matang," katanya.

Ia menjelaskan tidak ada perbedaan fisik produk segar dari hewan terpapar PMK dengan yang tidak terpapar. "Secara fisik tidak terlihat perbedaannya. Karena memang yang diserang PMK itu kan daerah mulut dan kuku," katanya.

Kendati produk segar hewan terpapar PMK aman dikonsumsi, ia meminta masyarakat untuk mengolahnya dengan cara tepat. Hal ini bukan karena potensi virus menginfeksi manusia, tetapi guna memotong rantai penyebaran melalui manusia sebagai perantara.

"Misalkan daging itu minimal 30 menit direbus dulu, sebelum diolah. Harapannya virus sudah mati. Atau didiamkan di pendingin selama 24 jam, harapannya virus-virus sudah mati," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Legislator khawatirkan pemulihan ekonomi nasional terganggu akibat tragedi Kanjuruhan 
Minggu, 02 Oktober 2022 - 17:03 WIB

Legislator khawatirkan pemulihan ekonomi nasional terganggu akibat tragedi Kanjuruhan 

Elshinta.com, Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad prihatin dengan kerusuhan yang terjadi pada per...
KPPU sebut 27 perusahaan diduga kartel minyak goreng segera jalani sidang
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 21:23 WIB

KPPU sebut 27 perusahaan diduga kartel minyak goreng segera jalani sidang

Elshinta.com, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyebutkan, 27 perusahaan yang diduga kartel ...
Sambut Muktamar, Muhammadiyah Jogja Expo 2022 kembali digelar 
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 21:10 WIB

Sambut Muktamar, Muhammadiyah Jogja Expo 2022 kembali digelar 

Elshinta.com, Menyambut Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah yang akan berlangsung di Surakarta, Pimpinan ...
WZWF 2022, BAZNAS: Regulasi yang efektif mampu optimalkan potensi zakat
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 19:13 WIB

WZWF 2022, BAZNAS: Regulasi yang efektif mampu optimalkan potensi zakat

Elshinta.com, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengungkapkan, penguatan pengelolaan zakat melalui ...
BNI dorong nasabah beralih ke layanan digital
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 17:57 WIB

BNI dorong nasabah beralih ke layanan digital

Elshinta.com, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mendorong nasabah beralih ke layanan digital d...
Legislator minta Bank Mandiri tingkatkan inovasi dan transformasi layanan digital
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 17:45 WIB

Legislator minta Bank Mandiri tingkatkan inovasi dan transformasi layanan digital

Elshinta.com, Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad mengingatkan direksi Bank Mandiri menjaga kinerja...
Peduli warga, Kapolres Magelang keliling kampung bagikan bantuan beras
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 16:14 WIB

Peduli warga, Kapolres Magelang keliling kampung bagikan bantuan beras

Elshinta.com, Kapolres Magelang Kota AKBP Yolanda Evelyn Sebayang bersama jajarannya, sengaja berkel...
Peduli warga terdampak kenaikan harga BBM, Polres Salatiga bagikan paket beras
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 14:47 WIB

Peduli warga terdampak kenaikan harga BBM, Polres Salatiga bagikan paket beras

Elshinta.com, Sebagai wujud kepedulian Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) khususnya Polres...
Menaker: Penyaluran BSU capai 48,34 persen
Jumat, 30 September 2022 - 21:08 WIB

Menaker: Penyaluran BSU capai 48,34 persen

Elshinta.com, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan hingga saat ini penyaluran bantuan sub...
 Kamrussamad: APBN 2023 disahkan, waspada dan fleksibel
Jumat, 30 September 2022 - 20:57 WIB

Kamrussamad: APBN 2023 disahkan, waspada dan fleksibel

Elshinta.com, Kamis (29/9/2022) DPR RI mengesahkan APBN 2023. Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad ...

InfodariAnda (IdA)