IPW: Kecepatan dan profesionalitas timsus wajib diapresiasi

Elshinta
Kamis, 11 Agustus 2022 - 20:23 WIB |
IPW: Kecepatan dan profesionalitas timsus wajib diapresiasi
Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso. ANTARA/HO-Indonesia Police Watch/aa.

Elshinta.com - Kecepatan dan profesionalisme tim khusus (timsus) yang dibentuk Kapolri wajib diapresiasi, kata Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso.

"Saya mengapresiasi kerja tim khusus yang begitu cepat. Kerja cepat, profesional, dan akuntabel dari timsus patut diacungi jempol," katanya di Jakarta, Kamis.

Sugeng mengemukakan bahwa Polri telah membuktikan profesionalitas dan akuntabilitasnya dalam menangani kasus pembunuhan berencana Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Selain timsus, Sugeng juga mengapresiasi kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

"Saya juga mengapresiasi Pak Kapolri yang telah menunjukkan kapasitas dan kualitas kepemimpinannya," ujarnya.

Sugeng mengatakan bahwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J sebentar lagi tuntas. Saat ini penyidik tinggal melengkapi berkas perkara, kemudian melimpahkan ke kejaksaan.

"Drama ini hampir di ujung babak dengan penetapan FS sebagai tersangka. Maka, tinggal melengkapi berkas penyidikan. Pembuktiannya harus kuat," katanya menegaskan.

Sugeng berharap Kabareskrim Polri Komjen Pol. Agus Andrianto dan timsus dapat membuktikan jeratan Pasal 340 KUHP dan pasal-pasal lain yang disangkakan kepada Ferdy Sambo cs.

"Saya mendoakan Pak Kabareskrim dan tim khusus memperkuat pembuktiannya sehingga ketika ini disampaikan di peradilan umum, perkara ini menjadi kuat," ujarnya.

Selain empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, Sugeng juga mendorong agar Polri tetap memproses puluhan oknum polisi yang diduga terlibat.

"Pasal yang dikenakan adalah konsekuensi dari perbuatannya karena membunuh orang dengan satu perencanaan. Ada lagi 31 orang harus juga diproses," katanya menegaskan.

Sebelumnya, Tim Khusus Polri menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan sangkaan pembunuhan berencana. Keempatnya terancam dengan pidana maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol. Agus Andrianto dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (9/8) malam, menyebutkan keempat tersangka adalah Bharada Dua Polri Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal atau Bripka R, Kuat, dan Irjen Pol. Ferdy Sambo.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan keempat tersangka, menurut perannya masing-masing, penyidik menetapkan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun," kata Agus.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Eksepsi ditolak hakim, Surya Darmadi siap buktikan keabsahan ijin lahan sawitnya
Senin, 03 Oktober 2022 - 21:37 WIB

Eksepsi ditolak hakim, Surya Darmadi siap buktikan keabsahan ijin lahan sawitnya

Elshinta.com, Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait penguasaan lahan secara ilegal ole...
Polresta Mataram pasang pita penggaduh di jalan utama cegah balap liar
Senin, 03 Oktober 2022 - 19:32 WIB

Polresta Mataram pasang pita penggaduh di jalan utama cegah balap liar

Elshinta.com, Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan memasang pita penggaduh di se...
MA tolak kasasi Moeldoko terkait KLB Demokrat
Senin, 03 Oktober 2022 - 19:20 WIB

MA tolak kasasi Moeldoko terkait KLB Demokrat

Elshinta.com, Mahkamah Agung (MA) RI menolak kasasi yang diajukan oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Mo...
Polres Garut telusuri keberadaan ladang ganja di Cisurupan
Senin, 03 Oktober 2022 - 18:22 WIB

Polres Garut telusuri keberadaan ladang ganja di Cisurupan

Elshinta.com, Kepolisian Resor Garut, Jawa Barat, menelusuri wilayah kebun di Cisurupan untuk memast...
Pengamat: KPK tak pernah bermanuver berantas korupsi di tanah air
Senin, 03 Oktober 2022 - 18:05 WIB

Pengamat: KPK tak pernah bermanuver berantas korupsi di tanah air

Elshinta.com, Pakar komunikasi Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengakui, saat ini ada be...
Bareskrim Polri periksa direktur LIB terkait tragedi Kanjuruhan
Senin, 03 Oktober 2022 - 17:36 WIB

Bareskrim Polri periksa direktur LIB terkait tragedi Kanjuruhan

Elshinta.com, Badan Reserse Kriminal Polri memeriksa sejumlah pihak, termasuk salah satunya direktur...
18 polisi diperiksa terkait Tragedi Kanjuruhan, Malang
Senin, 03 Oktober 2022 - 16:45 WIB

18 polisi diperiksa terkait Tragedi Kanjuruhan, Malang

Elshinta.com, Tim Investigasi pengamanan yang dibentuk Kapolri atas perintah Presiden bergerak cepa...
Polisi Kendari tangkap dua bidan terlibat aborsi anak bawah umur
Senin, 03 Oktober 2022 - 16:29 WIB

Polisi Kendari tangkap dua bidan terlibat aborsi anak bawah umur

Elshinta.com, Jajaran Kepolisian Resor Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menangkap dua orang bidan ya...
Polisi meringkus seorang pria pencuri berdaster di Semarang
Senin, 03 Oktober 2022 - 15:56 WIB

Polisi meringkus seorang pria pencuri berdaster di Semarang

Elshinta.com, Polisi meringkus seorang pria pelaku pencurian di sebuah kafe di wilayah Tembalang, Ko...
Kejagung koordinasikan keamanan jaksa di kasus Ferdy Sambo
Senin, 03 Oktober 2022 - 08:35 WIB

Kejagung koordinasikan keamanan jaksa di kasus Ferdy Sambo

Elshinta.com, Kejaksaan Agung berkoordinasi dengan kepolisian dalam rangka memastikan keamanan jaksa...

InfodariAnda (IdA)