Anggota Polda NTB terungkap sebagai dalang korupsi di BPR

Elshinta
Kamis, 11 Agustus 2022 - 16:36 WIB |
Anggota Polda NTB terungkap sebagai dalang korupsi di BPR
Terdakwa Agus Fanahesa (kiri) berkomunikasi dengan penasihat hukum dalam sidang pembacaan dakwaan korupsi kredit fiktif pada BPR Cabang Batukliang periode 2014-2017 dengan kerugian Rp2,38 miliar di Pengadilan Negeri Tipikor Mataram, NTB, Kamis (11/8/2022). (ANTARA/Dhimas B.P.)

Elshinta.com - Anggota Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat I Made Sudarmaya terungkap sebagai dalang kasus korupsi kredit fiktif di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Cabang Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, yang mengakibatkan munculnya kerugian negara senilai Rp2,38 miliar.

Peran Sudarmaya terungkap dalam pembacaan dakwaan milik terdakwa Agus Fanahesa dan Johari di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Mataram, Kamis.

"Kedua terdakwa dan I Made Sudarmaya turut bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara," kata Reta Rusyana, yang mewakili jaksa penuntut umum (JPU) membacakan dakwaan Agus Fanahesa dan Johari.

Dalam sidang yang dipimpin I Ketut Somanasa, peran Sudarmaya terungkap ketika masih aktif menjabat sebagai Perwira Administrasi Urusan Keuangan Direktorat Sabhara Polda NTB.

Pada periode 2014-2017, Sudarmaya mengajukan permohonan kredit dengan mencatut nama 199 anggota Polda NTB. Sebagian besar dari nama, berasal dari Direktorat Sabhara Polda NTB.

Modus pengajuan kredit oleh Sudarmaya terungkap dengan menyiapkan secara pribadi tanpa izin dan sepengetahuan nama-nama anggota terkait syarat kelengkapan pengajuan kredit, seperti salinan KTP, kartu tanda anggota, dan keterangan slip gaji.

Selanjutnya, terdakwa Johari selaku account officer pada BPR Cabang Batukliang mengecek validasi data pemohon kredit.

Dalam pengajuan itu terdakwa Johari tidak memberikan pinjaman kredit tersebut melalui prosedur resmi. Meskipun demikian, terdakwa Agus Fanahesa sebagai kepala pemasaran pada BPR Cabang Batukliang tetap menyetujui permohonan pengajuan kredit tersebut.

"Dari verifikasi data itu kemudian disetujui kepala cabang bernama Dewi Komalasari," ucap dia.

Setelah ada persetujuan, permohonan kredit dicairkan oleh pihak BPR. Nominal yang dicairkan sedikitnya Rp2,38 miliar. Setelah uang kredit cair, terdakwa Agus Fanahesa diberikan upah oleh Sudarmaya Rp100 ribu.

Selain itu, terungkap pula Agus bersama Johari mendapat pinjaman uang dari pencairan kredit. Sudarmaya memberikan Agus Rp30 juta dan Johari Rp100 juta.

Dari rangkaian dakwaan demikian, penuntut umum mendakwa keduanya dengan Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Juncto Pasal 18 ayat 1 huruf b Undang-Undang RI Nomor 20/2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31/2009 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Eksepsi ditolak hakim, Surya Darmadi siap buktikan keabsahan ijin lahan sawitnya
Senin, 03 Oktober 2022 - 21:37 WIB

Eksepsi ditolak hakim, Surya Darmadi siap buktikan keabsahan ijin lahan sawitnya

Elshinta.com, Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait penguasaan lahan secara ilegal ole...
Polresta Mataram pasang pita penggaduh di jalan utama cegah balap liar
Senin, 03 Oktober 2022 - 19:32 WIB

Polresta Mataram pasang pita penggaduh di jalan utama cegah balap liar

Elshinta.com, Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan memasang pita penggaduh di se...
MA tolak kasasi Moeldoko terkait KLB Demokrat
Senin, 03 Oktober 2022 - 19:20 WIB

MA tolak kasasi Moeldoko terkait KLB Demokrat

Elshinta.com, Mahkamah Agung (MA) RI menolak kasasi yang diajukan oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Mo...
Polres Garut telusuri keberadaan ladang ganja di Cisurupan
Senin, 03 Oktober 2022 - 18:22 WIB

Polres Garut telusuri keberadaan ladang ganja di Cisurupan

Elshinta.com, Kepolisian Resor Garut, Jawa Barat, menelusuri wilayah kebun di Cisurupan untuk memast...
Pengamat: KPK tak pernah bermanuver berantas korupsi di tanah air
Senin, 03 Oktober 2022 - 18:05 WIB

Pengamat: KPK tak pernah bermanuver berantas korupsi di tanah air

Elshinta.com, Pakar komunikasi Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengakui, saat ini ada be...
Bareskrim Polri periksa direktur LIB terkait tragedi Kanjuruhan
Senin, 03 Oktober 2022 - 17:36 WIB

Bareskrim Polri periksa direktur LIB terkait tragedi Kanjuruhan

Elshinta.com, Badan Reserse Kriminal Polri memeriksa sejumlah pihak, termasuk salah satunya direktur...
18 polisi diperiksa terkait Tragedi Kanjuruhan, Malang
Senin, 03 Oktober 2022 - 16:45 WIB

18 polisi diperiksa terkait Tragedi Kanjuruhan, Malang

Elshinta.com, Tim Investigasi pengamanan yang dibentuk Kapolri atas perintah Presiden bergerak cepa...
Polisi Kendari tangkap dua bidan terlibat aborsi anak bawah umur
Senin, 03 Oktober 2022 - 16:29 WIB

Polisi Kendari tangkap dua bidan terlibat aborsi anak bawah umur

Elshinta.com, Jajaran Kepolisian Resor Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menangkap dua orang bidan ya...
Polisi meringkus seorang pria pencuri berdaster di Semarang
Senin, 03 Oktober 2022 - 15:56 WIB

Polisi meringkus seorang pria pencuri berdaster di Semarang

Elshinta.com, Polisi meringkus seorang pria pelaku pencurian di sebuah kafe di wilayah Tembalang, Ko...
Kejagung koordinasikan keamanan jaksa di kasus Ferdy Sambo
Senin, 03 Oktober 2022 - 08:35 WIB

Kejagung koordinasikan keamanan jaksa di kasus Ferdy Sambo

Elshinta.com, Kejaksaan Agung berkoordinasi dengan kepolisian dalam rangka memastikan keamanan jaksa...

InfodariAnda (IdA)